Foto Yogyakarta

Foto: Muhammadiyah Gelar Pengukuhkan Pengurus JagalMU DIY

INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (MPM PWM DIY) menggelar JAGATANI 2026 atau Jagongan Jagal dan Jama’ah Tani Muhammadiyah DIY, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini menjadi ruang refleksi Hari Tani Nasional sekaligus penguatan kemandirian ekonomi petani dan ketahanan pangan umat.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung PWM DIY, Jalan Gedongkuning 130 B, Yogyakarta, tersebut mengusung agenda pengukuhan pengurus JagalMU DIY, seminar refleksi Hari Tani, serta workshop konsep Rumah Potong Hewan (RPH) Muhammadiyah.

Acara dibuka dengan pengukuhan pengurus JagalMU DIY dan amanat Ketua PWM DIY, Dr. Muhammad Ikhwan Ahada, S.Ag., M.A. Agenda ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran Muhammadiyah dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan peternakan.

JAGATANI 2026 juga menghadirkan seminar bertema refleksi Hari Tani dengan narasumber dari Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) DIY, Dinas Pertanian DIY, serta perwakilan dewan. Diskusi tersebut menjadi forum untuk membahas berbagai persoalan pertanian dan tantangan dalam mewujudkan kemandirian petani.

Selain seminar, kegiatan ini menghadirkan workshop konsep Rumah Potong Hewan Muhammadiyah bersama dewan pakar. Sesi tersebut diarahkan untuk membahas gagasan pengembangan fasilitas pemotongan hewan yang dapat mendukung kebutuhan masyarakat dan penguatan ekosistem ekonomi umat.

Tidak hanya berfokus pada sektor pertanian dan peternakan, JAGATANI 2026 turut menghadirkan expo dan bazar UMKM pengrajin pisau. Kegiatan ini menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha sekaligus membuka peluang penguatan ekonomi berbasis kerakyatan.

Melalui JAGATANI 2026, MPM PWM DIY mendorong kolaborasi antara petani, peternak, pelaku UMKM, dan berbagai pemangku kepentingan. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat serta mendukung terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum bagi Muhammadiyah DIY untuk memperluas kontribusi dalam pemberdayaan masyarakat dan membangun ekosistem ekonomi umat yang lebih mandiri.(*)

Penulis : Elis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *