Destinasi Yogyakarta

Promosi Wisata Berbasis Geopark, Gunungkidul Ajak Peserta Fam Trip Jelajah Alam

INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Kabupaten Gunungkidul terus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata unggulan berbasis alam dan budaya. Melalui Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora), pemerintah daerah menggelar kegiatan Geosite (fam trip) selama dua hari, pada 14-15 April 2026, guna memperkenalkan potensi wisata yang masuk dalam kawasan Geopark Gunung Sewu.

Kegiatan ini didanai melalui APBD Kabupaten Gunungkidul dan bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada peserta untuk menjelajahi kekayaan geosite yang dimiliki wilayah tersebut. Tak sekadar promosi, fam trip ini juga menjadi strategi memperkuat branding Gunungkidul sebagai destinasi wisata berbasis geopark yang berkelanjutan.

Perjalanan dimulai dari Desa Wisata Nglanggeran, salah satu desa wisata unggulan yang telah dikenal luas. Peserta diajak melakukan trekking menuju Gunung Api Purba Nglanggeran, menikmati panorama alam khas perbukitan karst dari ketinggian. Selain itu, mereka juga mengeksplorasi Griya Cokelat Nglanggeran yang menjadi bagian dari pengembangan ekonomi kreatif berbasis lokal.

Menjelang sore, peserta disuguhi keindahan matahari terbenam di kawasan Nglanggeran yang menjadi salah satu daya tarik utama. Pengalaman wisata semakin autentik ketika peserta menginap di homestay milik warga setempat.

Salah satu pemilik homestay, Tuti Handayani, menjelaskan bahwa konsep homestay di Nglanggeran mengedepankan interaksi langsung antara wisatawan dan tuan rumah.

“Homestay di sini menyatu dengan induk semang. Jadi tamu bisa berbaur, berbincang, bahkan menjalin kedekatan dengan pemilik rumah,” ujarnya kutip, Minggu (19/4/2026).

Menurutnya, konsep tersebut telah berjalan sejak 2010, seiring berkembangnya wisata Gunung Api Purba yang mulai dikenal sejak 2009. Awalnya, rumah warga tidak dirancang sebagai penginapan, namun kemudian dimanfaatkan sebagai homestay tanpa mengubah konsep hunian asli.

Tuti mengungkapkan, ia memiliki dua kamar yang disewakan kepada wisatawan. Fasilitas homestay di desa ini pun bervariasi, mulai dari kamar mandi, WiFi, hingga tambahan seperti water heater dan AC yang tidak tersedia di semua rumah.

Selain itu, terdapat aturan yang diberlakukan demi kenyamanan bersama, seperti pemisahan kamar bagi tamu laki-laki dan perempuan yang bukan pasangan suami istri.

“Alhamdulillah setiap tahun selalu ada tamu. Bahkan dalam satu bulan bisa tiga sampai empat kali. Ini sangat membantu menambah penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari,” tambahnya.

Harga homestay di Nglanggeran relatif terjangkau, yakni sekitar Rp60 ribu per malam untuk wisatawan domestik dan Rp70 ribu untuk wisatawan mancanegara, dengan tambahan layanan makan sekitar Rp25 ribu per orang.

Memasuki hari kedua, peserta melanjutkan perjalanan ke Desa Wisata Kali Suci. Di lokasi ini, mereka merasakan sensasi cave tubing menyusuri sungai bawah tanah menggunakan ban dalam. Keindahan stalaktit dan stalagmit yang menghiasi dinding gua menjadi pengalaman tak terlupakan.

Petualangan kemudian berlanjut ke Desa Wisata Tepus dengan kegiatan jeep explore yang menawarkan pengalaman menjelajahi lanskap alam dan pedesaan secara lebih dekat.

Setelah itu, peserta menikmati makan siang sambil berdiskusi santai bersama pihak Disparekrafpora mengenai pengembangan pariwisata daerah. Diskusi ini menjadi ruang bertukar gagasan antara pemerintah dan peserta fam trip.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan ke Pantai Sepanjang. Pantai ini dikenal dengan garis pantai yang panjang serta hamparan pasir putih yang bersih. Keindahan alamnya menjadi penutup sempurna dalam perjalanan eksplorasi wisata Gunungkidul.

Melalui kegiatan fam trip berbasis geosite ini, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berharap dapat meningkatkan daya tarik wisata sekaligus memperluas promosi destinasi berbasis geopark. Tidak hanya menawarkan keindahan alam, Gunungkidul juga menghadirkan pengalaman wisata yang menyatu dengan kehidupan masyarakat lokal, sehingga memberikan nilai lebih bagi para wisatawan.

Mungkin pengalaman seru ini bisa menjadi referensi Intens Nest, untuk turut berpetualang menikmati keindahan wisata di Gunungkidul.

Trekking menuju Gunung Api Purba Nglanggeran, Gunungkidul | Foto : Ist
Panorama alam khas perbukitan karst dari ketinggian | Foto : Ist
Sensasi cave tubing menyusuri sungai bawah tanah Desa Wisata Kali Suci | Foto : Ist
Arung jeram Desa Wisata, Kali Suci | Foto : Ist

(*)

Penulis : Elis

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *