INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) XII yang berlangsung di Hotel Mustika Yogyakarta Resort & Spa pada Senin (6/4/2026).
Forum tertinggi di tingkat provinsi ini menjadi momentum penting bagi organisasi untuk menentukan arah kebijakan sekaligus memilih Ketua Dewan Pengurus Provinsi (DPP) INKINDO DIY periode 2026-2030.
Mengusung tema “Penguatan Anggota DPP INKINDO DIY yang Berintegritas dan Solidaritas untuk Mewujudkan Organisasi INKINDO yang Unggul”, Musprov XII menekankan pentingnya penguatan internal organisasi di tengah dinamika industri jasa konsultansi yang semakin kompetitif.
Agenda utama dalam Musprov ini diawali dengan evaluasi program kerja periode sebelumnya, dilanjutkan dengan penyusunan program strategis dan anggaran organisasi untuk empat tahun ke depan. Salah satu keputusan penting yang dihasilkan adalah terpilihnya Ketua DPP INKINDO DIY yang baru untuk masa bakti 2026-2030.
Ketua sebelumnya, Ir. Dwiaryo Dyatmiko, yang telah menjabat selama dua periode, tidak dapat kembali mencalonkan diri sesuai dengan aturan organisasi yang membatasi masa jabatan maksimal dua kali periode.
Dalam kesempatan tersebut, Dwiaryo menyampaikan bahwa INKINDO sebagai organisasi profesi yang berdiri sejak 1979 telah melalui berbagai tantangan besar, mulai dari krisis ekonomi 1998 hingga pandemi COVID-19. Pengalaman tersebut menjadi bukti ketangguhan organisasi dalam menghadapi dinamika zaman.
“INKINDO sudah melewati berbagai krisis dan tetap bertahan. Kuncinya adalah profesionalisme, integritas, serta kepatuhan terhadap kode etik profesi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kondisi terkini industri jasa konsultansi yang menghadapi tekanan akibat menurunnya anggaran sektor konstruksi. Dampak dari kondisi tersebut adalah berkurangnya jumlah anggota, karena sebagian pelaku usaha tidak mampu bertahan dan memilih beralih ke sektor lain.
Meski demikian, peluang tetap terbuka. INKINDO DIY mendorong anggotanya untuk memperluas pasar ke sektor swasta, memanfaatkan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), serta menjajaki peluang kerja di luar negeri.
“Selalu ada celah untuk bertahan. Kita harus jeli melihat peluang, baik di sektor swasta maupun internasional,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPP INKINDO DIY terpilih periode 2026-2030, Hendi Hidayat, menegaskan bahwa organisasi harus siap menjawab kebutuhan pembangunan nasional yang terus berkembang. Dengan potensi sumber daya alam Indonesia yang besar dan beragam, peran konsultan dinilai semakin strategis dalam mendukung program pemerintah.
Ia menyebutkan bahwa saat ini pemerintah tengah fokus pada sektor ketahanan pangan, termasuk pembangunan dan optimalisasi sistem irigasi, penciptaan lahan pertanian baru, serta pengelolaan sumber daya air.
“INKINDO harus siap mengikuti arah kebijakan pemerintah. Apa pun kebutuhan pembangunan, anggota harus mampu memberikan kontribusi terbaik,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menilai bahwa Indonesia memiliki kekuatan sosial yang mampu menopang ketahanan ekonomi di tengah gejolak global, salah satunya melalui budaya gotong royong yang masih kuat di masyarakat.
Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya peran pemerintah dalam menjaga keadilan distribusi peluang, agar tidak terjadi kesenjangan yang semakin lebar di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Ketua terpilih menekankan bahwa tantangan terbesar organisasi ke depan adalah kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan pola kerja di industri konsultansi.
Menurutnya, saat ini teknologi memungkinkan siapa pun untuk masuk ke ranah jasa konsultansi, meskipun tidak memiliki latar belakang profesional yang kuat. Oleh karena itu, peran tenaga ahli profesional tetap harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kualitas layanan.
“Teknologi hanyalah alat. Profesionalisme dan integritas tetap menjadi fondasi utama. INKINDO tidak boleh hanya mengandalkan nama besar, tetapi harus terus beradaptasi dengan perubahan,” tegasnya.
Ia pun menambahkan, bahwa solidaritas antaranggota menjadi kunci dalam menjaga eksistensi organisasi di tengah persaingan yang semakin ketat.
“Siapa yang tidak mampu beradaptasi akan tertinggal. Karena itu, solidaritas dan integritas harus terus diperkuat agar INKINDO tetap menjadi organisasi yang unggul dan relevan, Saya berharap, ini menjadi titik awal bagi penguatan organisasi sekaligus peningkatan peran strategis konsultan dalam mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan,” pungkasnya.(*)
Penulis : Elis
