Headline Yogyakarta

Usai Viral Pungli Alkid, Bolosego Kena Serangan Review Bintang 1

INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Usai kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang dialami usaha kuliner Bolosego di kawasan Alun-alun Kidul (Alkid) Keraton Yogyakarta kembali bergulir di ruang digital.

Setelah pemilik Bolosego, Dyah Laily Fardisa atau yang akrab disapa Mbak Dy, mengungkap pengalaman saat hendak berjualan menggunakan food truck di Alkid, kini sejumlah cabang usahanya dibanjiri ulasan atau review bintang satu di Google.

Dyah membagikan kondisi tersebut melalui Instagram Story akun @dyahlfardisa pada Sabtu (20/9/2026). Dalam unggahannya, ia memperlihatkan tangkapan layar sejumlah ulasan dengan rating terendah yang masuk ke berbagai lokasi Bolosego. Ulasan bintang satu muncul secara masif dan dalam waktu yang berdekatan.

“Pagi ini kami di-boom dengan review bintang 1. Terus bertambah dalam hitungan detik di semua resto Bolosego,” tulis Dyah.

Dalam tangkapan layar yang dibagikan, rating satu bintang diberikan pada sejumlah kategori, mulai dari makanan, pelayanan hingga suasana.

Beberapa akun yang terlihat memberikan rating tersebut antara lain story amel, ngadino ngadino ku, sarmidi 1, supriyono supri, sugeng mulyono dan sigit ragel prayitno.

Kemunculan banyak ulasan dengan rating rendah dalam waktu yang berdekatan membuat pemilik Bolosego menduga terjadi aksi review bombing.

Namun, unggahan tersebut tidak secara langsung membuktikan siapa yang berada di balik gelombang ulasan tersebut. Informasi mengenai hubungan para akun pemberi rating dengan polemik Bolosego juga belum terkonfirmasi.

Warganet Balik Beri Bintang 5

Di tengah munculnya ulasan bintang satu, sejumlah warganet justru memberikan dukungan kepada Bolosego. Dukungan itu dilakukan dengan memberikan ulasan positif dan rating bintang lima melalui Google Review. Salah satu pengguna, @eniqq_fauzia, meminta Dyah tetap kuat menghadapi situasi.

“Jangan takut mbaa…. Semangatttt mba udah jujur speak up kebenaran,” tulisnya.

Sementara akun @densngalam mengajak pengguna media sosial memberikan dukungan kepada Bolosego.

“Yuks warganet. Rapatkan barisan Review Bolosego,” tulisnya.

Ajakan serupa muncul dari akun @justdeden yang meminta warganet memberikan rating bintang lima kepada Bolosego.

“…ayok gas kita kasi bintang 5 bolosego,” tulisnya.

Pengguna lainnya, @masbaguztkangmasak, juga menyampaikan rencana mampir ke Bolosego saat berada di Yogyakarta.

“Besok ke Jogja tak mampir ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️,” tulisnya.

Sementara @mc_asikkkk mengajak masyarakat mendukung usaha tersebut sekaligus menyoroti isu pungli yang sebelumnya ramai diperbincangkan.

“Ayo kita bantu up, mari kita lawan PUNGLI, dukung UMKM,” tulisnya.

Fenomena tersebut membuat polemik Bolosego tidak hanya berlangsung di lokasi usaha, tetapi juga berkembang menjadi perdebatan di ruang digital.

Berawal dari Perselisihan Food Truck Bolosego di Alkid

Perselisihan bermula ketika Dyah Laily Fardisa mengunggah video melalui akun TikTok @dyahfardisa pada 17 September 2026. Dalam video berdurasi 3 menit 27 detik tersebut, Dyah menceritakan rencana Bolosego membuka usaha menggunakan food truck di kawasan Alkid pada 16-20 September 2026.

Menurut Dyah, pihaknya telah mengantongi izin dari pihak Keraton Yogyakarta untuk berjualan di kawasan tersebut. Namun, setelah baru satu hari berjualan, Bolosego memilih menghentikan aktivitasnya dan memindahkan lokasi usaha.

Dyah mengaku, mendapat sejumlah permintaan pembayaran dari pihak yang disebut sebagai juru parkir. Ia menyebut nominal yang awalnya diminta mencapai Rp2,5 juta per hari. Setelah dilakukan negosiasi, angka tersebut disebut turun menjadi Rp1 juta per hari atau Rp5 juta untuk lima hari.

Selain persoalan biaya lahan, Dyah juga mengungkap adanya permintaan konsumsi untuk sejumlah orang yang disebutnya sebagai preman atau tukang parkir.

Ia juga menyebut adanya kebutuhan makanan untuk tiga anggota polisi serta biaya tambahan berkaitan dengan pemasangan listrik untuk food truck.

Menurut Dyah, banyaknya permintaan membuat dirinya memilih menghentikan aktivitas berjualan di Alkid.

Pengelola Parkir Berikan Klarifikasi

Salah satu pengelola parkir di kawasan Alkid, Supriyo Dwi Hartanto, kemudian membenarkan bahwa pihaknya sempat berkomunikasi dengan Bolosego terkait rencana penggunaan area parkir untuk berjualan menggunakan food truck.

Menurutnya, lahan yang akan digunakan memiliki ukuran sekitar 25×5 meter. Area tersebut kemudian disepakati untuk digunakan khusus oleh food truck Bolosego.

“[Lahan parkir] diblok untuk satu food truck, kami juga punya bukti (percakapan). Kami sterilkan takutnya kalau dipakai wisatawan nanti terganggu, karena kita sudah ada omongan sama pihak Bolosego,” kata Supriyo di Polsek Kraton, Kota Yogyakarta, Jumat (18/9/2026).

Supriyo mengatakan kesepakatan penggunaan lahan tersebut senilai Rp1 juta per hari. Ia juga memberikan klarifikasi terkait uang konsumsi yang sebelumnya disebut.

Menurut Supriyo, pihak pengelola parkir tidak pernah meminta uang konsumsi. Ia mengklaim anggaran tersebut justru ditawarkan oleh pihak Bolosego.

Supriyo menjelaskan jumlah tukang parkir mencapai 15 orang. Namun, kebutuhan konsumsi yang dibicarakan hanya untuk 10 orang. Ia mengatakan pihaknya menyetujui anggaran konsumsi sebesar Rp1 juta untuk lima hari. Dari total Rp6 juta yang telah diterima pengelola parkir, Supriyo mengaku sudah mengembalikan separuhnya atau Rp3 juta.

“Karena tidak melanjutkan event itu meminta pengembalian separuh, dan sudah dikembalikan sebagian,” ujarnya.

Polisi Disebut Datang untuk Mediasi

Dalam perkembangan berikutnya, Dyah juga memberikan klarifikasi mengenai keterlibatan sejumlah anggota kepolisian dalam persoalan tersebut.

Ia menyebut petugas kepolisian yang datang ke lokasi bukan pihak yang datang untuk meminta jatah makanan seperti yang mungkin dipahami dari unggahan awal.

Menurut Dyah, petugas tersebut datang untuk membantu memediasi pihak Bolosego dengan paguyuban parkir terkait kebutuhan operasional food truck. Dyah juga menyebut pihak pengelola parkir telah mengembalikan sebagian uang yang sebelumnya dibayarkan melalui transfer.(*)

Penulis : Elis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *