INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Ratusan pengusaha muda yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Yogyakarta akan berkumpul dalam puncak Rapat Kerja Cabang (Rakercab) dan Forum Bisnis Cabang (Forbiscab) yang digelar pada 8 Agustus 2026 di Graha Budaya Embung Giwangan, Kota Yogyakarta.
Mengusung tema “Lokal Membumbung, Rambahi Nagari”, kegiatan ini disiapkan sebagai festival bisnis yang tidak hanya menjadi agenda internal organisasi, tetapi juga melibatkan masyarakat luas melalui berbagai program edukasi, pameran, dan pengembangan kewirausahaan.
Rangkaian kegiatan peluncuran program Home Business Camp Pemkot Yogyakarta diawali dengan Kick Off Meeting Rakercab dan Forbiscab yang berlangsung di Ruang Seminar Lantai 4 Gedung Pasar Prawirotaman.
Sekretaris Umum BPC HIPMI Kota Yogyakarta, Taufiq Hidayat, mengatakan bahwa Rakercab dan Forbiscab tahun ini dirancang sebagai wadah untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memperkuat sektor kewirausahaan.
“Kami menggandeng seluruh dinas di Kota Yogyakarta dengan harapan dapat berkolaborasi mewujudkan Kota Yogyakarta yang semakin maju, khususnya di bidang ekonomi, perekonomian, dan kewirausahaan,” ujar Taufiq. Selasa (7/7/2026).
Menurutnya, pihaknya berupaya membangun kolaborasi dalam memperkuat ekosistem bisnis dan kewirausahaan, melalui kolaborasi yang lebih luas dengan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta, pelaku usaha, akademisi, serta masyarakat agar berbagai program yang dijalankan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Lebih dari 200 anggota HIPMI Kota Yogyakarta dijadwalkan mengikuti agenda tersebut, berbagai kegiatan akan diselenggarakan secara terbuka untuk masyarakat umum di area Graha Budaya Embung Giwangan.
Pada puncak acara nanti, pengunjung dapat mengikuti pameran UMKM, kelas bisnis, workshop, serta talkshow yang menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi bisnis, pemerintah, akademisi, hingga alumni HIPMI yang telah sukses mengembangkan usaha di berbagai sektor.
Taufiq menjelaskan, bahwa konsep yang diusung bukan sekadar forum organisasi, melainkan festival bisnis yang mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan generasi muda yang tertarik memulai usaha.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berdampak bagi anggota, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu kami membuka booth UMKM, kelas-kelas bisnis, workshop, dan talkshow yang bisa diikuti publik,” katanya.
Selain menghadirkan pameran dan kegiatan edukatif, pihaknya juga menggelar Business Plan Competition yang ditujukan bagi mahasiswa dan pelaku usaha muda. Kompetisi tersebut menjadi salah satu program unggulan dalam rangka menumbuhkan semangat kewirausahaan sejak dini.
Melalui kompetisi ini, peserta diberi kesempatan untuk menuangkan ide bisnis inovatif yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha berkelanjutan. Setelah melalui proses seleksi, lima finalis terbaik akan tampil pada puncak acara untuk mempresentasikan gagasan bisnis mereka di hadapan dewan juri.
Tiga proposal terbaik nantinya akan memperoleh penghargaan sekaligus pendampingan usaha agar ide yang dimiliki tidak berhenti sebagai konsep, tetapi dapat berkembang menjadi bisnis yang mampu menciptakan nilai ekonomi dan lapangan kerja baru.
“Kami ingin generasi muda berani memulai usaha sejak dini. Tidak hanya mendapatkan penghargaan, tetapi juga dibimbing bagaimana mengembangkan usaha dan membangun jejaring bisnis,” jelas Taufiq.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto Raharjo, memberikan apresiasi terhadap langkah HIPMI Kota Yogyakarta yang melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah dalam penyusunan dan pelaksanaan program kerja.
Menurutnya, kolaborasi menjadi salah satu kunci utama dalam memperkuat perekonomian daerah. Oleh karena itu, keterlibatan berbagai pihak dalam Rakercab dan Forbiscab menjadi contoh nyata bagaimana sinergi dapat diwujudkan melalui program-program yang terukur.
“Selama ini kolaborasi sering kali mudah didengungkan, tetapi ketika diimplementasikan terasa sulit. HIPMI menunjukkan contoh yang baik bahwa membangun program harus bersama para stakeholder. Ini sejalan dengan semangat Pemerintah Kota Yogyakarta,” ujarnya.
Tri Karyadi berharap kerja sama tersebut dapat mendukung berbagai program strategis pemerintah, termasuk penguatan Koperasi Kelurahan Merah Putih serta program inkubasi bisnis Jogja Youth Creator (HYC) yang selama ini menjadi salah satu upaya Pemkot Yogyakarta dalam mencetak wirausaha baru.
Ia menilai, program HYC masih memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan agar semakin relevan dengan kebutuhan generasi muda dan perkembangan dunia usaha saat ini.
“HYC membutuhkan sentuhan baru agar semakin menarik bagi generasi muda. Kami berharap HIPMI dapat ikut mengembangkan program ini sehingga mampu mendukung penumbuhan wirausaha baru sekaligus membantu mengurangi pengangguran di Kota Yogyakarta,” ucapnya.(*)
Penulis : Elis
