INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Salsabila Azani Wijaya (25), perempuan asal Bandung yang akrab disapa Bila atau Tata, resmi menjadi istri Rizal Aldyatma (26), putra ketiga Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dan Dwikisworo Setyowireni.
Pernikahan Salsabila dan Rizal menjadi babak baru perjalanan hubungan keduanya yang berawal dari sebuah perkenalan sederhana hingga akhirnya melangkah ke jenjang pernikahan.
Salsabila merupakan putri pasangan Dadang Godfried Wijaya Aljabri dan Min Suryani. Ia lahir dan besar di Bandung sebelum kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di Yogyakarta.
Bila menempuh pendidikan dasar di SD Bianglala Bandung. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di Al Irsyad Kota Baru dan SMA Negeri 15 Bandung.
Selepas SMA, Bila memilih melanjutkan pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, tahun angkatan 2019. Ia mengambil program studi Manajemen dan Kebijakan Publik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM, dan menyelesaikan pendidikan sarjananya pada 2024, dengan IPK 3.79.
Aktif Berorganisasi Selama Kuliah di UGM
Selama menjadi mahasiswa UGM, Salsabila tidak hanya fokus pada kegiatan akademik. Ia juga aktif mengikuti berbagai organisasi dan kegiatan kemahasiswaan.
Bila bergabung dalam BEM KM (Serikat Mahasiswa) UGM, DEMA (Dema) Fisipol dan mengikuti kegiatan di lingkungan Fisipol. Ia juga aktif dalam himpunan GAMAPI (Keluarga Mahasiswa Manajemen dan Kebijakan Publik), di program Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik (DMKP).
Aktivitas tersebut membuat pengalaman Bila selama kuliah tidak hanya berkutat pada ruang kelas. Ia juga mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan organisasi, kebijakan publik, serta isu sosial.
“Saya selama di UGM lumayan aktif mengikuti. Dari BMKM UGM saya ikut, tema Fisipol, lalu himpunan di jurusan juga saya ikut,” kata Bila.
Pengalaman Bila juga berkembang hingga ke tingkat internasional. Ia pernah menjadi Global Goals Ambassador untuk Sustainable Development Goals (SDGs) di Malaysia.
Selain itu, Bila pernah menjalani program magang di Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), lembaga kajian atau think tank yang didirikan Dino Patti Djalal.
“Saya juga dulu sempat jadi Global Goals Ambassador SDG di Malaysia, terus sisanya saya sempat juga jadi intern di think tank di Jakarta, punya Pak Dino Patti Djalal di FPCI,” ujarnya.
Tidak hanya aktif dalam organisasi dan kegiatan eksternal, Bila juga memiliki pengalaman akademik sebagai asisten riset dan asisten dosen.
Saat masih kuliah, ia sempat menjadi asisten riset bagi sejumlah dosen. Ia juga dipercaya menjadi asisten dosen untuk tiga mata kuliah.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan akademik Bila sebelum akhirnya menyelesaikan studi Manajemen dan Kebijakan Publik di UGM.
Pertemuan Salsabila dengan Rizal Aldyatma
Di tengah perjalanan pendidikan dan aktivitasnya di Yogyakarta, Bila kemudian bertemu dengan Rizal Aldyatma.
Pertemuan pertama keduanya terjadi melalui perantara seorang teman. Menariknya, perkenalan tersebut sebenarnya tidak direncanakan secara khusus untuk mempertemukan Bila dengan Rizal.
Bila bercerita, saat itu Kevin yang sebelumnya hendak dikenalkan kepada sahabatnya, Ayu, justru mengajak dirinya ke sebuah kafe. Di tempat tersebut, Bila kemudian diperkenalkan dengan Rizal pada Mei 2025.
“Saya itu pertama kali ketemu sama Mas Rizal dikenalkan. Kevin ini dulu saya jodohkan dengan sahabat saya, Ayu. Terus suatu waktu Kevin ini mengajak saya ke suatu kafe, dikenalkan dengan Mas Rizal,” ungkap Bila.
Namun, pertemuan pertama tersebut belum langsung membuat keduanya dekat. Bahkan, Bila dan Rizal belum langsung bertukar akun Instagram setelah perkenalan tersebut. Keduanya baru kembali berkomunikasi sekitar satu bulan kemudian.
“Kita bahkan belum tukeran-tukeran Instagram. Baru mungkin sebulan setelah itu Mas Rizal mengontak saya,” tutur Bila.
Komunikasi yang terjalin kemudian membuat hubungan keduanya semakin dekat. Setelah melalui masa pendekatan, Bila dan Rizal akhirnya menjalin hubungan selama sekitar satu setengah tahun.
Jalani Hubungan Dua Kota, Bandung dan Yogyakarta
Hubungan Bila dan Rizal juga mempertemukan dua kota yang menjadi bagian penting dalam kehidupan keduanya, yakni Bandung dan Yogyakarta.
Bila berasal dari Bandung, sedangkan Rizal memiliki aktivitas dan keluarga di Yogyakarta. Proses pendekatan keduanya pun berlangsung dengan latar dua kota tersebut.
Perjalanan dari masa perkenalan hingga hubungan yang semakin serius, Rizal melamar Bila pada Maret 2026, berlanjut akad pada bulan September akhirnya membawa keduanya menuju resepsi pesta pernikahan pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Bagi Bila, keputusan menikah dengan Rizal juga tidak lepas dari sosok Rizal yang ia kenal selama menjalani hubungan.
Salsabila Kagumi Ketulusan Rizal
Bila menilai Rizal sebagai sosok yang tulus dan memiliki kepedulian terhadap orang lain. Menurutnya, Rizal terbiasa membantu dan memberikan sesuatu kepada orang lain tanpa mengharapkan imbalan.
“Saya merasa Mas Rizal ini sosok yang sangat tulus. Orangnya selalu melakukan segala sesuatu, memberikan ke orang lain itu tanpa pamrih,” kata Bila.
Selain ketulusan, Bila juga mengagumi wawasan Rizal yang menurutnya sangat luas. Menurut Bila, keluasan wawasan tersebut membuat komunikasi dengan Rizal selalu menarik. Pembicaraan keduanya bisa berkembang dari satu topik ke topik lain tanpa kehilangan alur.
“Beliau juga sangat luas wawasannya, jadi seru ngobrolinnya. Kalau misalnya kita lagi ngobrolin topik A, bisa ke topik Z tiba-tiba dan tetap enak flow-nya,” ujarnya.
Bila juga menggambarkan, Rizal sebagai pribadi yang insightful, supel, rendah hati, dan membumi.
“Beliau insightful sekali, supel dan juga very humble dan down to earth,” tutur Bila.
Kini, perjalanan panjang tersebut membawa Salsabila Azani dan Rizal Aldyatma ke kehidupan baru sebagai pasangan suami istri.
Salsabila, perempuan kelahiran Bandung dan lulusan UGM, akhirnya menjadi bagian dari keluarga Hasto Wardoyo. Sementara perjalanan cintanya bersama Rizal menjadi kisah yang mempertemukan Bandung dan Yogyakarta dalam sebuah ikatan keluarga.(*)
Penulis : Elis
