Headline Yogyakarta

PWI DIY Lantik Pengurus 2025–2030, Hudono Kembali Jadi Ketua

INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi melantik jajaran pengurus baru untuk masa bakti 2025–2030. Pelantikan digelar secara khidmat di Gedhong Pracimasana, Komplek Kepatihan, Kamis (22/1/2026), menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi pers di Yogyakarta.

Pelantikan pengurus PWI DIY tersebut dilakukan langsung oleh Ketua PWI Pusat, Akhmad Munir. Dalam kepengurusan kali ini, Hudono kembali dipercaya untuk memimpin PWI DIY sebagai ketua periode 2025–2030, melanjutkan estafet kepemimpinan sebelumnya.

Acara pelantikan turut dihadiri Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, serta jajaran pengurus PWI, tokoh pers, dan tamu undangan lainnya. Kehadiran pimpinan daerah mempertegas posisi strategis insan pers dalam kehidupan demokrasi dan pembangunan daerah.

Ketua PWI DIY Hudono menyampaikan bahwa pelantikan kali ini memiliki makna tersendiri karena dilaksanakan di Gedhong Pracimasana, yang merupakan pusat pemerintahan Provinsi DIY.

“Pelantikan ini menjadi sangat spesial karena dilaksanakan di Komplek Kepatihan yang merupakan pusat pemerintahan Pemprov DIY. Selain itu, kami juga merasa terhormat karena disaksikan langsung oleh Gubernur DIY dan Wali Kota Yogyakarta. Bagi PWI DIY, ini adalah momentum yang strategis,” ujar Hudono.

Menurutnya, kehadiran langsung pimpinan daerah menunjukkan bahwa pers memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerahkan masyarakat.

Hudono menegaskan bahwa pada periode kepengurusan 2025–2030, PWI DIY berkomitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme wartawan melalui pendidikan, pelatihan, serta penguatan etika jurnalistik.

Ia menyebut, tantangan dunia pers ke depan semakin kompleks seiring perkembangan teknologi digital, arus informasi yang cepat, serta meningkatnya tuntutan publik terhadap kualitas pemberitaan.

“PWI DIY akan terus menjaga marwah profesi wartawan. Kami ingin memastikan bahwa wartawan tidak hanya cepat dalam menyampaikan informasi, tetapi juga akurat, beretika, dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hudono juga menyampaikan harapan besar kepada Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X agar rencana pembangunan Grha Pers Pancasila dapat segera direalisasikan.

Menurut Hudono, Grha Pers Pancasila merupakan cita-cita lama insan pers di DIY dan merupakan gagasan yang pernah disampaikan langsung oleh Sri Sultan.

“Grha Pers Pancasila ini sejatinya adalah pemikiran dari Ngarsa Dalem sendiri. Waktu itu disampaikan di Kraton Kilen pada Juli 2018, di hadapan seluruh Ketua PWI se-Indonesia. Kami berharap rencana besar ini dapat segera direalisasikan,” ungkap Hudono.

Ia menjelaskan, Grha Pers Pancasila diharapkan menjadi pusat kegiatan jurnalistik, pendidikan pers, diskusi kebangsaan, serta penguatan nilai-nilai Pancasila di kalangan insan media. Keberadaan gedung tersebut juga dinilai penting untuk meningkatkan kualitas wartawan, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan bahwa rencana pembangunan Grha Pers Pancasila perlu ditindaklanjuti secara serius dan terencana. Ia meminta agar PWI DIY menyusun studi akademik sebagai dasar perencanaan.

“Silakan dirumuskan terlebih dahulu studi akademiknya. Dengan itu, baru bisa keluar Detail Engineering Design atau DED-nya. Kalau sudah ada kajian yang jelas, maka tahapan berikutnya bisa diproses,” ujar Sri Sultan.

Sri Sultan menekankan pentingnya perencanaan yang matang agar pembangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan.

“Pentingnya perencanaan yang matang, agar pembangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan, fungsi, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi dunia pers dan masyarakat luas,” tambah Sultan.(*)

Penulis : Elis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *