Headline Teknologi

Instagram Bersih-Bersih Akun Bot, Jutaan Followers Selebritas Dunia Menghilang, Ini Kata Meta

INTENS PLUS – JAKARTA. Platform media sosial Instagram kembali menjadi sorotan global setelah banyak pengguna melaporkan jumlah followers mereka berkurang drastis dalam waktu singkat. Fenomena ini ramai diperbincangkan di berbagai media sosial dan bahkan dijuluki netizen sebagai β€œThe Great Purge of 2026”.

Tidak hanya pengguna biasa, sejumlah selebritas dunia, atlet, musisi, influencer, hingga grup K-pop dilaporkan kehilangan jutaan followers hanya dalam hitungan jam. Banyak pengguna awalnya menduga Instagram sedang mengalami bug sistem atau gangguan algoritma. Namun induk perusahaan Instagram, Meta, memastikan penurunan followers tersebut bukan disebabkan error platform.

Meta menyebut fenomena itu merupakan bagian dari proses rutin pembersihan akun palsu, bot, spam, hingga akun tidak aktif demi menjaga kualitas komunitas dan interaksi di Instagram tetap sehat dan autentik.

β€œProses ini bertujuan untuk menjaga komunitas Instagram tetap sehat dan autentik. Karena itu, pengguna mungkin melihat perubahan pada jumlah followers,” kata juru bicara Meta.

Perusahaan teknologi yang berbasis di Menlo Park, California, Amerika Serikat itu juga menegaskan followers aktif tidak terdampak dalam proses pembersihan tersebut. Meta memastikan akun pengguna asli tetap aman dan tidak dihapus dari sistem platform.

Fenomena hilangnya followers massal ini mulai ramai dibahas sejak awal Mei 2026. Ribuan pengguna mengunggah keluhan di platform X, Threads, TikTok, hingga Reddit karena jumlah followers mereka turun secara tiba-tiba.

Sebagian pengguna mengaku kehilangan puluhan hingga ratusan followers hanya dalam beberapa jam. Bahkan, sejumlah akun besar disebut mengalami penurunan hingga jutaan followers dalam waktu kurang dari 12 jam.

Karena terjadi sangat cepat dan dalam skala besar, banyak pengguna awalnya menduga Instagram mengalami gangguan server atau bug sistem. Namun setelah Meta memberikan penjelasan resmi, diketahui bahwa platform tersebut memang sedang melakukan pembersihan besar-besaran terhadap akun tidak autentik.

Fenomena ini kemudian dijuluki netizen sebagai β€œGreat Purge of 2026” atau pembersihan besar-besaran Instagram 2026.

Dampak paling besar terlihat pada akun-akun dengan jumlah followers terbesar di dunia. Nama-nama selebritas internasional langsung menjadi sorotan setelah dilaporkan kehilangan jutaan followers dalam waktu singkat.

Pesepak bola Cristiano Ronaldo disebut kehilangan sekitar 8 juta followers, sementara rivalnya Lionel Messi dilaporkan kehilangan sekitar 4 juta followers.

Di dunia hiburan, Kylie Jenner menjadi salah satu figur paling terdampak dengan penurunan mencapai sekitar 15 juta followers. Saat ini akun Instagram Kylie masih menjadi salah satu akun dengan jumlah pengikut terbesar di dunia.

Selain Kylie Jenner, sejumlah artis dan musisi global juga mengalami penurunan besar dalam jumlah followers mereka. Ariana Grande dan Selena Gomez masing-masing disebut kehilangan sekitar 6 juta followers.

Nama lain seperti Justin Bieber dan Taylor Swift juga dilaporkan kehilangan jutaan pengikut, akibat pembersihan akun palsu dan tidak aktif. Fenomena ini turut berdampak pada industri K-pop, Grup BLACKPINK disebut kehilangan lebih dari 10 juta followers di akun grup mereka. Sementara akun pribadi Lisa, Jennie, RosΓ©, dan Jisoo juga mengalami penurunan followers dalam jumlah besar.

Berdasarkan berbagai laporan internasional, Meta kini meningkatkan sistem moderasi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mendeteksi aktivitas tidak autentik di platform mereka.

Teknologi AI terbaru tersebut disebut mampu mengenali pola aktivitas mencurigakan secara otomatis, termasuk akun bot, akun spam, fake followers, hingga jaringan engagement palsu.

Target utama pembersihan tersebut meliputi:

Akun bot otomatis
Akun spam
Fake followers
Akun tidak aktif
Akun impersonasi atau peniruan identitas
Jaringan engagement palsu
Akun hasil otomatisasi massal

Meta disebut memperbarui sistem pendeteksian mereka agar lebih agresif dibanding sebelumnya. Sistem AI terbaru mampu menganalisis perilaku akun yang dianggap tidak autentik, termasuk aktivitas follow-unfollow otomatis, spam komentar, hingga pola engagement tidak wajar.

Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas interaksi di Instagram sekaligus mengurangi praktik manipulasi followers yang selama ini marak terjadi di media sosial.

Fenomena followers hilang ternyata tidak hanya terjadi di tingkat global. Banyak pengguna Instagram di Indonesia juga mengeluhkan penurunan jumlah followers mereka secara mendadak.

Di media sosial X dan Threads, sejumlah pengguna mengaku kehilangan followers mulai dari puluhan hingga ratusan akun dalam waktu singkat. Bahkan beberapa pengguna juga menyebut jumlah akun yang mereka ikuti ikut berkurang otomatis.

Meski memicu kepanikan, sebagian analis media sosial menilai langkah Meta justru positif bagi kesehatan platform dalam jangka panjang.

Dengan berkurangnya akun palsu dan tidak aktif, kualitas interaksi di Instagram diperkirakan akan menjadi lebih organik, realistis, dan autentik.

Apakah Followers Hilang Berarti Membeli Bot?

Pertanyaan ini menjadi salah satu perdebatan terbesar setelah fenomena followers hilang massal terjadi. Banyak pengguna mempertanyakan apakah akun yang kehilangan followers dalam jumlah besar berarti pernah membeli followers palsu.

Namun analis media sosial menyampaikan kehilangan followers tidak otomatis berarti seseorang membeli bot atau fake followers.

Akun besar dengan jutaan pengikut memang secara alami sering diikuti akun spam, bot otomatis, hingga akun tidak aktif tanpa sepengetahuan pemilik akun tersebut.

Karena itu, ketika Instagram melakukan pembersihan besar-besaran, akun dengan followers ratusan juta otomatis mengalami dampak paling besar.

Meski demikian, fenomena ini kembali membuat industri influencer marketing menjadi sorotan. Banyak brand kini mulai lebih fokus melihat kualitas engagement asli dibanding sekadar jumlah followers.

Interaksi nyata, komentar organik, kualitas audiens, hingga tingkat konversi kini dianggap jauh lebih penting dibanding angka followers semata.

Bukan Pertama Kali Terjadi

Pembersihan akun palsu sebenarnya bukan pertama kali dilakukan platform media sosial besar. Pada 2018 lalu, platform X yang saat itu masih bernama Twitter juga pernah melakukan purge besar-besaran terhadap akun bot dan fake followers.

Saat itu sejumlah tokoh dunia seperti Barack Obama, Taylor Swift, hingga Justin Bieber juga sempat kehilangan jutaan followers dalam waktu singkat.

Kini fenomena serupa kembali terjadi di Instagram dengan skala yang jauh lebih besar mengingat jumlah pengguna platform tersebut sudah mencapai miliaran akun di seluruh dunia.

Di era media sosial modern, jumlah followers masih menjadi salah satu faktor penting dalam monetisasi konten, kerja sama brand, hingga distribusi algoritma platform.

Karena itu, penurunan followers dalam jumlah besar langsung memicu kepanikan, terutama bagi kreator konten dan influencer yang mengandalkan media sosial sebagai sumber pendapatan utama.

Namun banyak pengamat menilai langkah Meta ini menjadi sinyal bahwa industri media sosial kini mulai bergerak menuju ekosistem digital yang lebih sehat dan transparan.

Dengan sistem AI Instagram yang semakin canggih, praktik jual beli followers dan manipulasi engagement diperkirakan akan semakin mudah terdeteksi di masa depan.(*)

Penulis : FDA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *