Kesehatan Yogyakarta

Pemkot Yogyakarta Mulai Berikan Vaksin HPV kepada Anak Laki-laki Lewat Program BIAS

INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kesehatan resmi memulai pemberian vaksin Human Papillomavirus (HPV) kepada anak laki-laki pada Agustus 2026. Program ini dilaksanakan bersamaan dengan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang digelar di sekolah-sekolah dasar bersama puskesmas di wilayah Kota Yogyakarta.

Perluasan sasaran imunisasi HPV ini menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan berbagai penyakit akibat infeksi virus HPV, tidak hanya kanker serviks pada perempuan tetapi juga sejumlah jenis kanker yang dapat menyerang laki-laki.

Salah satu pelaksanaan imunisasi HPV berlangsung di SD Intis School Yogyakarta, Kotagede, Selasa (4/8/2026). Dalam kegiatan BIAS tersebut, selain vaksin HPV untuk siswa kelas 5 SD atau usia 11 tahun, petugas kesehatan juga memberikan imunisasi Measles-Rubella (MR) bagi siswa kelas 1 SD dan vaksin tetanus difteri (Td) untuk siswa kelas 2 SD.

Kepala Puskesmas Kotagede II, dr. Atika Anggiasih, menjelaskan efek samping vaksin HPV diberikan kepada anak laki-laki dan perempuan berusia 11 tahun atau siswa kelas 5 SD sebanyak satu dosis.

“Sejauh ini untuk efek samping dari HPV tidak ada. Cuma kita tetap waspada untuk KIPI atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi, karena mungkin respons imun tubuh anak-anak juga berbeda tiap orangnya. KIPI pada umumnya itu demam dan bengkak di tempat penyuntikan. Bisa diberi obat penurun demam dan dikompres,” ujar dr. Atika di sela kegiatan imunisasi.

Menurutnya, apabila seorang anak belum memperoleh imunisasi HPV saat kelas 5 SD, pemerintah menyediakan imunisasi kejar pada kelas 6 SD atau usia 12 tahun hingga jenjang SMP pada usia 14-15 tahun.

Ia mengatakan, selama ini masyarakat lebih mengenal HPV sebagai penyebab kanker serviks pada perempuan. Padahal, virus tersebut juga dapat menyebabkan kanker anus, kanker orofaring, hingga kutil kelamin atau kondiloma akuminata yang juga dapat menyerang laki-laki.

Lebih lanjut, dr. Atika menjelaskan bahwa laki-laki juga dapat menjadi pembawa (carrier) virus HPV tanpa menunjukkan gejala, sehingga berpotensi menularkan virus kepada pasangan di kemudian hari.

“Imunisasi HPV pada anak laki-laki sangat penting. Karena yang menyebabkan kanker serviks itu sudah diteliti memang HPV. Nah, pada laki-laki itu juga bisa sebagai carrier atau pembawa virus HPV-nya, sehingga bisa juga menyebabkan kanker serviks pada perempuan,” jelasnya.

Manfaat Vaksin HPV Jauh Lebih Besar

Atika mengimbau, para orang tua agar tidak ragu mengizinkan anak laki-laki maupun perempuan mengikuti program imunisasi HPV yang disediakan pemerintah.

Menurut dr. Atika, efek samping vaksin HPV umumnya ringan dan bersifat sementara. Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang paling sering muncul berupa demam ringan atau bengkak di area suntikan, yang dapat diatasi dengan obat penurun panas maupun kompres.

Ia menegaskan manfaat vaksin HPV jauh lebih besar dibandingkan risiko efek samping yang mungkin terjadi. Terlebih, vaksin ini menjadi salah satu langkah efektif dalam menurunkan risiko berbagai jenis kanker akibat infeksi HPV.

“Untuk masyarakat khususnya orang tua jangan ragu untuk bisa mengizinkan anaknya diimunisasi HPV. Baik laki-laki maupun perempuan, karena memang manfaatnya sangat penting untuk anak-anak ke depan,” katanya.

Program imunisasi HPV di Kota Yogyakarta juga diberikan secara gratis karena seluruh biaya vaksin ditanggung pemerintah.

Kepala SD Intis School Yogyakarta, Mohammad Muadin, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan BIAS yang tahun ini menghadirkan imunisasi HPV bagi anak laki-laki. Ia mengatakan, pihak sekolah telah melakukan sosialisasi kepada orang tua murid melalui surat pemberitahuan sebelum pelaksanaan imunisasi. Seluruh peserta yang mengikuti vaksinasi telah memperoleh persetujuan dari orang tua.

“Kami sangat mengapresiasi adanya imunisasi ini karena sangat penting untuk anak-anak ke depannya dalam mencegah penyakit-penyakit yang berisiko. Respon anak-anak memang ada yang santai dan ada yang takut, tetapi secara prinsip semuanya siap mengikuti imunisasi,” ujarnya.

“Kami berharap program imunisasi yang dilaksanakan pemerintah dapat terus berlanjut karena memberikan manfaat besar bagi kesehatan peserta didik sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan penyakit sejak usia sekolah,” imbuhnya.(*)

Penulis : Elis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *