Ekonomi Jabodetabek

Danantara Siap Terbitkan Obligasi Hingga 30 Tahun

INTENS PLUS – JAKARTA. Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) membuka peluang menerbitkan obligasi global dengan tenor hingga 30 tahun menyusul tingginya minat investor internasional terhadap instrumen investasi yang diterbitkan lembaga tersebut.

Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan antusiasme investor global menjadi salah satu indikator kuat bahwa kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia masih terjaga di tengah berbagai tantangan ekonomi dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Danantara sukses menerbitkan obligasi global senilai US$1,5 miliar atau sekitar Rp26,55 triliun dengan asumsi kurs Rp17.704 per dolar Amerika Serikat.

“Rencananya kita kalau menerbitkan obligasi, kita akan lihat bisa sampai yang 30 tahun, karena appetite-nya itu sangat besar juga, karena mereka melihat bahwa Indonesia ini growth-nya relatif stabil,” kata Rosan dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (15/6/2026).

Obligasi tersebut dibagi ke dalam dua tenor, yakni lima tahun dan 10 tahun, dengan tingkat imbal hasil atau yield yang dinilai kompetitif oleh pelaku pasar.

Menurutnya, kesuksesan penerbitan obligasi global Danantara terlihat dari tingginya permintaan investor yang mencapai US$4,6 miliar atau sekitar Rp81,4 triliun.

Angka tersebut setara tiga kali lipat dari total nilai obligasi yang ditawarkan atau oversubscribe sebesar tiga kali.

Rosan menjelaskan, tingginya minat tersebut menjadi bukti nyata bahwa investor internasional masih menaruh kepercayaan besar terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Ia menilai kondisi tersebut sekaligus mematahkan berbagai keraguan yang sempat berkembang mengenai kemampuan Danantara dalam menarik investasi dari pasar global.

“Banyak yang mengatakan bahwa instrumen ini tidak akan laku, tetapi faktanya justru sebaliknya. Permintaannya sangat tinggi dan ini merupakan bukti nyata kepercayaan investor,” ujarnya.

Selain tingginya permintaan, Rosan menyoroti tingkat imbal hasil obligasi Danantara yang relatif rendah dibandingkan perkiraan pasar.

Menurutnya, rendahnya yield menunjukkan bahwa investor tidak memandang Danantara maupun Indonesia sebagai instrumen dengan risiko tinggi.

“Bond kita ini memang sangat sukses, dilihat dari segi permintaannya, dilihat dari segi yield-nya yang relatif rendah. Karena kalau mereka tidak percaya, pastinya mereka minta yield premium yang sangat tinggi, ini tidak mereka minta. Bahkan kita lihat yield-nya sangat-sangat kompetitif sekali,” jelas Rosan.

Adapun rincian penerbitan obligasi global Danantara meliputi:

Obligasi tenor lima tahun senilai US$750 juta dengan yield 5,35 persen.
Obligasi tenor 10 tahun senilai US$750 juta dengan yield 5,95 persen.

Total dana yang dihimpun mencapai US$1,5 miliar.

Rosan mengatakan, investor global menilai Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang cukup baik dan pertumbuhan yang relatif stabil.

Meskipun perekonomian dunia masih dibayangi ketegangan geopolitik dan geoekonomi, Indonesia dinilai tetap memiliki prospek jangka panjang yang menarik.

Ia mengakui, setiap negara akan mengalami siklus naik dan turun dalam pertumbuhan ekonomi. Namun, hal tersebut dianggap sebagai kondisi yang normal dan tidak mengurangi optimisme investor terhadap Indonesia.

“Memang ada naik turunnya, itu memang dalam cycle selalu ada, apalagi di tengah tension geopolitik dan geoekonomi, itu adalah hal-hal yang memang selalu ada dalam cycle ekonomi kita,” katanya.

Keberhasilan Danantara juga mendapat perhatian media internasional. Salah satunya adalah Bloomberg yang menyoroti suksesnya penerbitan obligasi tersebut melalui laporan berjudul Danantara Sells Dollar Bond, a Win for Prabowo After Rout.

Rosan menyakini bahwa, Sorotan tersebut menunjukkan bahwa langkah ini menjadi perhatian pasar keuangan global, terutama karena lembaga investasi strategis Indonesia tersebut dinilai berhasil menarik minat investor di tengah kondisi pasar yang dinamis.

Rosan memastikan seluruh proses penerbitan obligasi telah berjalan sesuai jadwal.

Penandatanganan (signing) telah dilakukan pada 11 Juni 2026 dan dana hasil penerbitan obligasi dijadwalkan masuk ke rekening Danantara pada 18 Juni 2026.

“Ini adalah hasil yang sangat-sangat baik, dan ini membuktikan juga bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia, ini tinggi, dan ini real. Karena tanggal 11 Juni kemarin kita sudah signing dan tanggal 18 Juni dananya akan masuk ke dalam rekening Danantara,” pungkasnya.(*)

Penulis : Elis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *