Teknologi Yogyakarta

Telkomsel Hadirkan IndonesiaNEXT 10th, Siapkan Pengembangan Talenta Hacker, Hipster, dan Hustler

INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Telkomsel kembali menghadirkan program pengembangan talenta digital IndonesiaNEXT yang kini memasuki tahun ke-10. Mengusung tema “AI Driven Digital Talents: Enhancing Skills for Future Challenges”.

Program Corporate Social Responsibility (CSR) ini difokuskan untuk mencetak generasi muda yang siap bersaing pada era transformasi digital berbasis Artificial Intelligence (AI) yang digelar di gedung SGLC Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

GM Mobile Consumer Business Region Jateng-DIY Telkomsel, Gamada, mengatakan pentingnya program ini dalam membangun talenta masa depan.

“Kami berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan talenta digital Indonesia melalui IndonesiaNEXT. Kami ingin memastikan generasi muda memiliki keterampilan berbasis AI yang aplikatif, serta siap menghadapi tantangan industri digital yang terus berkembang,” ujarnya pada keterangan, Senin (4/5/2026).

Gamada memaparkan, memasuki satu dekade penyelenggaraan, kali ini pihaknya hadir dengan pendekatan yang semakin relevan dengan kebutuhan industri. Program ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja melalui pembelajaran aplikatif, terstruktur, dan berorientasi masa depan.

“Salah satu keunggulan IndonesiaNEXT adalah pendekatan berbasis peran yang membagi peserta ke dalam tiga kategori utama, yaitu Hacker (Programmer), Hipster (UI/UX Designer), dan Hustler (Project Manager),” ungkapnya.

Menurutnya ketiga peran ini merepresentasikan kebutuhan utama dalam pengembangan produk digital. Hacker berfokus pada pengembangan teknologi, Hipster bertanggung jawab pada desain dan pengalaman pengguna, sementara Hustler berperan dalam pengelolaan bisnis dan strategi produk.

“Dengan pendekatan ini, peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami bagaimana kolaborasi lintas peran terjadi dalam ekosistem industri digital. Dengan menghadirkan kurikulum yang diperkuat dengan teknologi AI serta kebutuhan industri terkini. Proses pembelajaran dilakukan secara bertahap melalui Tech Based Certification, Placement Test, Ideation Bootcamp, hingga Digitalent Academy,” jelas Gamada.

Selain itu, Telkomsel juga menghadirkan empat penguatan utama dalam program ini, yakni:

Hackathon, untuk mengasah kemampuan problem solving berbasis teknologi
Role-Oriented Tutoring, menghadirkan simulasi kerja sesuai peran industri
Career Coaching, membuka akses jaringan profesional dan peluang kerja
1-on-1 Mentoring, pendampingan intensif bersama pakar industri

“Pendekatan ini memberikan pengalaman belajar yang komprehensif sekaligus meningkatkan kesiapan peserta untuk masuk ke dunia kerja. Ini menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya kebutuhan talenta digital di Indonesia,” imbuhnya.

Diperkirakan, Indonesia membutuhkan ratusan ribu talenta digital baru setiap tahun, sementara adopsi AI di sektor industri terus meningkat.

Namun, keterbatasan integrasi AI dalam kurikulum pendidikan tinggi masih menjadi tantangan utama. Program IndonesiaNEXT hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut dengan memberikan pembelajaran berbasis praktik dan pengalaman industri.

Diketahui selama 10 tahun penyelenggaraannya, IndonesiaNEXT telah menjangkau lebih dari 96.000 mahasiswa dari 705 perguruan tinggi di Indonesia. Program ini juga telah melahirkan lebih dari 9.000 talenta digital bersertifikat yang siap berkontribusi di berbagai sektor industri.

Tahapan Seleksi hingga Penghargaan

Proses seleksi IndonesiaNEXT dilakukan melalui pendaftaran online dan roadshow ke sejumlah universitas terpilih. Peserta yang lolos akan mengikuti pelatihan intensif melalui bootcamp online dan offline bersama mentor profesional.

Di akhir program, peserta terbaik akan mendapatkan penghargaan bergengsi, yaitu the best hacker, the best hipster, the best hustler dan the team with the most innovative solution

Ajang final ini menjadi wadah bagi peserta untuk mempresentasikan solusi digital inovatif di hadapan para ahli dan pelaku industri. Tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga soft skills yang dibutuhkan di dunia kerja.

Peserta akan mendapatkan pelatihan seperti, analytical & critical thinking, communication for Business leadership & teamwork, juga UI/UX dan visual design, digital product & marketing dan creative thinking.

Selain itu, peserta juga dibekali kemampuan teknis seperti Software Development, Data Science, AI Programming, serta Agile Development.(*)

Penulis : Elis

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *