INTENS PLUS – JAKARTA. Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan struk pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dengan harga nonsubsidi mencapai Rp16.088 per liter. Video tersebut memicu perdebatan publik terkait besarnya subsidi energi yang diberikan pemerintah untuk BBM bersubsidi.
Dalam video yang beredar luas di berbagai platform media sosial itu, seorang warganet bernama Nasar mempertanyakan alasan pemerintah tetap memberikan subsidi kepada Pertalite, sementara Pertamax yang memiliki kadar oktan lebih tinggi justru dijual lebih murah dibanding harga keekonomian Pertalite.
“Akal-akalan si Bahlil, coba saudara-saudaraku harga Pertalite nonsubsidi Rp16.088. Disubsidi pemerintah Rp6.088, harga jual Rp10.000. Jadi kalau tidak disubsidi Rp16.088. Nah pertanyaannya kenapa mesti Pertalite yang disubsidi, kenapa enggak Pertamax,” ujar pria dalam video tersebut sambil menunjukkan struk pembelian BBM di SPBU Pertamina. Jumat (8/5/2026).
Video itu kemudian memancing beragam tanggapan dari masyarakat. Banyak warganet mempertanyakan mekanisme subsidi BBM yang diterapkan pemerintah, terutama di tengah kondisi harga minyak dunia yang sedang melonjak dan nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar AS.
Menanggapi viralnya video tersebut, Corporate Secretary PPN Roberth MV Dumatubun mengatakan kebijakan subsidi sudah dirancang oleh pemerintah dengan kajian bahwa subsidi diberikan terhadap produk yang paling besar digunakan oleh masyarakat.
Oleh sebab itu, Pertalite ditetapkan oleh pemerintah sebagai bensin Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP). Sementara Pertamax merupakan jenis BBM umum yang tidak diberikan subsidi karena harganya mengikuti harga pasar.
Meskipun begitu Roberth menyatakan PPN setelah berkoordinasi dengan pemerintah, memutuskan untuk menahan harga Pertamax per 1 April 2026.
“Kenapa? Karena Pertamax ada untuk digunakan juga bagi Masyarakat menengah yang mampu. Sementara Turbo dan lain-lain adalah untuk yang menengah ke atas,” kata Robeth dalam keterangan tertulis, Jumat (8/5/2026).
Roberth menjelaskan, harga keekonomian Pertamax sebenarnya akan lebih mahal dari Pertalite tanpa subsidi, sebesar Rp16.088 per liter.
“Harga Pertamax saat ini ada peran pemerintah di dalamnya dan juga Pertamina,” kata Roberth.
Dia mencontohkan, ketika harga Pertamax Turbo masih sekitar Rp13.100 per liter, harga Pertamax berada di Rp12.300 per liter. Dengan kata lain, ketika saat ini harga Pertamax Turbo tembus Rp19.900, seharusnya harga Pertamax berada di sekitar itu.
“Pada saat Pertamax harga Rp12.300 [per liter] maka [Pertamax] Turbo di harga Rp13.100 [per liter] selisihnya tipis,” ujar Roberth.
Berdasarkan informasi, PT Pertamina (Persero) terpantau menaikkan harga sebagian besar BBM nonsubsidi miliknya pada Senin (4/5/2026).
Hal ini dilakukan setelah perusahaan pelat merah negara tidak melakukan penyesuaian harga bulanan pada jadwal rutin awal bulan yang dilansir Jumat (1/5/2026).
Selanjutnya, harga Pertamax Turbo (RON 98) naik Rp500menjadi Rp19.900/liter. Dibandingkan dengan harga yang sebelumnya diumumkan pada 1 Mei yaitu Rp19.400/liter.
Untuk harga BBM jenis Solar nonsubsidi, yakni Dexlite dan Pertamina Dex, sama-sama mengalami penyesuaian harga.
Harga Dexlite dipatok Rp26.000/liter, naik Rp2.400 dibandingkan dengan harga sebelumnya Rp23.600/liter di Jabodetabek. Sementara itu, Pertamina Dex dipatok Rp27.900/liter, naik Rp4.000 dibandingkan dengan harga sebelumnya Rp23.900/liter di Jabodetabek.
Di lain sisi, harga Pertamax (RON 92) tetap Rp12.300/liter dan Pertamax Green 95 (RON 95) juga tetap Rp12.900/liter.
Dalam keterangannya kala itu, Roberth menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi merupakan bagian dari mekanisme pasar yang mengikuti perkembangan harga global.
“Penyesuaian ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi berkala yang mengacu pada mekanisme keekonomian, dengan mempertimbangkan dinamika harga minyak mentah dunia, harga produk olahan di pasar internasional, serta fluktuasi nilai tukar rupiah,” ujar Roberth dalam siaran pers, Senin (4/5/2026).
“Produk nonsubsidi pada prinsipnya mengikuti harga keekonomian dan mengacu pada ketentuan dan peraturan yang berlaku. Namun sebagai BUMN yang menjalankan mandat strategis negara, Pertamina tidak hanya mempertimbangkan aspek bisnis semata, tetapi juga memperhatikan kondisi terkini di masyarakat, daya beli pelanggan golongan pengguna BBM Non Subsidi, serta stabilitas nasional.”
Berikut daftar lengkap harga BBM Pertamina per 4 Mei 2026:
DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta:
Pertamax: Rp12.300/liter
Pertamax Turbo: Rp19.900/liter
Pertamax Green: Rp12.900/liter
Dexlite: Rp26.000/liter
Pertamina Dex: Rp27.900/liter
Pertalite: Rp10.000/liter
Biosolar: Rp6.800/liter
Riau dan Kepulauan Riau:
Pertamax: Rp12.900/liter
Pertamax Turbo: Rp20.750/liter
Dexlite: Rp27.150/liter
Pertamina Dex: Rp29.100/liter
Pertalite: Rp10.000/liter
Biosolar: Rp6.800/liter
Bengkulu, Nusa Tenggara Timur:
Pertamax: Rp12.600/liter
Pertamax Turbo: Rp20.350/liter
Dexlite: Rp26.600/liter
Pertamina Dex: Rp28.500/liter
Pertalite: Rp10.000/liter
Biosolar: Rp6.800/liter
Bali, Nusa Tenggara Barat:
Pertamax: Rp12.300/liter
Pertamax Turbo: Rp19.900/liter
Dexlite: Rp26.000/liter
Pertamina Dex: Rp27.900/liter
Pertalite: Rp10.000/liter
Aceh:
Pertamax: Rp12.600/liter
Pertamax Turbo: Rp20.350/liter
Dexlite: Rp26.600/liter
Pertamina Dex: Rp28.500/liter
Sumatra Barat:
Pertamax: Rp12.900/liter
Pertamax Turbo: Rp20.750/liter
Dexlite: Rp27.150/liter
Pertamina Dex: Rp29.100/liter
Pertalite: Rp10.000/liter
Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Sumatra Utara:
Pertamax: Rp12.600/liter
Pertamax Turbo: Rp20.350/liter
Dexlite: Rp26.600/liter
Pertamina Dex: Rp28.500/liter
Pertalite: Rp10.000/liter
Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah:
Pertamax: Rp12.600/liter
Pertamax Turbo: Rp20.350/liter
Dexlite: Rp26.600/liter
Pertamina Dex: Rp28.500/liter
Pertalite: Rp10.000/liter
Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan:
Pertamax: Rp12.900/liter
Pertamax Turbo: Rp20.750/liter
Dexlite: Rp27.150/liter
Pertamina Dex: Rp29.100/liter
Pertalite: Rp10.000/liter
Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat:
Pertamax: Rp12.600/liter
Pertamax Turbo: Rp20.350/liter
Dexlite: Rp26.600/liter
Pertamina Dex: Rp28.500/liter
Pertalite: Rp10.000/liter
Maluku, Maluku Utara:
Pertamax: Rp12.600/liter
Dexlite: Rp26.600/liter
Pertalite: Rp10.000/liter
Papua, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Barat Daya, Papua Selatan:
Pertamax: Rp12.600/liter
Pertamax Turbo: Rp20.350/liter
Dexlite: Rp26.600/liter
Pertamina Dex: Rp28.500/lite
Pertalite: Rp10.000/liter
Free Trade Zone Batam:
Pertamax: Rp11.750/liter
Pertamax Turbo: Rp18.900/liter
Dexlite: Rp24.700/liter
Pertamina Dex: Rp26.500/liter
Pertalite: Rp10.000/liter
Free Trade Zone Sabang:
Pertamax: Rp11.550/liter
Dexlite: Rp24.400/liter
Pertalite: Rp10.000/liter.(*)
Penulis : Elis
