INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Pendakwah muda Muhammad Iqdam Kholid atau yang akrab disapa Gus Iqdam mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun sinergi dalam mewujudkan berbagai program kebaikan demi kemaslahatan bersama.
Pesan tersebut disampaikan saat kegiatan Ngaji Bareng Gus Iqdam yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta di halaman Parkir Stadion Mandala Krida, Minggu (14/6/2026) malam.
Kegiatan yang mengusung tema “Ngaji Roso, Ngaji Makna, Menata Hati, Menguatkan Iman, dan Membangun Generasi Muda Kota Yogyakarta yang Unggul dan Berakhlak Mulia” itu dihadiri ribuan jemaah dari Yogyakarta dan daerah sekitarnya.
“Keberhasilan sebuah daerah tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat,” ucapnya.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah sebagai umara, para ulama, serta masyarakat menjadi kunci terciptanya pembangunan yang membawa keberkahan dan manfaat yang berkelanjutan.
“Program kebaikan tidak bisa dijalankan sendiri. Harus ada sinergi antara umara, ulama, dan masyarakat agar mendapat ridha Allah dan membawa kemaslahatan bagi semuanya,” ujar Gus Iqdam.
Selain menyoroti pentingnya kolaborasi, Gus Iqdam juga mengajak masyarakat memaknai peringatan HUT ke-79 Pemkot Yogyakarta sebagai momentum untuk meningkatkan rasa syukur atas berbagai nikmat yang telah diberikan Allah SWT.
Menurutnya, penyelenggaraan pengajian akbar merupakan bentuk rasa syukur yang tepat karena memanfaatkan fasilitas publik untuk kegiatan yang membawa manfaat dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa salah satu bentuk syukur tertinggi adalah menggunakan nikmat yang dimiliki untuk sesuatu yang dicintai Allah SWT.
“Menggunakan nikmat untuk sesuatu yang dicintai Allah itu merupakan tingkatan syukur yang tinggi. Ketika nikmat disyukuri dengan benar, maka Allah akan menambah nikmat tersebut,” tuturnya.
Gus Iqdam juga mengapresiasi, berbagai program pembangunan yang telah dijalankan Pemkot Yogyakarta, khususnya yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, sektor pendidikan, serta upaya menjaga kebersihan kota.
Pada gelaran acara tersebut, turut hadir Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo dan Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, beserta jajarannya.
Sementara itu, Hasto mengatakan bahwa arah pembangunan Kota Yogyakarta tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pembangunan karakter masyarakat.
Menurutnya, sumber daya manusia merupakan modal terbesar yang dimiliki Kota Yogyakarta.
“Kami meyakini kemajuan kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi pembangunan manusia jauh lebih penting. Kota Yogyakarta tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah. Yang kami miliki adalah sumber daya manusia,” kata Hasto.
Ia menilai peran para ulama, kiai, dan tokoh agama sangat penting dalam membangun masyarakat yang harmonis, berkarakter, dan memiliki optimisme tinggi.
Karena itu, ia menyambut baik kehadiran para pendakwah yang mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat dengan pendekatan yang damai dan menyejukkan.
Hasto juga menegaskan, prinsip dakwah yang selama ini dipegang oleh Pemerintah Kota Yogyakarta, yakni mengedepankan persatuan dan menghindari konflik di tengah masyarakat.
“Kami punya prinsip berdakwah itu zero conflict, tidak ada konflik di antara kita, sehingga kita bisa maju bersama,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hasto turut mengaitkan peringatan HUT ke-79 Pemerintah Kota Yogyakarta dengan tema ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan sebagai bentuk nyata implementasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, semangat ASRI tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik kota, tetapi juga mencerminkan karakter masyarakat yang peduli terhadap lingkungan dan kehidupan sosial.
Selain itu, Hasto berharap generasi muda Yogyakarta mampu tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia.
“Kota Yogyakarta adalah kota pendidikan, kota budaya, dan kota pariwisata. Generasinya jangan hanya cerdas, tetapi juga harus berakhlak mulia,” ungkapnya.(*)
Penulis : Elis
