News Yogyakarta

PWI DIY Perjuangkan Udin sebagai Pahlawan Nasional demi Menguatkan Sejarah Kebebasan Pers

INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Tim Adhoc Pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional terus memperkuat upaya mendorong pengakuan negara terhadap Fuad Muhammad Syafruddin atau Udin, wartawan Harian Bernas yang menjadi korban kekerasan pada masa Orde Baru.

Upaya tersebut dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) bersama Wakil Menteri Sosial (Wamensos) RI, Agus Jabo Priyono, pada Sabtu (24/10) malam di Wisma Kemensos Tat Twam Asi, Jalan Sabirin Nomor 19, Kotabaru, Yogyakarta.

“Diskusi ini membahas urgensi pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional sekaligus langkah strategis untuk memperkuat dokumen sejarah dan persyaratan administrasi yang diperlukan dalam proses pengajuan gelar,” Ungkap Ki Bambang Widodo, Ketua Tim Ad Hoc pada keterangan, Senin (26/10/2026).

Rombongan PWI DIY dipimpin Ketua PWI DIY, Hudono, didampingi Sekretaris Primaswolo Sudjono. Hadir pula Ketua Tim Adhoc Pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional, Ki Bambang Widodo, bersama anggota tim Ahmad Ikhwanuddin, Agus Susanto, Kusno Setyo Utomo, Rosihan Anwar, dan Sigit Purwita.

“Perjuangan Udin memiliki arti penting bagi sejarah pers Indonesia. Keberaniannya menjalankan tugas jurnalistik di tengah tekanan kekuasaan menjadi pengingat bahwa kebebasan pers, kebebasan berpendapat, demokrasi, dan penegakan kebenaran merupakan bagian penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Hudono, Ketua PWI DIY.

Menurutnya, pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional tidak hanya dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan kepada seorang wartawan, tetapi juga sebagai upaya mendorong pengakuan negara terhadap perjuangan menjaga kebebasan berekspresi, keadilan, dan hak asasi manusia.

Diskusi tersebut juga dihadiri penasihat Tim Adhoc Ahmad Subagya dan Taufik Juwariyanto, serta peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Muhammad Najib Azca, S.Sos., Ph.D.

Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono menyambut baik ikhtiar PWI DIY dan Tim Adhoc dalam memperjuangkan gelar Pahlawan Nasional bagi Udin.

Dalam diskusi tersebut, nilai kepahlawanan dipandang perlu terus dihidupkan melalui keberanian melawan ketidakadilan, membela kebenaran, dan memperkuat kedaulatan bangsa.

“Dalam konteks sejarah pers, perjuangan Udin relevan dengan upaya menjaga kemerdekaan pers yang sehat, bertanggung jawab, dan berintegritas,” kata Agus.

Selain membahas nilai perjuangan Udin, pertemuan tersebut menyoroti pentingnya kelengkapan dokumen sejarah dan administrasi sebagai bagian dari proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional.

“Seluruh dokumen perlu dipersiapkan sesuai ketentuan yang berlaku agar proses penelitian dan pengkajian, baik di tingkat daerah maupun pusat, dapat berjalan dengan baik,” jelas Agus.

Dalam pembahasan pengusulan tersebut, gelar Pahlawan Nasional bagi Udin dan Marsinah, turut muncul rencana agar Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pahlawan (TP2GP) bersama Kementerian Sosial meninjau langsung lokasi di Bantul.

Peninjauan tersebut direncanakan mencakup pemeriksaan lokasi, nisan, serta dokumen pendukung yang berkaitan dengan pengusulan kedua tokoh.

Dukungan terhadap pelestarian sejarah juga menjadi perhatian, termasuk kemungkinan penamaan gedung atau jalan untuk mengenang perjuangan tokoh. Khusus penamaan jalan, prosesnya harus mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan, regulasi daerah, dan persetujuan DPRD sesuai kewenangannya.

PWI DIY dan Tim Adhoc juga membahas strategi memperluas dukungan organisasi profesi terhadap pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional.

Dukungan PWI Pusat diharapkan dapat memperkuat komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Bantul dan Bupati Bantul sehingga pengusulan tersebut memperoleh dukungan lebih luas di tingkat daerah.

Momentum Hari Pers Nasional (HPN) turut dibahas sebagai kesempatan untuk mengangkat kembali perjuangan Udin dalam agenda nasional. Salah satu gagasan yang muncul adalah deklarasi atau penegasan gerakan pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional dalam rangkaian peringatan HPN di Lampung yang direncanakan dihadiri Presiden.

Selain itu, Tim Adhoc perlu menghimpun kliping pemberitaan, dokumen sejarah, dan bukti putusan hukum yang relevan. Berbagai bahan tersebut diperlukan untuk memperkuat rekam jejak Udin sekaligus menyusun penjelasan berbasis bukti mengenai berbagai persoalan yang pernah dikaitkan dengan dirinya.(*)

Penulis : Elis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *