Jabodetabek UMKM

350 Perempuan Pelaku Usaha Terpilih Jadi Binaan Pertamina Lewat PFpreneur 2026, Siap Naik Kelas dan Go Global

INTENS PLUS – JAKARTA. PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Foundation resmi menginaugurasi 350 perempuan pelaku usaha atau womenpreneur terbaik dalam Program PFpreneur 2026. Mereka terpilih dari total 8.210 UMKM perempuan dari berbagai daerah di Indonesia yang mendaftar dan mengikuti serangkaian pembelajaran serta seleksi berjenjang selama tiga bulan terakhir.

Program PFpreneur merupakan bagian dari ekosistem pembinaan UMKM Pertamina yang dijalankan Pertamina Foundation sebagai upaya memperkuat ekonomi nasional melalui pemberdayaan perempuan. Program ini sekaligus menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan daya saing UMKM agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital dan menembus pasar global.

Sejak diluncurkan pada 2020, PFpreneur telah memberdayakan 6.325 perempuan wirausaha di Indonesia dan sebanyak 840 di antaranya telah menjadi mitra binaan program tersebut.

Direktur Operasi Pertamina Foundation, Gusman Adiwardhana, mengatakan bahwa proses seleksi PFpreneur 2026 dirancang secara komprehensif agar para peserta tidak hanya memperoleh ilmu kewirausahaan, tetapi juga memiliki kesiapan untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

“Tahun 2026, terpilih 350 womenpreneur yang telah melalui proses pembelajaran dan penguatan kapasitas yang terbagi menjadi empat tahapan seleksi, yakni pra-kurasi, kurasi 1, kurasi 2, dan kurasi final dengan sistem seleksi melalui pre-test, post-test, dan penugasan berkelompok,” ujar Gusman dalam laporan pelaksanaan PFpreneur 2026 di Gedung Oil Centre, Thamrin, Jakarta Pusat. Minggu (21/6/2026).

PFpreneur 2026 menerapkan sistem pembinaan yang dilakukan secara bertahap. Setiap peserta harus melewati proses kurasi dan peningkatan kapasitas sebelum akhirnya dinyatakan lolos menjadi mitra binaan Pertamina.

Pada tahap Pra-Kurasi, sebanyak 3.489 peserta lolos seleksi administrasi dan mendapatkan pembelajaran dasar kewirausahaan. Materi yang diberikan meliputi kepemimpinan, pemahaman konsumen, serta penguatan nilai produk dan pasar.

Gelaran PFpreneur 2026 di di Gedung Oil Centre, Thamrin, Jakarta Pusat | Foto : Ist

Tahapan berikutnya adalah Kurasi 1, yang diikuti oleh 2.339 peserta. Pada fase ini, para peserta memperoleh pembelajaran mengenai operasional bisnis, struktur biaya, penetapan harga, analisis kompetitor, strategi pemasaran, hingga evaluasi penjualan.

Selanjutnya, sebanyak 1.279 UMKM lolos ke Kurasi 2. Mereka dibekali materi pengembangan produk, branding dan positioning bisnis, pembuatan konten visual promosi, hingga pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung pertumbuhan usaha.

Sementara itu, pada Kurasi Final, sebanyak 802 peserta mendapatkan pendampingan intensif terkait strategi pertumbuhan bisnis, pengelolaan keuangan, penyusunan pitch deck, kemampuan public speaking, serta keterampilan negosiasi dan komunikasi bisnis.

Dari seluruh rangkaian tersebut, sebanyak 350 perempuan pelaku usaha terbaik akhirnya ditetapkan sebagai mitra binaan Pertamina melalui PFpreneur 2026.

Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero) sekaligus Dewan Pembina Pertamina Foundation, Emma Sri Martini, mengatakan bahwa penguatan sektor UMKM merupakan salah satu kunci menghadapi tantangan ekonomi global. Menurutnya, Indonesia memiliki kekuatan domestik yang besar karena ditopang oleh jutaan pelaku UMKM yang tersebar di berbagai daerah.

“Kekuatan domestik Indonesia terletak pada sektor UMKM-nya. PFpreneur menjadi salah satu bentuk upaya Pertamina dalam melakukan penguatan kekuatan domestik dengan memberikan pembinaan, kurasi, dan funneling secara bertahap,” ujar Emma.

Ia menambahkan, para pelaku usaha perempuan perlu didorong agar mampu melakukan transformasi digital sehingga bisnis yang dijalankan dapat berkembang lebih luas.

“Harapannya, usaha lokal para womenpreneur ini memiliki kemampuan untuk Go Digital dan Go Online. Ketika fundamentalnya sudah kuat, kita lakukan leverage marketing untuk membawa mereka Go Global. Hal ini sejalan dengan Asta Cita terkait pertumbuhan ekonomi nasional melalui pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.

UMKM binaan PFpreneur 2026 | Foto : Ist

Transformasi digital tersebut dinilai menjadi langkah penting agar UMKM Indonesia mampu bersaing di tengah perubahan perilaku konsumen dan perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Apresiasi terhadap pelaksanaan PFpreneur 2026 juga disampaikan Ketua Umum Persatuan Wanita Patra Pusat, Priscilia Simon Mantiri. Menurutnya, pemberdayaan perempuan bukan hanya memberikan manfaat bagi individu, tetapi juga berdampak luas terhadap keluarga, lingkungan, hingga pembangunan bangsa.

“Ketika seorang perempuan berdaya, yang tumbuh bukan hanya dirinya. Keluarganya ikut bertumbuh, lingkungannya ikut berkembang, dan pada akhirnya bangsa ini pun ikut menjadi lebih kuat. Karena itu kami percaya bahwa investasi terbaik adalah investasi pada manusia, khususnya perempuan,” ujar Priscilia.

Ia juga menilai, 350 womenpreneur yang terpilih merupakan bukti bahwa perempuan Indonesia memiliki daya juang dan kemampuan adaptasi yang tinggi dalam menjalankan usaha.

“Energi bukan hanya tentang sumber daya yang menggerakkan kehidupan tetapi juga hadir dalam diri manusia. Dan saya melihat energi itu ada di para womenpreneur yang memiliki semangat untuk terus belajar, terus berusaha, dan terus berani melangkah maju,” ucapnya.

Perjalanan para peserta tidak berhenti setelah dinyatakan lolos menjadi binaan PFpreneur 2026. Pertamina telah menyiapkan jalur pembinaan lanjutan melalui UMK Academy yang dirancang untuk memperkuat kapasitas bisnis para pelaku UMKM.

Emma berharap para peserta terus mempertahankan semangat belajar agar mampu menjadi pengusaha yang berkelanjutan dan berdampak bagi masyarakat.

“Menjadi bagian dari PFpreneur adalah sebuah pencapaian, tetapi yang lebih penting adalah menjaga semangat untuk terus belajar. Pertamina melalui program TJSL telah menyiapkan jalur pembinaan berkelanjutan, yakni UMK Academy agar para pelaku UMKM terus berkembang menjadi pengusaha yang berdaya saing dan memberikan dampak bagi lingkungan sekitarnya,” tutur Emma.

Salah satu peserta yang mendapat apresiasi dalam PFpreneur 2026 adalah pemilik usaha Genah, Shaskia Yasmin Susthira, yang berhasil meraih penghargaan Best Sustainable Product.

Usaha yang dikembangkannya berfokus pada produksi tas bermotif budaya Indonesia dengan memanfaatkan teknik upcycling kain sebagai bagian dari konsep bisnis berkelanjutan.

Shaskia mengaku bersyukur, dapat menjadi bagian dari program PFpreneur dan merasakan langsung manfaat pembinaan yang diberikan.

“Alhamdulillah lolos menjadi binaan Pertamina melalui program PFpreneur. Terima kasih atas materi pembelajaran yang diberikan sehingga usaha dan diri saya sebagai wirausaha semakin berkembang,” ujarnya.

Melalui PFpreneur 2026, Pertamina menunjukkan komitmennya untuk terus memperluas pemberdayaan perempuan Indonesia. Dengan menggabungkan pembelajaran bisnis, digitalisasi, pendampingan, hingga akses pembinaan berkelanjutan, para womenpreneur diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga naik kelas, memperluas pasar, dan menjadi pelaku usaha yang siap bersaing di tingkat global.(*)

Penulis : FDA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *