INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta kembali menjadi salah satu perguruan tinggi negeri favorit pada pelaksanaan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2026.
Tingginya minat calon mahasiswa terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 37.074 peserta, sementara hanya 2.955 orang yang dinyatakan lolos sebagai mahasiswa baru.
Ketatnya persaingan tersebut, menunjukkan tingginya daya tarik kampus bela negara yang dikenal mengusung nilai disiplin, kejuangan, dan kreativitas.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi UPN “Veteran” Yogyakarta, Machya Astuti Dewi, mengatakan keberhasilan lolos SNBT menjadi langkah awal bagi calon mahasiswa untuk menempuh pendidikan tinggi dan mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik di lingkungan kampus.
“Selamat kepada seluruh peserta yang berhasil lolos SNBT 2026, kami berharap para mahasiswa baru dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan berkembang menjadi generasi unggul,” ujarnya. Selasa (26/5/2026).
Bagi peserta yang belum berhasil lolos melalui jalur SNBT 2026, Machya meminta agar tidak berkecil hati. Pasalnya, Kampus tersebut masih membuka kesempatan melalui jalur Seleksi Mandiri.
“Bagi para peserta yang belum beruntung, jangan berkecil hati. Kesempatan untuk bergabung menjadi bagian dari Kampus Bela Negara masih terbuka lebar melalui jalur Seleksi Mandiri,” katanya.
Pihak Kampus, menyediakan dua skema Seleksi Mandiri yang dapat diikuti calon mahasiswa. Jalur pertama yakni Bela Negara 1 yang masa pendaftarannya masih dibuka hingga 2 Juni 2026.
Sementara itu, Jalur Bela Negara 2 dijadwalkan dibuka pada 1 hingga 15 Juli 2026. Jalur ini menjadi alternatif bagi calon mahasiswa yang ingin tetap melanjutkan pendidikan di kampus negeri favorit tersebut.
Selain mengumumkan hasil kelulusan, pihak kampus juga mengingatkan seluruh peserta yang dinyatakan lolos agar segera melakukan herregistrasi sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB).
Machya menegaskan, bahwa peserta yang tidak melakukan registrasi ulang akan dianggap mengundurkan diri.
“Apabila peserta dinyatakan lolos, wajib melakukan registrasi sesuai timeline yang sudah ditentukan oleh panitia PMB. Bagi peserta yang tidak melakukan registrasi dinyatakan mengundurkan diri,” tegasnya.
Karena itu, peserta diimbau untuk selalu memantau informasi resmi dari pihak kampus agar tidak melewatkan tahapan penting setelah pengumuman SNBT 2026.
Menurut Machya, dalam pelaksanaan SNBT 2026 kali ini, sejumlah program studi tercatat memiliki tingkat persaingan yang sangat tinggi.
Untuk program Diploma rumpun Saintek, Program Studi Teknik Kimia D3 menjadi yang paling ketat dengan tingkat keketatan sebesar 2,55 persen.
Sementara pada program Sarjana rumpun Saintek, Program Studi Teknik Pertambangan S1 menjadi salah satu yang paling diminati dengan tingkat keketatan mencapai 3,42 persen.
Di rumpun Sosial dan Humaniora (Soshum), Program Studi Ilmu Komunikasi S1 tercatat sebagai program studi favorit dengan tingkat keketatan sebesar 7,77 persen.
“Tingkat keketatan tertinggi berada pada Program Studi Teknik Kimia Program Diploma Tiga sebesar 2,55 persen, Program Sarjana Teknik Pertambangan sebesar 3,42 persen, dan rumpun Soshum Program Studi Ilmu Komunikasi mencapai 7,77 persen,” jelas Machya.(*)
Penulis : Elis
