INTENS PLUS – JAKARTA. Aksi demo buruh di Jakarta pada Kamis (24/9/2026) berakhir tertib. Massa dari Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menyampaikan 11 tuntutan terkait pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Ketenagakerjaan.
Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea, sebelumnya menyebut hampir 50 ribu buruh dari berbagai daerah turun ke Jakarta. Massa berasal antara lain dari Jawa Barat, Banten, Bekasi, dan DKI Jakarta.
“Massa memulai aksi dari kawasan Semanggi sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka kemudian bergerak menuju Gedung UOB Plaza dengan berjalan kaki sambil menuntun sepeda motor,” ujarnya.
Setelah menyampaikan orasi dan konferensi pers, Andi Gani menginstruksikan massa untuk membubarkan diri. Massa mulai meninggalkan lokasi sekitar pukul 13.45 WIB.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol, Budi Hermanto, mengapresiasi peserta aksi yang menjaga demonstrasi tetap tertib dan aman. Polisi juga secara bertahap menormalkan arus lalu lintas setelah massa membubarkan diri.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang telah menyampaikan aspirasi dengan tertib. Terima kasih juga kepada seluruh unsur yang telah bekerja bersama serta masyarakat yang ikut menjaga suasana tetap kondusif hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai,” kata Budi.
11 Tuntutan Buruh
Dalam aksi tersebut, buruh membawa 11 tuntutan utama, yaitu:
- Mewujudkan UU Perlindungan Ketenagakerjaan yang pro terhadap buruh.
- Menjamin kepastian kerja dan menghentikan eksploitasi outsourcing serta pekerja kontrak.
- Menjamin upah yang layak dan bermartabat.
- Melindungi pekerja platform, pekerja media, pengemudi ojek online, dan pekerja terdampak transisi iklim.
- Menjamin hak pesangon dan mencegah PHK sepihak.
- Memperkuat serikat pekerja dan kebebasan berserikat.
- Menjamin keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan pekerja.
- Menindak perusahaan yang melanggar hak buruh.
- Melindungi buruh perempuan, termasuk hak cuti haid.
- Membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas dan pekerja rentan.
- Memperkuat program upskilling dan reskilling menghadapi teknologi dan otomatisasi.
Selain berunjuk rasa, sejumlah pimpinan konfederasi buruh juga menemui Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman di Bina Graha untuk menyerahkan petisi dan aspirasi buruh agar diteruskan kepada Presiden Prabowo Subianto.(*)
Penulis : FDA
