Edukasi Yogyakarta

Telkomsel Beri Panggung bagi Inovasi Anak Muda Lewat Future Impact Challenge Jaga Bumi 2026

INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Telkomsel memberikan ruang bagi generasi muda untuk menghadirkan solusi terhadap berbagai tantangan lingkungan melalui ajang Future Impact Challenge pada Telkomsel Jaga Bumi 2026. Kompetisi yang menjadi bagian dari rangkaian program mencapai puncak penutupan acara tersebut yang digelar di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya perjalanan Telkomsel Jaga Bumi 2026 yang telah dimulai sejak peringatan Hari Bumi pada 22 April 2026. Selain pengumuman pemenang Future Impact Challenge, acara juga menghadirkan Climate Action Multi-Stakeholder Talk, Climate Action Speed Dating, serta berbagai aktivitas kolaboratif yang mempertemukan pelaku industri, komunitas, akademisi, dan generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan.

Manager CSR Environment and Ecosystem Telkomsel, Rifki Sya’bani, mengatakan Future Impact Challenge merupakan salah satu upaya perusahaan untuk mendorong lahirnya ide-ide segar dan inovasi berkelanjutan dari anak muda Indonesia.

Menurutnya, tantangan lingkungan saat ini membutuhkan pendekatan baru yang tidak hanya berfokus pada kesadaran, tetapi juga menghadirkan solusi yang dapat diimplementasikan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Perubahan iklim, pencemaran lingkungan, dan degradasi ekosistem menjadi tantangan global yang semakin mendesak. Dampaknya terasa langsung pada kualitas hidup, kesehatan, serta keberlanjutan ekonomi dan sosial. Karena itu, kami ingin memberikan ruang bagi generasi muda untuk menjadi bagian dari solusi melalui inovasi yang mereka miliki,” ujar Rifki. Sabtu (19/7/2026).

Rifki menjelaskan, bahwa dalam Future Impact Challenge, peserta tidak hanya dituntut memiliki kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga mampu menawarkan konsep dan model solusi yang memiliki dasar pengetahuan yang kuat.

Kompetisi ini dibagi dalam dua kategori utama. Pertama, kategori Changemaker, yang diperuntukkan bagi inovasi yang telah berjalan dan menunjukkan dampak nyata di masyarakat. Kedua, kategori Future Impact Innovation, yang berfokus pada ide dan konsep inovatif yang memiliki potensi besar untuk diwujudkan di masa depan.

“Para peserta datang dengan perspektif baru dan ide-ide segar. Ada yang sudah memiliki implementasi nyata dan ada pula yang masih berupa konsep, tetapi dibangun berdasarkan studi literatur, riset, dan benchmarking yang kuat. Jadi bukan sekadar ide tanpa landasan,” katanya.

Melalui ajang ini, pihaknya berharap dapat melahirkan lebih banyak inovator muda yang mampu menjawab berbagai tantangan lingkungan, mulai dari perubahan iklim, pengelolaan sampah, konservasi ekosistem, hingga pengembangan teknologi ramah lingkungan.

Future Impact Challenge merupakan bagian dari program Telkomsel Jaga Bumi yang telah berjalan sejak 2022 sebagai implementasi komitmen perusahaan terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Rifki menambahkan, bahwa kegiatannya lahir dari kesadaran perusahaan terhadap pentingnya keberlanjutan dalam menjalankan bisnis.

“Ketika kami mulai menerapkan prinsip ESG secara lebih terstruktur, kami memetakan berbagai program yang dapat memperkuat komitmen bisnis berkelanjutan. Dari situlah lahir branding yang menjadi payung berbagai inisiatif lingkungan perusahaan,” ucapnya.

Program ini dibangun melalui tiga pendekatan utama, yaitu pengelolaan sampah, rehabilitasi lingkungan dan aksi iklim, serta pemberdayaan masyarakat berbasis konservasi.

Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah pengelolaan limbah plastik dari kemasan kartu SIM Telkomsel. Melalui kerja sama dengan mitra pengelola sampah Plastik, limbah plastik dari cangkang kemasan SIM card dikumpulkan dari berbagai outlet untuk kemudian didaur ulang menjadi produk yang dapat digunakan kembali.

Program yang dimulai sebagai proyek percontohan di Bogor, Denpasar, dan wilayah Jabodetabek tersebut telah berhasil mendaur ulang lebih dari 670 kilogram limbah plastik kemasan SIM card menjadi berbagai produk bernilai guna seperti phone holder dan tempat sampah.

Seiring berjalannya waktu, pihaknya memperluas cakupan program melalui kolaborasi dengan Jejakin dalam skema carbon offset yang memungkinkan pelanggan berpartisipasi langsung melalui penukaran Telkomsel Poin untuk mendukung penanaman pohon.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan pelanggan dalam aksi pelestarian lingkungan.

“Melalui mekanisme ini, pelanggan tidak hanya menjadi pengguna layanan, tetapi juga dapat berkontribusi langsung terhadap upaya rehabilitasi lingkungan dan penyerapan karbon,” kata Rifki.

Pada tahap awal, kegiatan penanaman difokuskan di kawasan pesisir dan hutan mangrove, terutama di wilayah Pantai Utara Jawa seperti Demak dan beberapa daerah lainnya.

Dalam perkembangannya, program konservasi diperluas ke berbagai wilayah dengan karakteristik lingkungan yang berbeda.

Di Bogor, misalnya, Telkomsel mendukung rehabilitasi daerah aliran sungai melalui pemberdayaan kelompok tani dan penanaman berbagai jenis pohon produktif seperti durian dan nangka.

Sementara di Donggala, Sulawesi Tengah, program diarahkan pada penanaman mangrove sebagai upaya memperbaiki ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya vegetasi pantai dalam mitigasi bencana.

Menurut Rifki, keberadaan mangrove tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga berfungsi sebagai benteng alami yang mampu membantu mengurangi risiko dampak tsunami dan abrasi.

Adapun di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, program konservasi dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat melalui penanaman kopi robusta di kawasan hulu.

Hingga 2026, Telkomsel Jaga Bumi telah menghasilkan berbagai capaian yang menunjukkan perkembangan program dari tahun ke tahun.

Lebih dari 39.000 pohon telah ditanam di berbagai wilayah Indonesia. Program tersebut juga berhasil mencatat serapan karbon lebih dari 83,67 ton CO2e sejak pertama kali dijalankan pada 2022.

Selain itu, lebih dari 121.000 pelanggan telah berpartisipasi melalui donasi Telkomsel Poin untuk mendukung berbagai kegiatan konservasi dan rehabilitasi lingkungan.

Telkomsel juga telah mengelola lebih dari 37 hektare kawasan konservasi aktif yang tersebar di berbagai daerah serta menjangkau lebih dari 13 kabupaten di Indonesia.

“Capaian ini menunjukkan bahwa langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dan kolaboratif mampu memberikan dampak yang nyata bagi lingkungan,” ujar Rifki.

Salah satu sorotan dalam acara puncak Future Impact Challenge Jaga Bumi 2026 adalah penghargaan yang diraih tim mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS), Benedict Johnson Samuel Pang dan Mohammad Rizky Al-Bayhaqi.

Keduanya berhasil menjadi salah satu pemenang kategori Future Impact Innovation melalui gagasan inovasi di bidang kontrol dan tenaga listrik yang berfokus pada pengembangan teknologi berbasis baterai.

Benedict menjelaskan bahwa ide tersebut muncul dari ketertarikan mereka terhadap perkembangan teknologi energi yang telah lebih dulu berkembang di negara-negara seperti Australia dan Amerika Serikat.

“Ini sebenarnya inovasi yang bisa dilakukan oleh banyak orang, tetapi masih belum banyak yang menyadari potensinya di Indonesia. Kami ingin membawa teknologi seperti ini agar Indonesia bisa semakin maju dan sejajar dengan negara-negara lain,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa ide tersebut juga tidak terlepas dari lingkungan akademik UNS yang memiliki berbagai penelitian unggulan di bidang teknologi baterai.

Menurut Benedict, dukungan dosen pembimbing dan para peneliti di kampus menjadi faktor penting yang membantu mereka mengembangkan konsep hingga berhasil meraih penghargaan.

“Kami berterima kasih kepada dosen-dosen kami yang fokus pada penelitian baterai. Dukungan mereka memberikan banyak pengetahuan dan motivasi sehingga kami bisa mengembangkan ide ini dan akhirnya mendapatkan penghargaan dalam Future Impact Challenge Jaga Bumi 2026,” katanya.(*)

Penulis : Elis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *