Headline Jabodetabek

Sejumlah Lajur Tol Jakarta-Tangerang Ditutup Bertahap hingga 2 Juni 2026, Ini Titiknya

INTENS PLUS – JAKARTA. Sejumlah lajur di ruas Jalan Tol Jakarta-Tangerang akan ditutup secara bertahap hingga 2 Juni 2026 seiring pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan jalan yang dilakukan oleh Jasa Marga. 

Penutupan dilakukan di sejumlah titik untuk mendukung pekerjaan rekonstruksi perkerasan dan Scrapping, Filling, Overlay (SFO).

Program pemeliharaan tersebut menjadi bagian dari preservasi jalan secara berkala guna menjaga kondisi jalan tol tetap prima, aman, dan nyaman dilintasi pengguna kendaraan. Selain itu, langkah ini juga dilakukan untuk memastikan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) jalan tol.

Pekerjaan dilaksanakan oleh Representative Office 2 Jasamarga Metropolitan Tollroad bersama PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) mulai 22 Mei hingga 2 Juni 2026. Selama proses pengerjaan berlangsung, lajur yang menjadi lokasi pekerjaan akan ditutup sementara, sementara lajur lainnya tetap dioperasikan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas.

Untuk pekerjaan Scrapping, Filling, Overlay (SFO) arah Jakarta, terdapat beberapa titik yang menjadi lokasi pengerjaan. Pekerjaan pertama dilakukan di lajur 1 KM 13+570 sampai KM 13+350 pada 24-25 Mei 2026.

Selanjutnya, pekerjaan berlanjut di lajur 1 KM 13+335 sampai KM 13+105 pada 29-30 Mei 2026. Setelah itu, perbaikan juga dilakukan di lajur 3 KM 19+725 sampai KM 19+600 pada 30-31 Mei 2026.

Pekerjaan SFO ini dilakukan untuk memperbaiki kondisi lapisan permukaan jalan agar tetap rata dan nyaman dilalui kendaraan, terutama di tengah tingginya volume lalu lintas harian di ruas tol tersebut.

Selain SFO, pekerjaan rekonstruksi perkerasan arah Jakarta juga dilakukan di sejumlah titik strategis. Salah satunya berada di akses bus Off Ramp Kebun Jeruk yang berlangsung pada 23-25 Mei 2026.

Kemudian pekerjaan dilanjutkan di bahu luar KM 23+475 sampai KM 23+175 pada 25-27 Mei 2026. Selanjutnya, rekonstruksi dilakukan di lajur 1 KM 13+280 sampai KM 13+105 pada 28-30 Mei 2026.

Pekerjaan terakhir arah Jakarta dilakukan di lajur 1 KM 9+890 sampai KM 9+850 yang dijadwalkan berlangsung mulai 31 Mei hingga 2 Juni 2026.

Tidak hanya ruas menuju Jakarta, pekerjaan rekonstruksi perkerasan juga dilakukan di arah Tangerang. Lokasi pertama berada di lajur 1 KM 18+010 sampai KM 18+080 yang berlangsung pada 26-28 Mei 2026.

Selanjutnya, pekerjaan dilakukan di lajur 2 KM 20+190 sampai KM 20+250 pada 28-30 Mei 2026. Kemudian titik terakhir berada di lajur 2 KM 14+908 sampai KM 14+968 pada 30 Mei hingga 1 Juni 2026.

Dengan adanya pekerjaan tersebut, pengguna jalan diimbau untuk mengantisipasi potensi perlambatan lalu lintas, terutama pada jam sibuk.

Senior Manager Representative Office 2 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, Ginanjar Bekti Rakhmanto, mengatakan seluruh pekerjaan dilakukan secara bertahap agar tidak mengganggu arus kendaraan secara signifikan.

Menurutnya, pemeliharaan jalan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam menjaga kualitas layanan jalan tol bagi masyarakat.

“Pemeliharaan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kami untuk menjaga kondisi perkerasan tetap aman dan nyaman dilintasi pengguna jalan. Pelaksanaan pekerjaan juga kami lakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, pengaturan lalu lintas, serta upaya meminimalisir gangguan perjalanan selama pekerjaan berlangsung,” kata Ginanjar, Minggu (24/5/2026).

Selama pekerjaan berlangsung, Jasa Marga juga menyiapkan pengamanan lalu lintas berupa rambu-rambu tambahan, barrier, lampu rotator, hingga penempatan petugas di lapangan guna memastikan keselamatan pengguna jalan.

Pihak Jasa Marga mengimbau seluruh pengguna jalan tol untuk berhati-hati saat melintas di area pekerjaan dan mematuhi seluruh rambu lalu lintas serta arahan petugas.

Pengendara juga disarankan mengatur waktu perjalanan dan mempertimbangkan alternatif rute guna menghindari kepadatan lalu lintas selama proses pemeliharaan berlangsung hingga awal Juni 2026.

Informasi terkait kondisi lalu lintas dan pekerjaan jalan juga dapat dipantau melalui kanal resmi Jasa Marga maupun layanan informasi lalu lintas yang tersedia.(*)

Penulis : FDA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *