Otomotif Yogyakarta

KAI Daop 6 Yogyakarta Evaluasi 292 Perlintasan Sebidang

INTENS PLUS – YOGYAKARTA. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta terus memperhatikan aspek keselamatan perjalanan kereta api melalui penanganan perlintasan sebidang. Berdasarkan data hingga September 2026, terdapat 292 perlintasan sebidang di wilayah Daop 6 Yogyakarta, dengan 126 di antaranya tercatat belum dijaga.

Data tersebut dipaparkan Vice President Corporate Communications KAI, Anne Purba, bahwa penanganan perlintasan sebidang menjadi salah satu perhatian, seiring dengan upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.

“Dari total 292 perlintasan sebidang, sebanyak 97 titik dijaga oleh KAI, 32 titik dijaga pemerintah daerah, dan 23 titik dijaga pihak eksternal. Sementara itu, 126 titik atau 43,2 persen merupakan perlintasan tidak dijaga, serta 14 titik atau 4,8 persen tercatat sebagai perlintasan liar,” ungkap Anne dalam pertemuan dengan media di GalaRasa Hidangan Nusantara, Yogyakarta. (9/10/2026).

Dalam pembaruan penanganan selama Januari hingga September 2026, Ia melaporkan penutupan 13 perlintasan tidak terjaga. Selain itu, dua perlintasan baru telah mendapatkan penjagaan dan satu perlintasan telah dilengkapi rambu.

“Langkah-langkah ini, merupakan bagian dari penanganan perlintasan sebidang untuk mengurangi titik berisiko, dengan menambah penjagaan, serta melengkapi perlengkapan keselamatan,” ujarnya.

Anne menjelaskan, perlintasan sebidang merupakan titik pertemuan jalur kereta api dengan jalan yang membutuhkan perhatian terhadap aspek keselamatan. Karena itu, penanganan kondisi perlintasan menjadi bagian penting dalam mendukung perjalanan kereta api yang aman juga memberikan perlindungan bagi pengguna jalan.

“Kami berupaya memberikan penanganan pada titik-titik perlintasan yang beresiko, dengan peningkatan penjagaan, dan kelengkapan rambu keselamatan,” ucapnya.

Anne menyampaikan, hingga September 2026, sejumlah langkah penanganan telah dilaksanakan. Mulai dari penutupan perlintasan tidak terjaga hingga penambahan penjagaan pada perlintasan baru.

“Saat ini kami menempatkan keselamatan sebagai bagian dari pengembangan layanan kereta api, di tengah pertumbuhan mobilitas masyarakat semakin tinggi. Dan Yogyakarta menjadi destinasi favorit nomer satu, dalam periode Januari hingga September 2026, kami telah melayani aktivitas penumpang kereta api jarak jauh ke Yogyakarta mencapai 11.996.034, meningkat 11 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025, yang tercatat sebanyak 10.807.131 aktivitas penumpang,” kata Anne.(*)

Penulis : Elis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *