INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) terus mendorong pengembangan industri gim nasional dengan membuka peluang bagi talenta muda untuk menjadi developer gim profesional. Salah satu upayanya melalui kegiatan Aktivasi Creative Hub Yogyakarta 2026 yang berlangsung pada 28 Oktober hingga 10 November 2026.
Kegiatan yang digelar melalui Direktorat Gim Kemenekraf ini menjadi wadah pengenalan ekosistem industri gim sekaligus mempertemukan generasi muda dengan praktisi, asosiasi, dan pelaku industri gim.
Kasubdit Pemasaran dan Komersialisasi Direktorat Gim Kemenekraf, Iman Ardiansyah, mengatakan aktivasi Creative Hub bertujuan memperkenalkan fasilitas pengembangan ekonomi kreatif sekaligus membuka wawasan mengenai peluang karier di industri gim.
“Program ini juga memperkenalkan Gimersia Inspire 2026, kompetisi pengembangan gim bagi mahasiswa D3, D4, S1, serta siswa SMA dan SMK. Peserta mendapat kesempatan membuat gim pertama mereka dalam waktu tiga minggu dengan pendampingan praktisi industri,” ungkap Iman, Selasa (3/11/2026).
Pendaftaran Gimersia Inspire 2026 dibuka pada 30 Oktober hingga 8 November 2026. Selanjutnya, peserta mengikuti proses pengembangan gim pada 9-29 November 2026. Kompetisi ini terbuka bagi pemula, baik secara individu maupun tim dengan maksimal lima orang, tanpa dipungut biaya.
Program pendampingan mencakup empat bidang utama, yakni game design, programming, art, dan production. Sebanyak 10 finalis nantinya berkesempatan mempresentasikan karya secara langsung di Bandung.
Program Manager Asosiasi Game Indonesia (AGI), Galih Prasetya, mengungkapkan Indonesia memiliki sekitar 126,6 juta pemain gim dengan pertumbuhan pasar yang diproyeksikan mencapai 5,8 persen per tahun. Sebanyak 96,1 persen pemain menggunakan smartphone sebagai perangkat bermain.
“Industri gim memiliki peluang karier yang luas, tidak hanya bagi programmer, tetapi juga game designer, artist, audio engineer, quality assurance, game producer, hingga community manager,” jelas Galih.
Galih juga menekankan pentingnya portofolio bagi calon developer gim, pengalaman mengikuti kompetisi, game jam, maupun mengembangkan proyek secara mandiri dapat menjadi modal untuk memasuki industri profesional.
“Melalui Aktivasi ini, kami berharap semakin banyak talenta muda yang mampu menghasilkan karya gim berkualitas dan mengembangkan potensinya hingga memasuki pasar komersial,” tutup Galih. (*)
Penulis : Elis