Headline Yogyakarta

Gedung Baru DPRD DIY Ramah Difabel dengan Lift dan Eskalator, Siap Beroperasi Februari 2027

INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Pembangunan Gedung Baru DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jalan Kenari, Muja Muju, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Terus menunjukkan progres positif. Hingga minggu ke-71 per 26 Juli 2026, salah satu keunggulan utama gedung baru tersebut adalah penerapan konsep bangunan yang ramah difabel.

Aspek aksesibilitas telah menjadi perhatian sejak tahap perencanaan sehingga seluruh masyarakat dapat mengakses layanan dan fasilitas gedung dengan lebih mudah.

“Konsep ramah difabel diterapkan mulai dari area luar hingga bagian dalam bangunan. Berbagai fasilitas penunjang aksesibilitas telah disiapkan untuk memastikan kenyamanan pengguna dengan berbagai kebutuhan,” ungkap Sekretaris DPRD (Sekwan) DIY, Yudi Ismono. kamis (30/7/2026).

Selain itu, gedung baru juga dilengkapi lift dan eskalator yang memudahkan mobilitas antar lantai.

“Desain bangunan juga mempertimbangkan kemudahan akses bagi penyandang disabilitas sehingga mereka dapat menggunakan fasilitas publik secara mandiri dan aman,” katanya.

Menurut Yudi, penerapan konsep inklusif ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Daerah DIY dalam mewujudkan fasilitas publik yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Yudi menjelaskan, realisasi fisik pembangunan telah mencapai 83,109 persen atau melampaui target yang direncanakan sebesar 82,141 persen. Dengan capaian tersebut, proyek pembangunan gedung legislatif baru ini mencatat deviasi positif sebesar 0,967 persen.

Ia melanjutkan, saat ini pekerjaan yang tersisa lebih banyak difokuskan pada penyelesaian interior dan penataan kawasan luar atau landscape. Secara umum, pekerjaan konstruksi utama telah memasuki tahap akhir.

“Progres fisik pembangunan hingga 26 Juli 2026 mencapai 83,109 persen, sementara progres rencana sebesar 82,141 persen. Artinya, pelaksanaan pekerjaan masih berada di atas target yang direncanakan,” ujar Yudi.

Kontrak pembangunan gedung baru DPRD DIY dijadwalkan selesai pada 6 Desember 2026. Setelah pekerjaan konstruksi tuntas, akan dilakukan proses mobilisasi, penataan perlengkapan, serta persiapan operasional gedung yang diperkirakan berlangsung hingga Januari 2027.

Dengan tahapan tersebut, gedung baru DPRD DIY ditargetkan mulai digunakan dan beroperasi pada Februari 2027.

Pembangunan tersebut, merupakan salah satu proyek infrastruktur pemerintahan terbesar yang saat ini sedang berjalan di lingkungan Pemerintah Daerah DIY.

Yudi menjelaskan, bahwa berdasarkan adendum terakhir, nilai kontrak pembangunan mencapai sekitar Rp307 miliar. Selain itu, terdapat tambahan kebutuhan anggaran sekitar Rp2 miliar setelah kunjungan Gubernur DIY ke lokasi proyek.

Meski demikian, rincian penggunaan tambahan anggaran tersebut masih perlu dilakukan pengecekan lebih lanjut. Sementara untuk pekerjaan interior dan pengadaan perlengkapan gedung diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp70 miliar.

“Nilai kontrak terakhir sekitar Rp307 miliar sesuai adendum. Setelah kunjungan Bapak Gubernur ada tambahan sekitar Rp2 miliar. Untuk interior dan perlengkapan nilainya sekitar Rp70 miliar,” jelasnya.

Gedung baru DPRD DIY dibangun dengan konsep modern dan representatif untuk mendukung aktivitas legislatif di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bangunan ini memiliki luas sekitar 29.000 meter persegi dengan struktur yang terdiri atas lima lantai utama. Selain itu, gedung juga dilengkapi area rooftop dan fasilitas parkir basement yang mampu menunjang kebutuhan anggota dewan, pegawai sekretariat, maupun masyarakat yang berkunjung.

Keberadaan gedung baru ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memberikan fasilitas kerja yang lebih memadai bagi unsur pimpinan dan anggota DPRD DIY.

Dengan luas bangunan yang jauh lebih besar dibanding fasilitas sebelumnya, gedung baru tersebut dirancang untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan ruang kerja, ruang rapat, ruang sidang, hingga fasilitas pendukung lainnya.

Meski sebagian besar fasilitas utama telah masuk dalam perencanaan pembangunan, terdapat satu fasilitas yang hingga kini belum dirancang secara khusus, yakni kantin.

Yudi menyebutkan, bahwa kebutuhan akan fasilitas kantin memang telah menjadi perhatian, namun pembahasannya akan dilakukan setelah pembangunan utama gedung selesai.

“Kantin memang belum terencana dalam pembangunan saat ini. Nanti setelah gedung selesai, kebutuhan tersebut akan kami pikirkan dan rencanakan lebih lanjut,” katanya.(*)

Penulis : Elis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *