INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Kelompok musik Kiai Kanjeng menghadirkan pertunjukan musik yang memadukan kekayaan musik tradisional Jawa dengan unsur musik modern dan mancanegara. Penampilan tersebut menyuguhkan harmoni gamelan, gitar, serta beragam lagu Jawa hingga lagu Barat dalam satu pertunjukan yang atraktif di Purawisata Amphitheater, Tasneem Hotel Malioboro, Yogyakarta.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Ellya Shari, mengapresiasi konsep pertunjukan Kiai Kanjeng yang mampu mengemas budaya tradisional menjadi lebih menarik dan dekat dengan generasi muda.
“Perpaduan instrumen gamelan dengan alat musik modern serta aransemen lagu yang dinamis membuktikan bahwa budaya tidak harus selalu ditampilkan secara konvensional. Budaya itu tidak selalu membosankan. Kita juga bisa melihat budaya dari sisi yang menyenangkan, lebih fun, bahkan lebih funky,” ungkap Ellya. Kamis (5/11/2026).
Ia menilai penampilan Kiai Kanjeng memiliki daya tarik tersendiri karena mampu menyentuh berbagai kalangan, termasuk anak muda. Karena itu, pendekatan kreatif semacam ini penting untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya kepada generasi penerus.

Apresiasi juga disampaikan Mantan Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin, yang turut hadir menyaksikan pertunjukan tersebut.
“Saya bersyukur dapat kembali menikmati musik Kiai Kanjeng, kelompok musik ini tidak hanya piawai memainkan beragam instrumen, tetapi juga mampu memadukannya musik dengan berbagai budaya,” katanya.
Ia menyebut kiprah Kiai Kanjeng tidak lepas dari peran Mbah Nun atau Emha Ainun Nadjib yang selama puluhan tahun menjadikan musik sebagai sarana pendidikan, pemeliharaan nilai seni, budaya, dan kemanusiaan.
“Musik menjadi sarana agar jiwa seni dan nilai-nilai budaya yang ada pada diri kita senantiasa terjaga, terpelihara, dan terawat dengan baik demi peningkatan peradaban kehidupan bersama,” kata Lukman.(*)
Penulis : Elis
