INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Dalam menjaga ketertiban perayaan tahun baru 2025, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda) DIY dan Pemerintah Kota (Pemkot)Yogyakarta dalam upaya memberikan rasa aman dan nyaman. Memasang CCTV untuk diandalkan mengatasi kelancaran Lalu Lintas (Lalin) dibeberapa titik pergerakan pengunjung juga kendaraan masuk ke Yogyakarta.
Pemkot Yogyakarta dalam upayanya menjaga kelancaran lalu lintas menggunakan teknologi Area Traffic Control System (ATCS) yang di tempatkan di Center Control Room Dinas Perhubungan, Giwangan, Kota Yogyakarta..
ATCS tersebut, merupakan sistem pengendalian lalu lintas berbasis teknologi informasi pada suatu kawasan melalui monitoring dan koordinasi pengaturan lampu lalu lintas di setiap persimpangan.
Kepala Dishub Kota Yogyakarta Agus Arif Nugroho menyatakan, ada 38 Sinpang jalan yang terdapat Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) dipasangi ATCS.
“ATCS dipasang di simpang jalan yang terdapat APILL. Sudah ada 38 simpang jalan ber-APILL di Kota Yogyakarta yang dilengkapi ATCS. Dengan alat ini pihaknya dapat memantau kondisi lalu lintas melalui kamera CCTV dan mengatur durasi lampu APILL untuk mengurai kepadatan lalu lintas dari ruang kontrol ATCS,” terangnya. Selasa (31/12/2024).
Agus menambahkan, pengaturan itu dilakukan bila terjadi peningkatan arus lalu lintas, maka durasi lampu hijau pada APILL akan ditambah. Pihaknya juga menambah voice announcer untuk menyampaikan informasi sebagai mengingatkan bagi pengendara yang melanggar lalu lintas yang berhenti melewati garis marka.
“Kami bisa mengingatkan bila posisi kendaraan yang (berhenti) tidak pada tempatnya, tidak harus di lokasi. Alat ini bisa dimonitoring dari kantor,” jelasnya.
Penjabat Walikota Yogyakarta Sugeng Purwanto menyambut pengadaan sistem monitoring ATCS yang disiapkan oleh jajaran Dinas Perhubungan (Dishub), karena bisa bermanfaat untuk beragam sarana keamanan serta ketertiban lalin di wilayah Kota Yogyakarta.
“ATCS ini inovasi yang baik sekali, karena bisa bermanfaat untuk beragam sarana keamanan serta ketertiban lalin di wilayah Kota Yogyakarta. Saya berharap ini bisa ditingkatkan dengan menambah layar CCTV dibeberapa bagian lagi agar pantaunnya jadi lebih maksimal,” ujar Sugeng.

Ketua Komisi C DPRD Kota Yogyakarta Bambang Seno Baskoro mendukung penuh keberadaan ATCS di semua simpang jalan raya di Kota Yogyakarta. Termasuk dimungkinkan tambahan kamera di sisi yang tidak bisa diakses dari kamera ATCS karena untuk memantau keamanan dan membantu jika terjadi tindak kriminalitas.
“Komisi C, sangat mendukung penuh. harapannya anggaran perubahan dapat dimanfaatkan untuk memfasilitasi penambahan kamera high resolution 360 derajat yang harganya cukup fantastis yaitu 80 juta per kamera ATCS pada setiap simpang dan juga penambahan sumber daya manusia untuk pergantian jadwal shift malam operasional ATCS. Ini penting karena untuk memantau keamanan dan membantu jika terjadi tindak kriminalitas,” tegas Bambang.
Selain itu di kesempatan yang berbeda, Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda DIY, AKBP Widya Mustikaningrum juga memfasilitasi perluasan pemasangan CCTV. Dia mengatakan ada lima kabupaten yang diberikan sarana tersebut..
“Kemungkinan akan ada pergerakan 9,2 juta wisatawan yang masuk ke Yogyakarta pada masa liburan ini, kami memasang 374 CCTV di lima kabupaten/kota. Untuk kawasan Malioboro, ada 13 CCTV dari Teteg Sepur hingga Titik Nol,” ungkapnya.
Widya memaparkan, melalui fitur Smart Dashboard yang ada di Sistem Smart Province, pergerakan wisatawan dapat dipantaunya secara detil, termasuk mengklasifikasi jenis kelamin wisatawan.
Selain itu, layar CCTV-nya juga bisa mendeteksi pelanggaran lalu lintas seperti menyeberang atau buang sampah sembarangan.
“Kami bisa melihat pelanggaran yang dilakukan melalui sistem,” kata Widya.
Untuk pengoptimalan, Widya juga melakukan manajemen dan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan arus kendaraan.
“Kami juga melakukan identifikasi lokasi-lokasi yang berpotensi sering terjadi rawan kemacetan terutama dijalur-jalur wisata, selain itu agar lebih optomal kami juga penempatan petugas pada posko-posko yang telah ditempatkan,” kata Widya.(*)
Penulis : Elis
