INTENS PLUS – YOGYAKARTA. InJourney Destination Management (IDM) melakukan penyesuaian operasional pelayanan di Kawasan Taman Wisata Candi Prambanan dalam rangka mendukung agenda kunjungan kenegaraan Presiden Republik Indonesia bersama Perdana Menteri India, Narendra Modi, yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Juli 2026.
Penyesuaian tersebut dilakukan sebagai bagian dari dukungan terhadap agenda strategis hubungan bilateral Indonesia dan India. Meski demikian, kawasan wisata tetap dibuka bagi pengunjung dengan pengaturan akses dan area kunjungan yang telah disesuaikan selama periode 7–8 Juli 2026.
Direktur Komersial InJourney Destination Management, Gistang Panutur, mengatakan bahwa perubahan operasional tersebut tidak mengurangi komitmen perusahaan dalam memberikan pengalaman wisata budaya dan sejarah yang berkualitas bagi para wisatawan.
“Kami memastikan pengalaman pengunjung dengan mengeksplorasi Candi Sewu, Candi Bubrah, dan Candi Lumbung tetap exciting dan meaningful, dengan tetap mengutamakan keamanan dan kenyamanan pengunjung. Wisatawan masih bisa menikmati kekayaan nilai sejarah dan budaya di antara lanskap hijau yang asri yang menjadi karakter khas destinasi ini,” ujarnya. Selasa (7/7/2026).
Selama pelaksanaan agenda kenegaraan, wisatawan tetap dapat berkunjung ke sejumlah area di kawasan Prambanan. Area yang tetap dibuka meliputi Candi Sewu, Candi Lumbung, Candi Bubrah, dan Lapangan Siwa.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan kenegaraan dan pengamanan kawasan, akses masuk wisatawan akan dialihkan melalui Pintu Candi Sewu yang berada di wilayah Klaten, Jawa Tengah.
Gistang memastikan, tiket yang telah dibeli secara daring untuk tanggal 7 dan 8 Juli 2026 tetap berlaku. Pengunjung tetap dapat menikmati kawasan dengan penyesuaian area kunjungan serta memperoleh tambahan fasilitas sebagai nilai tambah selama masa penyesuaian operasional.
Sementara itu, pembelian tiket secara langsung di lokasi atau on site hanya dilayani hingga pukul 15.00 WIB pada periode tersebut.
Menurut Gistang, penyesuaian operasional ini merupakan bentuk dukungan penuh IDM terhadap penyelenggaraan kunjungan kenegaraan yang memiliki makna strategis bagi hubungan diplomatik kedua negara.
“Sebagai pengelola destinasi, kami mendukung penuh penyelenggaraan agenda kenegaraan ini melalui penyesuaian operasional yang dilakukan secara terencana, sehingga seluruh rangkaian kegiatan kenegaraan dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan berkesan,” katanya.
Gistang juga terus melakukan koordinasi intensif dengan kementerian terkait, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta berbagai pemangku kepentingan guna memastikan seluruh kebutuhan operasional dan standar pengamanan dapat dipenuhi secara optimal.
“Kami terus melakukan koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan guna menyesuaikan kebutuhan standar pengamanan yang telah ditetapkan oleh negara. Penyesuaian operasional di destinasi dilakukan secara dinamis mengikuti perkembangan kebutuhan di lapangan, sehingga seluruh rangkaian kunjungan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar tanpa mengurangi kualitas pengelolaan destinasi,” jelasnya.(*)
Penulis : Elis
