INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Nama Atika Maulida kembali menjadi sorotan publik di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Setelah dikenal sebagai calon anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) DIY dari Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) pada Pemilu 2024, kini Atika resmi mengemban amanah baru sebagai Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (PIMDA) PKN DIY.
Penunjukan Atika Maulida sebagai Sekretaris PIMDA PKN DIY menjadi bagian dari langkah strategis partai dalam memperkuat struktur organisasi sekaligus mempercepat konsolidasi kepengurusan di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kehadiran figur muda dalam jajaran kepemimpinan daerah diharapkan mampu membawa energi baru, semangat kolaborasi, serta memperkuat proses regenerasi politik di tubuh Partai Kebangkitan Nusantara.
Kepercayaan yang diberikan kepada Atika bukan tanpa alasan. Selama ini, ia dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kepartaian dan konsisten membangun komunikasi dengan masyarakat. Pengalamannya sebagai calon legislatif DPR RI pada Pemilu 2024 menjadi modal penting dalam memahami dinamika politik sekaligus kebutuhan masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Bagi Atika Maulida, jabatan yang kini diembannya bukan sekadar posisi struktural dalam organisasi partai. Lebih dari itu, amanah tersebut menjadi tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan integritas, komitmen, dan dedikasi untuk membesarkan Partai Kebangkitan Nusantara di Yogyakarta.
“Jabatan ini adalah amanah yang harus saya jaga dengan sebaik-baiknya. Saya ingin menjadikan PKN DIY sebagai rumah bersama, tempat generasi muda dapat belajar memahami politik secara sehat, berintegritas, dan mampu bersinergi dengan para senior yang telah memiliki pengalaman panjang dalam organisasi maupun pengabdian kepada masyarakat,” ujar Atika Maulida. Jumat (31/7/2026).
Menurutnya, keberhasilan sebuah partai politik tidak hanya ditentukan oleh kuatnya struktur organisasi, tetapi juga kemampuan dalam membangun kolaborasi lintas generasi.
Generasi muda memiliki semangat, kreativitas, dan inovasi yang tinggi, sementara para senior memiliki pengalaman dan kebijaksanaan yang sangat berharga dalam proses pembangunan organisasi.
Karena itu, Atika menilai sinergi antara generasi muda dan generasi senior menjadi kunci penting dalam menciptakan organisasi politik yang solid, modern, dan mampu menjawab tantangan zaman.
Sebagai Sekretaris PIMDA PKN DIY, Atika berkomitmen membuka ruang yang lebih luas bagi kader-kader muda untuk bergabung dan berkembang di lingkungan partai. Ia ingin menghadirkan iklim organisasi yang inklusif, progresif, dan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap kader untuk berkontribusi sesuai kapasitasnya.

“Anak muda harus diberikan ruang untuk tumbuh, belajar, dan berproses. Saya ingin PKN DIY menjadi wadah yang mampu melahirkan kader-kader berkualitas, memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, serta siap mengabdi kepada masyarakat dan bangsa,” katanya.
Selain fokus pada kaderisasi, Atika juga menegaskan pentingnya membangun kedekatan antara partai politik dan masyarakat. Menurutnya, politik tidak boleh dipandang sebagai sesuatu yang jauh dari kehidupan sehari-hari, melainkan harus menjadi sarana untuk menghadirkan solusi dan perubahan positif.
“Saya berharap semakin banyak anak muda yang tidak lagi memandang politik sebagai sesuatu yang jauh dari kehidupan mereka. Politik adalah ruang pengabdian, ruang belajar, dan ruang untuk menghadirkan perubahan yang positif. Saya ingin mengajak generasi muda untuk tumbuh bersama, berkolaborasi dengan para senior, serta membangun PKN DIY menjadi organisasi yang semakin kuat, modern, dan dekat dengan masyarakat,” tambahnya.
Di bawah kepemimpinan Ketua PKN DIY, Drs. Agus Setia Budhi, proses penguatan organisasi terus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Salah satu langkah nyata yang baru saja dilaksanakan adalah penyerahan Surat Keputusan (SK) kepada seluruh Ketua Pimpinan Cabang (PIMCAB) PKN se-Daerah Istimewa Yogyakarta.
Penyerahan SK tersebut menjadi momentum penting dalam mempercepat konsolidasi internal partai sekaligus memastikan seluruh struktur organisasi berjalan sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan.
Prosesi penyerahan SK turut didampingi langsung oleh Sekretaris PIMDA PKN DIY, Atika Maulida. Kegiatan tersebut menandai rampungnya proses penataan struktur organisasi hingga tingkat cabang di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Atika menyampaikan rasa syukur atas selesainya proses administrasi dan legalitas kepengurusan tersebut. Menurutnya, keberadaan struktur organisasi yang lengkap menjadi fondasi utama dalam menjalankan berbagai program partai ke depan.
“Alhamdulillah, seluruh Ketua PIMCAB di Daerah Istimewa Yogyakarta kini telah resmi menerima Surat Keputusan. Hal ini menjadi sebuah kelegaan karena proses penataan struktur organisasi telah selesai sesuai harapan. Selanjutnya, kami akan fokus menyusun dan menjalankan program-program kerja yang mampu membesarkan PKN di Yogyakarta sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PKN DIY, Drs. Agus Setia Budhi, menegaskan bahwa percepatan pembentukan dan penguatan struktur organisasi merupakan fondasi utama dalam membangun partai yang kuat dan berkelanjutan.
“Saya berharap seluruh jajaran pengurus di tingkat cabang dapat segera bergerak membangun sinergi, meningkatkan koordinasi, serta menjalankan agenda organisasi secara aktif demi memperluas peran PKN di tengah masyarakat,” katanya.(*)
Penulis : Elis
