INTENS PLUS – JAKARTA. Kabar mengejutkan datang dari aktris dan penyanyi Ussy Sulistiawaty. Bisnis kuliner miliknya, Nasi Bejeg Wijaya, dipastikan akan tutup dalam waktu dekat setelah mengalami konflik internal yang cukup serius.
Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Ussy melalui media sosial pribadinya. Ia mengaku penutupan usaha yang telah dirintis sejak 2024 itu bukanlah keputusan yang mudah, mengingat bisnis tersebut dibangun dari nol dengan penuh perjuangan dan rasa cinta.
“Dengan sangat menyesal, Nasi Bejeg Wijaya akan segera kita tutup dalam waktu dekat,” ungkap Ussy dikutip, Rabu (8/7/2026).
Menurut Ussy Sulistiawaty, penutupan Nasi Bejeg Wijaya dilakukan sebagai langkah penyelesaian atas masalah internal yang terjadi di dalam bisnis tersebut. Konflik yang muncul disebut berkaitan dengan persoalan keuangan dan adanya oknum yang diduga melakukan kerja sama tanpa sepengetahuan seluruh pemilik usaha.
Dalam keterangannya, Ussy mengungkapkan kekecewaannya terhadap beberapa pihak yang terlibat dalam pengelolaan bisnis tersebut. Ia menuding adanya oknum yang membuat kerja sama secara diam-diam dengan pihak lain menggunakan nama Nasi Bejeg Wijaya demi memperoleh keuntungan pribadi.
Menurut Ussy, praktik tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan dirinya maupun pemilik lainnya. Hal inilah yang kemudian memicu konflik dan merusak kepercayaan di antara para pihak yang terlibat.
“Oknum ini melakukan kerja sama under table Nasi Bejeg. Kenapa disuruh sama si E nggak usah ngomong sama Ussy, sama owner lain, dia nurut?” kata Ussy.
Ia juga menyoroti adanya pihak yang berpotensi mendapatkan keuntungan pribadi apabila kerja sama tersebut tidak terungkap.
“Kalau ini ada untung, kamu yang dapat, karena ini diam-diam. Ketika begini, karena si E kabur, uangmu kesangkut. Kalau nggak kebongkar, kamu dapat keuntungan itu, kami nggak tahu apa-apa,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa konflik yang terjadi bukan hanya soal bisnis semata, tetapi juga menyangkut transparansi dan kepercayaan antarpihak dalam menjalankan usaha bersama.
Pengalaman pahit yang dialami dalam bisnis Nasi Bejeg Wijaya membuat Ussy Sulistiawaty memutuskan untuk tidak terburu-buru membuka usaha baru.
Istri dari Andhika Pratama itu mengaku ingin mengambil waktu untuk menenangkan diri dan mengevaluasi penyebab konflik yang terjadi. Ia bahkan menyatakan belum memiliki keinginan untuk menjalankan bisnis baru dalam waktu dekat.
“Untuk sekarang aku lagi nggak mau berbisnis apa-apa. Aku perlu cooling down, menelaah, kenapa seperti ini,” ujar Ussy.

Keputusan tersebut diambil agar dirinya bisa lebih fokus pada keluarga sekaligus melakukan introspeksi sebelum kembali terjun ke dunia usaha.
Di tengah kekecewaan yang dirasakannya, Ussy tetap berusaha mengambil hikmah dari peristiwa tersebut. Ia berharap pengalaman yang dialaminya bisa menjadi pelajaran bagi banyak orang, terutama mereka yang sedang atau akan menjalankan bisnis bersama.
Menurutnya, uang memang penting dalam kehidupan dan dunia usaha. Namun, keuntungan finansial tidak seharusnya mengorbankan hubungan persaudaraan maupun pertemanan.
“Uang memang kita perlukan, tapi uang bukan segalanya. Jangan pernah korbankan persaudaraan hanya karena uang,” tutur Ussy.
Pernyataan tersebut mendapat perhatian dari banyak warganet yang turut memberikan dukungan atas keputusan berat yang diambilnya. Meski bisnis Nasi Bejeg Wijaya harus berakhir karena konflik internal, Ussy memastikan hubungannya dengan pemilik lain tetap terjalin dengan baik.
Ia berharap berakhirnya kerja sama bisnis tidak memutus hubungan pertemanan dan persaudaraan yang selama ini telah terbangun.
“Kerja sama kita berakhir sampai di sini, tapi semoga pertemanan kita, persaudaraan kita akan terus berlanjut sampai kapan pun,” katanya.
Apa Itu Nasi Bejeg?
Nasi Bejeg Wijaya merupakan usaha kuliner yang mulai beroperasi pada 2024 dan berlokasi di kawasan Grand Wijaya Center, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Istilah “bejeg” atau “bejek” sendiri merujuk pada proses meremas atau menghancurkan makanan. Dalam sajian nasi bejeg, nasi beserta lauk dan sambalnya dihancurkan secara perlahan menggunakan cobek hingga bumbu meresap sempurna.
Konsep tersebut sekilas mirip dengan ayam geprek. Namun perbedaannya terletak pada proses penyajian. Jika ayam geprek hanya menghancurkan lauk ayam bersama sambal, nasi bejeg menggabungkan nasi, lauk, dan sambal untuk kemudian dibejek bersamaan.
Menu yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari ayam goreng kampung, ayam bakar kampung, lele goreng, ikan nila goreng, oseng mercon, oseng kangkung, tahu gejrot, tempe goreng, usus gurih, hingga berbagai lauk khas Nusantara lainnya.
Harga makanan di Nasi Bejeg Wijaya berkisar antara Rp8.000 hingga Rp31.000, sementara menu nasi bejeg dijual dengan harga sekitar Rp15.000.
Setelah memutuskan menutup Nasi Bejeg Wijaya, Ussy dan para pemilik lainnya juga disebut telah mencapai kesepakatan untuk tidak membuka usaha kuliner serupa dengan menu yang sama di masa mendatang.
Menurut Ussy, keputusan tersebut diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap perjalanan bisnis yang telah mereka bangun bersama.
“Nasi Bejeg Wijaya dibangun dengan rasa cinta. Kita berpikir, biar adil, tidak boleh ada owner yang menjual Nasi Bejeg lagi dengan menu-menu yang sama,” tutup Ussy.(*)
Penulis : Elis
