INTENS PLUS – YOGYAKARTA. PT Sido Muncul menghadirkan portal edukasi digital Sido HerbalPedia yang merangkum hasil penelitian dan kajian ilmiah terhadap 80 tanaman obat tradisional Indonesia. Platform ini diperkenalkan Direktur Utama PT Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, dalam Seminar Festival Jamu Nusantara 2026 yang digelar dalam rangkaian Dies Natalis ke-64 Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta, Jumat (17/7/2026).
Menurut Irwan Hidayat, kehadiran Sido HerbalPedia bertujuan mempermudah masyarakat, pelaku UMKM, akademisi, hingga pemerhati herbal dalam mengakses informasi ilmiah mengenai tanaman obat tanpa harus melakukan penelitian dari awal.
“Penelitian sudah dilakukan oleh banyak orang. Melalui Sido HerbalPedia, masyarakat bisa memanfaatkan hasil-hasil penelitian tersebut untuk menambah pengetahuan dan mengembangkan produk herbal,” ujar Irwan dikutip, Sabtu (18/7/2026).
Portal tersebut memuat hasil peninjauan literatur, uji praklinis, dan uji klinis dari berbagai tanaman herbal yang umum digunakan masyarakat, seperti temulawak, kunyit, daun salam, daun katuk, hingga mahkota dewa. Pengguna juga dapat mengakses informasi mengenai morfologi tanaman, kandungan senyawa aktif, manfaat kesehatan, mekanisme kerja, tingkat keamanan, serta referensi ilmiah yang mendukungnya.
Irwan menjelaskan, platform ini dirancang sebagai sarana edukasi yang dapat dimanfaatkan secara luas, khususnya oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ingin mengembangkan produk herbal berbasis data ilmiah.
“Pelaku UMKM tidak perlu mengulang penelitian yang sama. Mereka bisa mempelajari proses, data keamanan, manfaat, dan daftar pustaka yang tersedia, kemudian fokus pada pengolahan dan produksi yang baik,” katanya.
Pengembangan Sido HerbalPedia merupakan bagian dari komitmen Sido Muncul dalam mendorong pemanfaatan jamu dan obat herbal berbasis sains. Sejak awal 2000-an, perusahaan secara konsisten melakukan berbagai penelitian, mulai dari uji toksisitas hingga uji khasiat terhadap produk-produknya untuk memperkuat bukti ilmiah manfaat herbal Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Irwan juga menekankan pentingnya hilirisasi jamu agar kekayaan alam Indonesia dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar, baik bagi masyarakat maupun pelaku usaha.
“Indonesia memiliki kekayaan tanaman obat yang luar biasa. Tantangannya adalah bagaimana mengolah dan memanfaatkannya secara benar, aman, dan berbasis bukti ilmiah sehingga dapat diterima lebih luas, termasuk di pasar global,” ucapnya.
Rektor UKDW Yogyakarta, Dr.-Ing. Wiyatiningsih menyambut baik kehadiran Sido HerbalPedia dan mendukung upaya penyebarluasan pengetahuan mengenai jamu dan herbal berbasis riset di lingkungan akademik.
“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri menjadi langkah penting dalam memperkuat literasi herbal sekaligus mendorong pengembangan jamu Indonesia yang berdaya saing,” katanya.
“Saya berharap hasil-hasil penelitian mengenai tanaman obat Indonesia dapat lebih mudah diakses dan dimanfaatkan masyarakat, sehingga pengembangan herbal nasional tidak hanya bertumpu pada tradisi, tetapi juga didukung oleh data dan bukti ilmiah yang kuat,” imbuhnya.(*)
Penulis : Elis
