News Yogyakarta

Karang Taruna Kota Yogyakarta 2026-2031 Resmi Dikukuhkan, Yuliantono Jadi Pemimpin

INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Pengurus Karang Taruna Kota Yogyakarta periode 2026-2031 resmi dikukuhkan di Graha Pandawa, Balai Kota Yogyakarta, Minggu (6/9). Pengukuhan dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Budi Santosa Asrori.

Dalam kepengurusan baru tersebut, Yuliantono dipercaya sebagai Ketua Karang Taruna Kota Yogyakarta. Ia akan memimpin 53 pengurus yang merupakan perwakilan dari 14 kemantren di Kota Yogyakarta.

Kepengurusan periode 2026-2031 membawa semangat baru untuk menjadikan Karang Taruna tidak sekadar sebagai organisasi kepemudaan, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Ketua Karang Taruna Kota Yogyakarta, Yuliantono, mengatakan pihaknya akan memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Yogyakarta, perangkat daerah, organisasi kepemudaan, serta masyarakat dalam menjalankan berbagai program.

“Kami ingin selanjutnya Karang Taruna dapat berdampak nyata bagi Kota Yogyakarta,” ujar Yuliantono. Rabu (9/9/2026).

Yuliantono menyebut, sejumlah langkah telah dilakukan sebelum pengukuhan kepengurusan. Salah satunya dengan membangun komunikasi dan koordinasi bersama perangkat daerah yang ada di Kota Yogyakarta.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita merangkul para pemuda di 45 Kelurahan dan 14 Kemantren yang ada,” katanya.

Ia juga berharap, adanya dukungan anggaran bagi Karang Taruna di tingkat kemantren dan kelurahan. Dukungan tersebut dinilai penting agar kegiatan kepemudaan di wilayah dapat berjalan secara lebih optimal dan berkelanjutan.

Setelah pengukuhan, Karang Taruna Kota Yogyakarta lanjut menggelar rapat kerja untuk menyusun dan mematangkan berbagai program selama periode kepengurusan 2026-2031.

Dalam rapat kerja tersebut, program Karang Taruna akan dibahas melalui enam bidang utama. Bidang tersebut meliputi organisasi, kaderisasi dan keanggotaan; kesehatan dan sosial; kerelawanan dan lingkungan hidup; media; pemuda, olahraga, UMKM dan pariwisata; serta seni budaya dan keistimewaan.

Yuliantono menegaskan, seluruh bidang tersebut akan diarahkan untuk memberikan kontribusi bagi pembangunan Kota Yogyakarta. Serta menjadi wadah bagi pemuda untuk berkolaborasi, mengembangkan potensi, sekaligus mengambil peran dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di lingkungan masyarakat.

“Kami lahir di Yogyakarta, kami hidup di Yogyakarta, kami bertumbuh di Yogyakarta, maka kami akan lakukan yang terbaik untuk Kota Yogyakarta yang kita cintai,” pungkasnya.

Ketua Karang Taruna DIY, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu, mengapresiasi pengukuhan pengurus Karang Taruna Kota Yogyakarta periode 2026-2031. Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Yogyakarta serta pengurus Karang Taruna tingkat nasional yang turut hadir dalam proses pengukuhan tersebut.

Menurut GKR Hayu, kepengurusan Karang Taruna tingkat nasional saat ini juga tergolong baru dan mulai aktif pada awal 2026. Sementara itu, perubahan aturan melalui Peraturan Menteri Sosial (Permensos) membuat proses pemilihan melalui Temu Karya Karang Taruna mengalami sejumlah penyesuaian.

Ia menyebut proses Temu Karya Karang Taruna di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Kulon Progo menjadi salah satu proyek percontohan dalam penerapan aturan operasional baru tersebut.

“Temu Karya di Kota Yogyakarta dan Kulon Progo menjadi salah satu pilot project pengaplikasian peraturan operasional yang baru. Makanya pengurus nasional dari awal sampai pengukuhan selalu hadir,” ujar GKR Hayu.

Sesi foto bersama pengurus Karang Taruna Kota Yogyakarta periode 2026-2031 | Foto : Elis

Menurutnya, proses tersebut mendapat apresiasi dari Karang Taruna tingkat nasional karena implementasi aturan baru dinilai berjalan dengan baik.

GKR Hayu berharap kepengurusan baru Karang Taruna Kota Yogyakarta dapat menghasilkan program yang lebih berdampak bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa keberadaan Karang Taruna tidak hanya terlihat ketika ada momentum tertentu, tetapi harus aktif hingga tingkat lingkungan terkecil.

“Harapannya kita fokusnya adalah lebih berdampak. Karang Taruna itu kan sampai unit, unit itu sampai RT. Itu semua ada, jangan sampai nanti hanya keluar pas 17-an,” katanya.

Ia mendorong para pemuda untuk tetap hadir dan berperan di lingkungan masing-masing. Salah satu peran yang dapat diperkuat adalah menciptakan lapangan kerja di lingkungan tempat tinggal sehingga dapat mengurangi urbanisasi.

“Bagaimana bisa menciptakan lapangan kerja di lingkungannya masing-masing sehingga mengurangi urbanisasi. Begitu anak mudanya stay, otomatis permasalahan sosial nanti juga banyak yang akan berkurang,” ujarnya.

Terkait kehadiran perwakilan PSI DIY dan PKB Kota Yogyakarta dalam acara pengukuhan, GKR Hayu menegaskan bahwa Karang Taruna merupakan organisasi yang tidak berafiliasi dengan partai politik.

Ia mengatakan keberagaman latar belakang menjadi hal yang wajar dalam organisasi Karang Taruna, baik di tingkat nasional maupun daerah. Namun, keberagaman tersebut tidak boleh mengubah posisi Karang Taruna sebagai organisasi yang independen dari kepentingan partai politik.

“Karang Taruna kan sebenarnya secara organisasi enggak ada partainya. Yang di nasional, yang di DIY itu macam-macam juga,” kata GKR Hayu.

Menurutnya, keberagaman justru dapat menjadi kekuatan bagi Karang Taruna selama seluruh pihak tetap bekerja sama untuk kepentingan masyarakat.

“Harapannya di Karang Taruna itu warnanya macam-macam. Tetap bekerja sama ya bekerja sama saja. Karena pada intinya kalau Karang Taruna tidak boleh ada urusan partai,” tegasnya.

Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, berharap Karang Taruna dapat mengambil peran lebih besar dalam mendukung berbagai kebijakan dan program Pemerintah Kota Yogyakarta, khususnya yang berkaitan dengan kepemudaan dan pembangunan masyarakat.

Menurutnya, terdapat sejumlah persoalan dan kebutuhan masyarakat yang dapat menjadi ruang kontribusi bagi Karang Taruna. Di antaranya kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, peningkatan kualitas generasi muda, hingga pengembangan kemandirian melalui kewirausahaan pemuda.

“Program-program kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan pemuda diharapkan Karang Taruna nanti lebih banyak berperan. Misalnya bagaimana meningkatkan kebersihan, pengelolaan sampah, kemudian menyiapkan generasi yang berkualitas dan mandiri melalui kewirausahaan pemuda,” ujarnya.

Karang Taruna diharapkan tidak hanya menjadi mitra pemerintah dalam menjalankan program, tetapi juga mampu memberikan masukan serta melakukan kontrol terhadap kebijakan pemerintah secara konstruktif.

Menurut Budi, sikap kritis pemuda diperlukan agar pembangunan di Kota Yogyakarta dapat terus berjalan dengan melibatkan partisipasi masyarakat.

“Generasi mandiri itu melalui wirausaha pemuda dan sebagainya. Dan pemuda harus tetap kritis sebagai kontrol terhadap kebijakan pemerintah,” tambahnya.(*)

Penulis : Elis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *