Seni Budaya Yogyakarta

Bedog Arts Fest 2026 Bawa Pesan Merawat Sungai Lewat Seni dan Budaya

INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Bedog Arts Fest (BAF) 2026 kembali menghadirkan perpaduan seni, budaya, masyarakat, dan kepedulian lingkungan di bantaran Sungai Bedog, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Sabtu, (3/10/2026). Festival yang mengusung semangat “Sambung-Menyambung” ini menjadikan aliran sungai sebagai ruang pertunjukan terbuka dengan latar ribuan lampu senthir.

Pembukaan diawali arak-arakan dan penyebaran bibit ikan di Sungai Bedog sebagai simbol kepedulian terhadap kelestarian ekosistem sungai. Penonton kemudian disuguhi enam pertunjukan seni. Salah satunya Reog Ponorogo yang tampil atraktif melalui gerakan akrobatik, termasuk salto dan berbagai aksi kelincahan tubuh yang mengundang tepuk tangan penonton.

Board of Creative, Sambung Penumbra, mengatakan panggung utama Bedog Arts Fest tidak sekadar menjadi tempat pertunjukan. Panggung tersebut dirancang menyatu dengan lanskap Sungai Bedog, mulai dari pepohonan, tebing sungai hingga kolam mata air.

“Panggung ini dibangun tepat di atas aliran Sungai Bedog, sebuah lanskap alami yang diolah menjadi ruang pertunjukan terbuka dengan latar memukau ribuan lampu senthir,” ujarnya dikutip, Selasa (6/10/2026).

Menurutnya, sejumlah seniman juga berkolaborasi dengan warga dan anak-anak sekitar. Kolaborasi ini memperkuat hubungan seni dengan masyarakat sekaligus membuka ruang ekspresi lintas generasi dan budaya.

Bedog Arts Fest 2026 juga memperluas program ke sektor kesehatan melalui agenda pilates dan konsultasi kesehatan mental bersama psikolog.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, mengatakan seni dan budaya dapat menjadi sarana untuk membangun kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Ia memaknai semangat “Ngerawat Rasa” sebagai upaya menjaga hubungan antarmanusia sekaligus hubungan manusia dengan alam.

“Melalui Bedog Artsfest ini, mari kita terus merawat rasa, merawat kebersamaan, dan merawat lingkungan. Sungai bukan hanya bagian dari ruang hidup kita, tetapi juga memiliki nilai ekologis dan budaya yang perlu dijaga bersama,” ujar Harda.

Harda berharap, program ini terus menjadi ruang kolaborasi bagi seniman, masyarakat, komunitas, dan berbagai pihak untuk melahirkan karya yang dekat dengan kehidupan warga.

Sementara itu, warga Nuri Subekti mengapresiasi konsistensi Bedog Arts Fest dalam menggabungkan seni, budaya, dan isu lingkungan.

“Saya mengapresiasi penyelenggaraan Bedog Artsfest yang secara konsisten menghadirkan seni, budaya, dan isu lingkungan dalam satu ruang kegiatan. Menurut saya, reativitas masyarakat menjadi kekuatan untuk membangun Sleman yang dinamis sekaligus tetap mempertahankan nilai-nilai lokal,” kata Nuri.(*)

Penulis : Elis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *