Politik Yogyakarta

DPP PKB Umumkan Kepengurusan Baru 2026-2031, Solihul Hadi Kembali Memimpin

INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengumumkan secara serentak hasil Sosialisasi Ketetapan kepengurusan baru DPP PKB terkait penetapan calon Pimpinan definitif Dewan Tanfidz, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB masa bakti 2026–2031, Kamis (11/6/2026).

Pengumuman tersebut disampaikan secara daring melalui keputusan DPP PKB tentang penetapan Ketua, Sekretaris, dan Bendahara DPC PKB kabupaten/kota se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kegiatan dipimpin Wakil Ketua Umum DPP PKB M. Hanif Dhakiri didampingi Ketua DPW PKB DIY Umaruddin Masdar beserta jajaran dari Kantor DPP PKB di Jalan Raden Saleh Raya Nomor 9, Kenari, Senen, Jakarta Pusat.

Penetapan kepengurusan baru ini menjadi bagian dari mekanisme organisasi yang diatur dalam AD/ART PKB Tahun 2024. Berbeda dengan periode sebelumnya, proses pemilihan tidak lagi menggunakan sistem voting langsung dari tingkat bawah, melainkan melalui mekanisme terpusat yang melibatkan pemetaan kinerja, penjaringan usulan nama, hingga Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yang dilaksanakan oleh DPP PKB.

Sekretaris DPW PKB DIY, Aslikh Rina Ulyaddin, mengatakan keputusan yang ditetapkan DPP PKB merupakan keputusan final sekaligus bentuk komitmen partai dalam memperluas keterwakilan perempuan dalam struktur kepemimpinan.

“Seluruh sekretaris DPC PKB di DIY dijabat oleh perempuan. Ini merupakan keputusan DPP PKB sebagai bagian dari upaya menyongsong kuota perempuan yang lebih besar, sekaligus memberikan kesempatan yang lebih luas bagi kader perempuan untuk berkiprah dalam posisi-posisi strategis di partai,” ujarnya.

Menurutnya, komposisi kepengurusan yang telah ditetapkan diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kaderisasi, memperluas pelayanan kepada masyarakat, serta mempersiapkan partai menghadapi berbagai agenda politik pada masa mendatang.

Penetapan calon pimpinan definitif DPC PKB masa bakti 2026-2031 juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat organisasi yang lebih inklusif, adaptif, dan mampu menjawab tantangan politik ke depan dengan melibatkan seluruh potensi kader, termasuk kader perempuan.

Dalam pengumuman tersebut, Solihul Hadi kembali dipercaya memimpin DPC PKB Kota Yogyakarta untuk periode 2026-2031. Ia akan didampingi Rr. Rhetno Arobiatul Jauzak sebagai sekretaris dan Fadlur Rosul sebagai bendahara.

Pengumuman itu disaksikan langsung oleh jajaran Dewan Syuro dan Dewan Tanfidz DPC PKB Kota Yogyakarta, seluruh Ketua DPAC se-Kota Yogyakarta, anggota DPRD PKB Kota Yogyakarta, serta badan otonom partai. Penetapan tersebut menjadi puncak rangkaian Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Kota Yogyakarta.

Usai kegiatan di Ingkung Grobog, Timoho, Kota Yogyakarta, Solihul Hadi menyampaikan rasa syukurnya atas kepercayaan yang kembali diberikan oleh partai.

“Alhamdulillah saya kembali dipercaya menjadi Ketua DPC PKB Kota Yogyakarta. Bersama Ning Rere sebagai sekretaris dan Fadlur Rosul sebagai bendahara, kami siap menjalankan amanah untuk lima tahun ke depan,” kata Solihul.

Ia menjelaskan masa kepengurusan yang baru akan berlaku mulai tahun 2026 hingga 2031 dengan sejumlah target strategis yang telah dipersiapkan sejak dini.

Salah satu target utama kepengurusan baru DPC PKB Kota Yogyakarta adalah meningkatkan perolehan kursi DPRD Kota Yogyakarta hingga mampu membentuk satu fraksi penuh.

Solihul mengungkapkan pihaknya telah melakukan pemetaan politik di lima daerah pemilihan (Dapil) yang ada di Kota Yogyakarta.

“Kami menargetkan lima kursi di lima dapil. Pemetaan sudah kami lakukan, termasuk pencalegan dini dan penempatan kader-kader potensial di dapil yang masih kosong maupun yang sudah memiliki anggota dewan,” ujarnya.

Menurutnya, PKB Kota Yogyakarta sebenarnya telah memiliki basis suara ideologis yang cukup kuat. Namun, partai masih membutuhkan figur-figur calon legislatif yang memiliki daya saing dan kemampuan mobilisasi yang lebih besar untuk mendongkrak perolehan suara.

“Bagi saya targetnya adalah kursi. Tidak harus saya yang menjadi, yang penting PKB bisa mencapai satu fraksi di DPRD Kota Yogyakarta,” tegasnya.

Selain target elektoral, Solihul menegaskan bahwa kaderisasi menjadi fokus utama kepengurusan baru. PKB Kota Yogyakarta akan terus memperluas basis kader muda, khususnya dari kalangan Generasi Z.

Menurutnya, selama beberapa tahun terakhir PKB Kota Yogyakarta telah menyelenggarakan empat kali program kaderisasi yang berhasil menjaring sekitar 470 kader muda berusia maksimal 35 tahun.

“Kami memang menyasar Gen Z. Dari 470 kader yang sudah mengikuti kaderisasi, semuanya berusia maksimal 35 tahun. Ini akan terus kami perbanyak karena pemilih masa depan didominasi generasi muda,” katanya.

Ia menilai perpaduan antara kader senior dan generasi muda menjadi kekuatan penting dalam membangun partai yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman dan perkembangan teknologi.

Solihul juga menjelaskan bahwa proses seleksi pengurus kali ini dilakukan secara profesional melalui sistem penilaian berbasis kompetensi dan kinerja.

Menurutnya, seluruh calon pengurus harus mengikuti tahapan UKK yang dilakukan di tingkat DPW maupun DPP PKB. Hasil penilaian kemudian menjadi dasar utama dalam penetapan pengurus.

“PKB sekarang mengedepankan profesionalisme. Tidak lagi berdasarkan suka atau tidak suka, tetapi berdasarkan skor dan penilaian yang dihimpun dari berbagai aspek seperti kemampuan, aktivitas organisasi, dan kedekatan dengan konstituen,” ujarnya.

Ia menambahkan, aktivitas kader dan anggota dewan juga dipantau melalui sistem digital internal partai sehingga setiap kinerja dapat dievaluasi secara objektif.

“Semua kegiatan terpantau. Ada sistem yang mencatat aktivitas kader sehingga evaluasi dilakukan secara terukur dan profesional,” katanya.

Dalam periode kepengurusan yang baru, PKB Kota Yogyakarta juga akan memperkuat jaringan dengan berbagai organisasi kemasyarakatan, kelompok kepemudaan, serta elemen masyarakat lainnya.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap partai.

Selain itu, berbagai kegiatan sosial akan terus diperbanyak sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan dengan masyarakat.

“Kami ingin memperluas jaringan dan meningkatkan simpati masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial yang nyata. Ini juga menjadi bagian dari tanggung jawab partai kepada masyarakat,” ujar Solihul.

Daftar Ketua DPC PKB se-DIY Periode 2026-2031

Berdasarkan hasil penetapan DPP PKB, berikut nama-nama Ketua DPC PKB se-DIY periode 2026-2031:

Calon Ketua Definitif DPC PKB se-DIY

1. DPC PKB Kabupaten Sleman: Tri Nugroho, M.H.
2. DPC PKB Kota Yogyakarta: Solihul Hadi, M.Kn.
3. DPC PKB Kabupaten Kulon Progo: Hifni Muhammad Nasikh, M.B.A.
4. DPC PKB Kabupaten Gunungkidul: Arief Gunadi, M.Pd.
5. DPC PKB Kabupaten Bantul: Suradal

Selain menetapkan calon ketua definitif, DPP PKB juga mengumumkan nama-nama calon sekretaris definitif DPC PKB se-DIY yang seluruhnya berasal dari kader perempuan. Kebijakan ini merupakan upaya komitmen PKB, dalam memperkuat peran perempuan pada posisi-posisi strategis di partai politik.

Adapun nama-nama calon Sekretaris Definitif DPC PKB se-DIY yang diumumkan adalah sebagai berikut:

1. DPC PKB Kabupaten Sleman: Rahayu Widi Nuryani, M.H.
2. DPC PKB Kabupaten Kulon Progo: Faraghina Salsabila, S.I.Kom.
3. DPC PKB Kabupaten Bantul: Munawaroh, S.Th.I.
4. DPC PKB Kabupaten Gunungkidul: Yulinda Dwi Nur Respati, S.E.
5. DPC PKB Kota Yogyakarta: Rr. Rhetno Arobiatul Jauzak, S.Tr.Keb.

Adapun nama-nama calon Bendahara Definitif DPC PKB se-DIY yang diumumkan adalah sebagai berikut:

1. DPC PKB Kabupaten Sleman: Wanto
2. DPC PKB Kabupaten Kulonprogo: Kartono
3. DPC PKB Kabupaten Bantul: Mahmudin, SP
4. DPC PKB Kabupaten Gunungkidul: Durroh Yatimah,S.Pd., M.Pd.
5. DPC PKB Kota Yogyakarta: Fadlur Rosul.(*)

Penulis : Elis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *