INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Pureway Run Jogja 2026 menjadi langkah awal menghadirkan ajang olahraga Muslim dengan konsep syar’i di Yogyakarta. Mengusung tema “More Than A Run: A Morning Filled With Energy, Connection, and Experience”, kegiatan ini sukses digelar di Jogja Expo Center (JEC), Banguntapan, Bantul, Minggu (21/6/2026).
Sejak pukul 05.40 WIB, ratusan peserta telah memadati area JEC untuk mengikuti kegiatan lari dengan semangat “Run. Connect. Celebrate”. Acara ini tidak hanya menawarkan aktivitas olahraga, tetapi juga mengedepankan kebersamaan, silaturahmi, dan penerapan gaya hidup sehat yang selaras dengan nilai-nilai Islam.
Berbagai fasilitas turut disediakan panitia untuk menambah pengalaman peserta, mulai dari tiket masuk Shafiyah Expo, refreshment, produk dari Kahf dan Wardah, photobooth 360 derajat, hingga doorprize.
Ketua Penyelenggara Syafiyah Expo 2026, Betta Farah, mengatakan Pureway Run Jogja 2026 merupakan event perdana yang digagas Syafiyah sebagai upaya menghadirkan ruang olahraga yang nyaman bagi Muslim dan Muslimah.
Menurutnya, konsep tersebut berangkat dari semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan di tengah aktivitas yang padat.
“Sekarang kita harus menerapkan hidup sehat agar bisa terus berkarya. Karena konsepnya syariah, saya mencoba mengemasnya menjadi sebuah konsep Muslim Run,” ujar Betta Farah.
Ia menjelaskan, Pureway Run tidak sekadar menghadirkan ajang olahraga biasa, tetapi juga menjadi wadah bagi masyarakat Muslim yang ingin tetap aktif berolahraga tanpa meninggalkan prinsip-prinsip syariat Islam.
“Semua audiens Muslim dapat mengoptimalkan aktivitas olahraga melalui event ini. Kami menerapkan pakaian yang syar’i dan menutup aurat sehingga dengan menutup aurat pun tetap bisa sportif dalam berolahraga,” katanya.
Antusiasme masyarakat terhadap Pureway Run Jogja 2026 ternyata melebihi ekspektasi panitia. Semula, panitia menargetkan minimal 300 peserta, namun jumlah pendaftar hampir mencapai 500 orang.
Menurut Betta, tingginya animo masyarakat menunjukkan bahwa konsep olahraga berbasis syariah memiliki potensi besar untuk terus berkembang.
“Target minimal kami 300 peserta, tetapi hampir mencapai 500 peserta. Euforianya sangat bagus karena Muslimah ingin tetap tampil syar’i tetapi tetap bisa berolahraga,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi awal dari berbagai program olahraga yang lebih besar di masa mendatang.
“Harapannya ini menjadi potensi yang cukup besar bagi masyarakat Muslim dan Muslimah untuk mengikuti program-program yang nanti Insya Allah akan diselenggarakan Syafiyah Expo 2027,” tambahnya.
Kesuksesan penyelenggaraan tahun ini mendorong Syafiyah untuk menghadirkan agenda lanjutan pada akhir tahun maupun tahun berikutnya.
Salah satu program yang telah disiapkan adalah Rihlah Keluarga Sakinah yang akan digelar pada Desember 2026.
Selain itu, panitia juga berencana mengembangkan konsep Pureway Run menjadi kegiatan trail run yang dilaksanakan di alam terbuka.
“Nanti Insya Allah kami akan mengonsepkan kembali produk run ini, mungkin dengan trail run karena biasanya kami mengadakan acara di alam selama tiga hari. Semoga bisa terlaksana sesuai dengan rencana,” kata Betta.
Ketua Panitia Pureway Run, Muhamad N Urdin Faali, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan Shafiyah Expo, sebuah pameran bernuansa Islami.
Ia mengatakan, Pureway Run memiliki karakteristik tersendiri dibandingkan ajang lari pada umumnya, yakni pembagian rute berdasarkan kategori peserta.
Peserta laki-laki menempuh jarak 5 kilometer, sementara peserta perempuan mengikuti rute sepanjang 3 kilometer. Seluruh rute dimulai dan berakhir di kawasan JEC.
Pembagian rute tersebut mendapat respons positif dari peserta karena dinilai selaras dengan konsep acara yang diusung.
“Ini menjadi salah satu ciri khas Pureway Run yang ingin menghadirkan pengalaman olahraga yang nyaman dan sesuai dengan konsep Muslim Friendly,” ujarnya.
Ajang olahraga ini diikuti peserta dari berbagai kalangan dan tidak hanya menjadi sarana menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga mempererat hubungan sosial antar anggota komunitas Muslim di Yogyakarta.
Selain mengampanyekan hidup sehat, Pureway Run juga menjadi sarana membangun kebersamaan dan memperkuat jaringan komunitas Muslim.
Panitia menilai olahraga dapat menjadi media yang efektif untuk menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam suasana yang positif.
Kesuksesan acara ini juga didukung oleh berbagai pihak, di antaranya Wardah, Kahf, PSI, serta sejumlah sponsor lainnya.
Meski demikian, Muhamad N Urdin Faali mengakui terdapat sejumlah tantangan selama proses persiapan hingga pelaksanaan acara.
Keterbatasan jumlah panitia dan pengaturan peserta yang dipisahkan berdasarkan kategori menjadi tantangan tersendiri. Namun, seluruh proses dapat berjalan lancar berkat kolaborasi dan kerja sama semua pihak yang terlibat.
“harapannya, ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga berkembang menjadi gerakan olahraga Islami. yang mampu menginspirasi masyarakat, untuk menerapkan pola hidup sehat tanpa meninggalkan nilai-nilai syariah,” tutup Urdin.(*)
Penulis : Elis
