Jabodetabek Lifestyle

Kanye West Konser di Jakarta 24 Oktober 2026, Konsep Panggung 360 Derajat

INTENS PLUS – JAKARTA. Kanye West atau yang kini dikenal dengan nama YE akan menggelar konser di Jakarta pada 24 Oktober 2026. Pertunjukan tersebut akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) dan menjadi penampilan perdana YE di Indonesia.

Konser bertajuk YE Live in Jakarta 2026 ini tidak hanya menarik perhatian penggemar musik dari Indonesia. Penyelenggara juga mencatat antusiasme penonton dari sejumlah negara Asia Tenggara dan kawasan Oseania.

Marketing & Communications Lead Raw Vision Collective (RVC), Karen Tjahja, mengatakan Jakarta menjadi satu-satunya kota di Asia Tenggara dan Oseania yang dikonfirmasi masuk dalam rangkaian tur YE tahun ini.

“Ini merupakan penampilan perdana YE di Indonesia, sekaligus menjadikan Jakarta sebagai satu-satunya kota di Asia Tenggara dan Oseania yang dikonfirmasi dalam tur YE tahun ini,” ujar Karen pada keterangan, Jumat (18/9/2026)..

Menurut Karen, minat terhadap konser tersebut juga datang dari penonton mancanegara. Sejumlah penggemar dari Australia, Singapura, Malaysia, Filipina, Vietnam, dan Thailand disebut telah menunjukkan antusiasme untuk menyaksikan langsung pertunjukan YE di Jakarta.

YE Live in Jakarta 2026 akan menghadirkan konsep panggung yang berbeda melalui Globe Stage. Panggung 360 derajat tersebut menempatkan penonton di pusat pengalaman pertunjukan.

Konsep ini memungkinkan penonton menikmati pertunjukan dari berbagai sisi, sehingga pengalaman konser tidak hanya berfokus pada satu arah panggung seperti konser konvensional.

Karen mengatakan konsep Globe Stage menjadi salah satu bagian yang ingin ditonjolkan dalam pertunjukan perdana YE di Indonesia.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman pertunjukan yang berbeda melalui Globe Stage, konsep panggung 360 derajat yang menempatkan penonton di pusat pengalaman konser dan memungkinkan mereka menikmati pertunjukan dari berbagai sisi,” katanya.

Konsep tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penyelenggara ingin membawa pengalaman pertunjukan berskala internasional dengan pendekatan produksi yang berbeda kepada penonton di Jakarta.

Di balik penyelenggaraan konser internasional, Kementerian Ekonomi Kreatif melihat peluang yang lebih luas bagi perkembangan ekosistem ekonomi kreatif nasional.

Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menilai konser internasional dapat melibatkan banyak subsektor ekonomi kreatif. Keterlibatan tersebut mencakup pekerja kreatif, vendor, kreator, desainer, musisi hingga berbagai talenta kreatif lainnya.

Karena itu, konser berskala global tidak hanya dipandang sebagai pertunjukan musik, tetapi juga sebagai ruang untuk meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi kreatif Indonesia.

“Kami ingin melihat konser internasional bukan hanya sebagai sebuah pertunjukan, tetapi sebagai bagian dari proses upskilling & upscaling ekosistem ekraf,” ujar Teuku Riefky.

Menurutnya, para pelaku kreatif yang terlibat dalam produksi konser internasional dapat memperoleh pengalaman bekerja dengan standar produksi global. Pengalaman tersebut dapat menjadi modal untuk meningkatkan kapasitas, profesionalisme, dan daya saing pelaku ekonomi kreatif Indonesia.

Kementerian Ekraf juga melihat konser YE sebagai kesempatan untuk mempertemukan pelaku kreatif lokal dengan jejaring industri hiburan internasional.

Teuku Riefky menegaskan besarnya skala konser harus berjalan beriringan dengan penguatan konten lokal. Menurutnya, Indonesia memiliki peluang untuk menghadirkan kolaborasi antara standar pertunjukan internasional dan kreativitas talenta dalam negeri.

Kolaborasi tersebut diharapkan tetap mempertahankan kualitas artistik pertunjukan sekaligus membuka ruang bagi karya dan talenta Indonesia untuk dikenal oleh jejaring industri kreatif global.

“Ini momentum emas atau golden moment untuk para pegiat, termasuk wirausaha kreatif naik kelas. Spirit-nya bukan hanya untuk yang hadir menonton, tetapi harus sampai keluar stadion,” kata Teuku Riefky.

Ia menilai, kemampuan membangun storytelling dan kolaborasi menjadi bagian penting dalam memanfaatkan momentum konser internasional.

Menurutnya, peluang untuk membawa ekosistem kreatif Indonesia ke panggung global sudah tersedia. Tantangannya adalah bagaimana para pelaku ekraf mempersiapkan diri dan memanfaatkan kesempatan tersebut.

“Opportunity is there! Tergantung kita melihat dan memanfaatkan kesiapan momen ini menjadi global stage,” tambahnya.(*)

Penulis : FDA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *