Politik Yogyakarta

DPC PDIP Yogyakarta Gelar Doa Bersama dan Potong Tumpeng Peringati Hari Lahir Bung Karno

INTENS PLUS – YOGYAKARTA. DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta menggelar doa bersama dan potong tumpeng dalam rangka memperingati Hari Lahir Bung Karno, Sabtu (6/6). Kegiatan tersebut diikuti seluruh unsur pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, pengurus PAC se-Kota Yogyakarta, Satgas Andhika Wiratama, serta Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Yogyakarta.

Ketua Bamusi Yogyakarta, Muhammad Tholib SM, mengajak seluruh kader untuk mendoakan Bung Karno sekaligus meneruskan perjuangan sang Proklamator dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat.

“Mari kita doakan bersama Bung Karno dan meneruskan perjuangan beliau dalam membawa masyarakat Indonesia lebih sejahtera. Setiap kader PDI Perjuangan menjalankan keteladanan dan pelajaran keikhlasan juga perjuangan Bung Karno,” ujarnya dikutip, Minggu (7/6/2026).

Kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan semangat gotong royong dalam mengimplementasikan ajaran Bung Karno di tengah masyarakat.

Wakil Ketua Bidang Keagamaan dan Kepercayaan DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Puji Widodo, mengatakan doa bersama tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno yang digelar untuk memperkuat semangat perjuangan kader.

“DPC PDI Perjuangan mengisi Bulan Bung Karno dengan beragam kegiatan. Doa bersama di hari lahir Bung Karno bagian dari kebersamaan untuk menambah semangat dan motivasi bagi kader dalam perjuangan bersama membawa kesejahteraan rakyat Yogyakarta,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, menegaskan bahwa peringatan Bulan Bung Karno tidak sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperdalam penghayatan terhadap nilai-nilai Pancasila dan ajaran Bung Karno.

Menurutnya, semangat gotong royong, pengabdian kepada rakyat, serta mendahulukan kepentingan bangsa harus terus menjadi pedoman dalam setiap langkah kader PDI Perjuangan.

“Pembatinan ajaran Bung Karno dan nilai Pancasila harus selalu menjiwai tiap gerak langkah kader PDI Perjuangan. Ikhlas berjuang dan mendahulukan kepentingan umum, kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi penting diaktualkan dalam kehidupan keseharian. Mempelajari dan menghayati Marhaenisme sebagai spirit juang melawan penindasan kapitalisme dan melawan penjajahan gaya baru,” kata Eko Suwanto.

Kegiatan ditutup dengan menyanyikan lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa dan perjuangan Presiden pertama Republik Indonesia tersebut.(*)

Penulis : Elis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *