INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (MPM PWM DIY) mengukuhkan pengurus JagalMu sekaligus menggelar JAGATANI 2026 (Jagongan Jagal & Jama’ah Tani Muhammadiyah DIY). Kegiatan yang berlangsung di Gedung PWM Yogyakarta, ini menjadi upaya memperkuat kemandirian ekonomi umat melalui pemberdayaan petani dan peternak.
JAGATANI 2026 mengusung agenda refleksi Hari Tani Nasional dan pengukuhan pengurus JagalMu DIY, menjadi momentum konsolidasi Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) serta penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan lembaga legislatif.
Ketua MPM PWM DIY, Agus Amin Syaifuddin, mengatakan konsolidasi JATAM bertujuan mempererat hubungan antar petani Muhammadiyah, menyatukan program, serta membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Muhammadiyah tidak hanya menjadi bagian dari masyarakat yang menerima manfaat program, tetapi juga dapat berperan aktif dalam mendukung kebijakan pemerintah, baik di tingkat eksekutif maupun legislatif. Agar program pemberdayaan masyarakat, khususnya sektor pertanian berjalan selaras,” ujar Agus. pada Sabtu (24/10/2026).
Selain memperkuat jaringan petani, kegiatan tersebut menjadi momentum pengukuhan pengurus JagalMu DIY. Agus menegaskan, JagalMu bukan sekadar komunitas yang bertugas melakukan penyembelihan hewan, melainkan bagian dari upaya Muhammadiyah menghadirkan produk pangan yang halal, sehat, dan berkualitas bagi masyarakat.
Melalui JagalMu, pihaknya ingin mengonsolidasikan para peternak agar mampu mengembangkan usaha peternakan yang lebih baik serta menghasilkan daging sapi dan ayam yang sehat dan segar.
“Tim JagalMu diharapkan dapat memastikan proses penyembelihan hewan, sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh produk daging yang terjamin kehalalannya sekaligus memenuhi standar kesehatan dan kebersihan,” katanya.
Muhammadiyah DIY Rancang Rumah Potong Hewan Halal
Sebagai langkah pengembangan program, MPM PWM DIY tengah merumuskan konsep pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) yang nantinya dapat dikelola di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah di DIY.
RPH tersebut direncanakan memenuhi standar kesehatan, kebersihan, serta ketentuan penyembelihan sesuai syariat Islam. Kehadirannya diharapkan dapat menjadi salah satu rujukan masyarakat dalam memperoleh produk daging halal dan berkualitas.
“Perumusan konsep RPH melibatkan berbagai pihak, mulai dari pelaku penyembelihan hewan, tokoh di sektor peternakan, hingga pihak lain yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang tersebut,” bebernya.
Kolaborasi ini diharapkan menghasilkan masukan dan peluang kerja sama untuk memperkuat ekosistem peternakan serta penyediaan pangan halal di DIY.
Wakil Ketua PWM DIY, Cahyono, S.Ag., menyambut baik pengukuhan JagalMu di tingkat wilayah DIY. Ia menilai keberadaan komunitas yang beranggotakan orang-orang berpengalaman di bidang penyembelihan hewan tersebut perlu dikembangkan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“JagalMu tidak hanya menjadi wadah komunitas, tetapi juga mampu memberikan pelayanan dalam menjamin kehalalan dan kesehatan daging hasil penyembelihan,” ungkap Cahyono.
Ia menekankan, pentingnya pembekalan teknik penyembelihan yang benar, sesuai syariat Islam, serta memperhatikan prinsip kesejahteraan hewan.
Menurutnya, penyembelihan hewan merupakan bagian dari ketentuan syariat Islam yang harus diperhatikan agar daging yang dihasilkan memenuhi persyaratan halal untuk dikonsumsi.
Selain pengukuhan pengurus JagalMu, Cahyono menyebut program ini menjadi kesempatan untuk mempertemukan kembali Jamaah Tani Muhammadiyah yang telah terbentuk di tingkat DIY maupun kabupaten dan kota.
‘Saya berharap pertemuan ini dapat memperkuat silaturahmi, juga menyegarkan semangat, serta memperluas jaringan antar kelompok tani Muhammadiyah. Melalui penguatan JATAM dan JagalMu, Muhammadiyah DIY ini, pemberdayaan petani dan peternak dapat berjalan beriringan dengan pengembangan ekosistem pangan halal. Upaya ini juga sekaligus menjadi bagian dari langkah mendorong kemandirian ekonomi umat dan meningkatkan manfaat organisasi bagi masyarakat,” jelasnya.(*)
Penulis : Elis
