Lifestyle Yogyakarta

Hadiri Gala Premier Film Maju, Hasto Dorong Industri Kreatif Bangun Karakter Generasi Muda

INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo menghadiri gala premier film Maju: Jejak Pahit Si Kembang Gula yang digelar di CGV Pakuwon Mall, Yogyakarta. Pada Selasa (28/7/2026). Kehadiran Hasto menjadi bentuk dukungan terhadap perkembangan industri kreatif, khususnya perfilman Indonesia yang dinilai mampu memberikan hiburan sekaligus pendidikan karakter bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Hasto menyaksikan langsung film karya anak bangsa itu bersama para undangan dan insan perfilman. Usai pemutaran film, ia menyampaikan apresiasinya terhadap kualitas cerita dan pesan moral yang diangkat dalam film tersebut.

Menurut Hasto, Maju: Jejak Pahit Si Kembang Gula tidak hanya menyajikan kisah petualangan yang menarik, tetapi juga menghadirkan pesan kehidupan yang relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.

Salah satu pesan yang paling menonjol, menurutnya, adalah pentingnya membangun komunikasi yang baik antara orang tua dan generasi muda.

“Saya sangat menikmati film ini. Film ini dibuat oleh anak bangsa dan saya mengapresiasi karya seperti ini. Semoga film ini bisa memberikan inspirasi kepada banyak orang,” ujar Hasto.

Ia menilai, tantangan komunikasi antara orang tua dan anak semakin besar seiring perkembangan zaman dan perubahan pola interaksi sosial. Tidak jarang orang tua mengalami kesulitan untuk menyampaikan pesan, nilai, maupun nasihat kepada anak-anak mereka.

“Isi film ini sangat mengena sekali. Di era sekarang kita sebagai orang tua mau berkomunikasi dengan anak atau orang yang lebih muda terkadang kehabisan kosa kata,” katanya.

Hasto menjelaskan, film dapat menjadi media yang efektif untuk menjembatani komunikasi antar generasi. Melalui alur cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, pesan-pesan positif dapat disampaikan dengan cara yang lebih mudah dipahami dan diterima oleh anak muda.

“Melalui film Maju ini kita sebagai orang tua bisa berbicara. Pesan orang tua bisa disampaikan kepada anak muda,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Hasto berharap semakin banyak karya perfilman Indonesia yang mampu menghadirkan nilai-nilai inspiratif bagi masyarakat. Menurutnya, industri kreatif memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi muda sekaligus memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat yang terus berkembang.

Ia menegaskan, bahwa film tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga dapat menjadi media edukasi yang memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter dan pola pikir generasi penerus bangsa.

“Film bukan hanya sekadar tontonan, tetapi juga bisa menjadi tuntunan. Ada banyak nilai yang bisa kita ambil dari sebuah karya film,” tambahnya.

Film Maju: Jejak Pahit Si Kembang Gula sendiri mengangkat kisah persahabatan, petualangan, dan misteri yang dialami sekelompok pelajar dalam sebuah perjalanan. Cerita berpusat pada empat sahabat, yakni Kirana, Hanna, Gerald, dan Bagas, yang bersama guru mereka, Pak Wira, melakukan survei lokasi untuk kegiatan Jambore di sebuah desa.

Perjalanan yang awalnya berlangsung biasa berubah menjadi penuh tantangan ketika Bagas tiba-tiba menghilang secara misterius setelah mereka tiba di lokasi. Dalam upaya menemukan sahabatnya tersebut, Kirana, Hanna, dan Gerald menemukan petunjuk berupa jejak potongan kembang gula kesukaan Bagas.

Petunjuk tersebut membawa mereka pada serangkaian petualangan yang menegangkan sekaligus mengungkap berbagai rahasia yang tersembunyi. Melalui perjalanan itu, mereka belajar tentang arti persahabatan, keberanian, kepedulian, kerja sama, serta pentingnya saling menjaga satu sama lain.(*)

Penulis : Elis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *