Bisnis Yogyakarta

BMT Indonesia Gelar Lokakarya 2026, Bahas Transformasi Digital dan Ekonomi Umat

INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Gerakan Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi umat melalui penyelenggaraan Lokakarya Nasional BMT 2026. Kegiatan tahunan ini menjadi forum strategis bagi para pengelola BMT dari berbagai daerah untuk merumuskan arah kebijakan, memperkuat kelembagaan, serta merespons tantangan zaman, khususnya di era digital dan kecerdasan buatan (AI).

Direktur Eksekutif Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (Pinbuk), Aslichan Burhan, menjelaskan kegiatan ini merupakan kolaborasi dari tiga pilar utama dalam ekosistem BMT, yakni Pinbuk, Induk Koperasi Syariah BMT (INKOPSA), dan Asosiasi BMT Se-Indonesia (ABSINDU).

Menurutnya, ketiga lembaga tersebut memiliki peran yang saling melengkapi. Pinbuk berfokus pada pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan, pendampingan, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), hingga digitalisasi. Sementara INKOPSA bergerak di sektor bisnis dengan memperkuat jejaring antar BMT sebagai koperasi sekunder. Adapun ABSINDU berperan sebagai asosiasi yang mendorong advokasi, termasuk penguatan regulasi seperti Rancangan Undang-Undang (RUU) Koperasi, akreditasi kelembagaan, serta sertifikasi SDM BMT.

“Lokakarya ini menjadi agenda rutin tahunan untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antar gerakan BMT. Tahun sebelumnya digelar di Bogor, lalu di Palu, Makassar, dan kota-kota lainnya,” ujar Aslichan. Minggu (19/4/2026).

Dalam perjalanannya yang telah melampaui tiga dekade, BMT kini dihadapkan pada perubahan besar, mulai dari transformasi digital, perkembangan teknologi AI, hingga dinamika geopolitik global. Kondisi ini menuntut BMT untuk terus beradaptasi dan melakukan inovasi agar tetap relevan dan kompetitif.

Melalui lokakarya ini, para peserta diajak melakukan evaluasi menyeluruh (muhasabah), sekaligus merumuskan langkah strategis dalam memperkuat kelembagaan dan mempercepat transformasi digital.

“Kita harus menjaga ketahanan, memperkuat aspek yang masih kurang, serta merespons perkembangan zaman dengan strategi yang tepat,” jelasnya.

Direktur Eksekutif Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (Pinbuk), Aslichan Burhan | Foto : Elis

Lokakarya Nasional BMT 2026 diikuti sekitar 160 peserta yang terdiri dari manajer dan pengurus BMT dari berbagai wilayah di Indonesia. Peserta datang dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Lampung, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan, hingga Nusa Tenggara Timur.

Keikutsertaan peserta lintas daerah ini menunjukkan kuatnya jaringan BMT sebagai salah satu pilar ekonomi berbasis koperasi syariah yang berperan dalam pemberdayaan masyarakat.

Salah satu fokus utama dalam lokakarya ini adalah merumuskan strategi pengembangan BMT ke depan yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan melalui sinergi program antar lembaga.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan model bisnis APEX, yakni konsep lembaga “cangkang” yang diperkuat oleh BMT sebagai kakak asuh.

Model ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antar koperasi, termasuk dengan koperasi desa seperti program Koperasi Desa Merah Putih.

Tak hanya itu, lokakarya juga menghadirkan pelatihan pemanfaatan teknologi, termasuk penggunaan kecerdasan buatan (AI), sebagai bagian dari transformasi digital yang tengah didorong dalam ekosistem BMT.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini juga dikemas dengan agenda wisata edukatif ke Desa Wisata Gunung Api Purba Nglanggeran. Agenda ini bertujuan memperkenalkan potensi wisata lokal kepada peserta dari luar daerah sekaligus mempererat kebersamaan antar peserta.

“Harapannya, selain mendapatkan materi strategis, peserta juga bisa mengenal potensi daerah, khususnya Yogyakarta,” tambah Aslichan.(*)

Penulis : Elis

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *