INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta kembali memberikan insentif bagi masyarakat melalui program potongan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 5 persen. Program tersebut diberikan dalam kegiatan Pekan Panutan Pembayaran PBB-P2 yang digelar di Graha Pandawa Balaikota Yogyakarta.
Kebijakan diskon pajak ini menjadi salah satu upaya Pemkot Yogyakarta untuk mendorong kepatuhan wajib pajak sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memenuhi kewajibannya. Antusiasme warga terlihat tinggi dengan sekitar 690 wajib pajak atau Nomor Objek Pajak (NOP) yang memanfaatkan program tersebut.
Kegiatan Pekan Panutan PBB-P2 juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Pemerintah Kota Yogyakarta.
“Antusias warga sangat baik dan kami terus memberikan kemudahan-kemudahan dalam pembayaran. Insyaallah kami optimis target penerimaan PBB-P2 tahun 2026 dapat tercapai. Saat ini masyarakat juga bisa membayar melalui QRIS dan Jogja Smart Service (JSS), sehingga proses pembayaran menjadi lebih cepat dan praktis,” ujar Wawan Harmawan, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Kamis (4/6/2026).
Menurutnya, digitalisasi layanan perpajakan yang dilakukan Pemkot Yogyakarta telah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Selain mempercepat proses pembayaran, sistem tersebut juga meningkatkan transparansi dan efisiensi pelayanan publik.
Wawan menyebut, inovasi layanan digital yang dikembangkan Kota Yogyakarta bahkan telah menjadi rujukan bagi sejumlah daerah lain dalam mengembangkan sistem pelayanan perpajakan berbasis teknologi.
Pihaknya menargetkan, penerimaan PBB-P2 tahun 2026 sebesar Rp140,4 miliar. Dengan tingginya antusiasme masyarakat dalam program Pekan Panutan, pemerintah optimistis target tersebut dapat dicapai sesuai rencana.
Wawan menilai kondisi perekonomian masyarakat saat ini masih cukup baik sehingga aktivitas usaha dan transaksi ekonomi tetap berjalan normal meskipun investasi baru masih cenderung melambat.
“Untuk investasi memang masih ada yang menahan diri untuk hal-hal baru. Tetapi untuk aktivitas rutin masyarakat dan dunia usaha masih bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Ia mengajak masyarakat memanfaatkan momentum diskon 5 persen tersebut, karena memberikan keuntungan langsung bagi wajib pajak sekaligus membantu pemerintah dalam mempercepat penerimaan daerah.
“Kalau membayar lebih awal tentu lebih menguntungkan karena pemerintah memberikan stimulus berupa diskon 5 persen. Ini justru dapat mengurangi beban masyarakat. Harapan kami masyarakat bisa memanfaatkan pekan panutan ini untuk membayar PBB dan mendapatkan keringanan tersebut,” ujarnya.
Menurut Wawan, semakin cepat penerimaan pajak masuk ke kas daerah, semakin cepat pula pemerintah dapat menyusun dan merealisasikan berbagai program pembangunan yang dibutuhkan masyarakat.
“Pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali lagi dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik. Dengan penerimaan yang lebih cepat, pelayanan kepada masyarakat juga bisa semakin optimal,” tambahnya.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Darmadi Sudibyo, mengapresiasi penyelenggaraan Pekan Panutan PBB-P2 yang dinilai mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya membayar pajak.
“Ini merupakan kegiatan yang sangat baik dalam rangka membangun awareness masyarakat. Dengan kegiatan seperti ini, masyarakat semakin sadar bahwa pajak merupakan kewajiban yang perlu diprioritaskan,” katanya.
Menurut Sri Darmadi, penerimaan pajak daerah yang terkumpul secara optimal akan memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan fondasi fiskal pemerintah daerah.
“PAD yang terkumpul lebih cepat akan memperkuat fondasi fiskal daerah. Dengan APBD yang kuat, pembangunan dapat dirancang lebih baik dan pada akhirnya kembali memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa pajak memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dana yang terkumpul dari pajak akan digunakan untuk membangun infrastruktur, fasilitas publik, dan berbagai program pembangunan lainnya yang berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
“Ketika pajak terkumpul, pemerintah dapat membangun infrastruktur dan berbagai fasilitas publik. Proses pembangunan tersebut akan menggerakkan perekonomian daerah sehingga manfaatnya dirasakan kembali oleh masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembukuan, Penagihan dan Pengembangan Pendapatan Daerah Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Yogyakarta, Putut Purawandono, menjelaskan bahwa diskon 5 persen diberikan khusus untuk pembayaran PBB-P2 yang dilakukan pada 4 Juni 2026 mulai pukul 00.00 WIB hingga 23.59 WIB.
“Acara hari ini merupakan bentuk penghargaan Pemerintah Kota Yogyakarta kepada seluruh wajib pajak dengan memberikan potongan langsung sebesar 5 persen untuk ketetapan pajak yang dibayarkan pada hari ini,” kata Putut.
Ia mengungkapkan, pada tahun 2026 Pemkot Yogyakarta menerbitkan sebanyak 97.801 Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB-P2 dengan total nilai ketetapan mencapai Rp167,77 miliar.
Dari jumlah tersebut, target penerimaan PBB-P2 tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp140,4 miliar. Hingga 25 Mei 2026, realisasi penerimaan telah mencapai Rp22,01 miliar atau sekitar 15,67 persen dari target.
Selain memberikan potongan pajak, Pemkot Yogyakarta juga menghadirkan berbagai inovasi pelayanan, di antaranya Mobil Keliling Pajak SI-JAK dan program Pekan Pembayaran PBB-P2 Nontunai di wilayah RW.
Putut juga mengingatkan masyarakat agar selalu memperbarui data objek dan subjek pajak sehingga sesuai dengan kondisi sebenarnya.
“Data yang akurat akan mendukung perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Selain memperoleh potongan pajak, para wajib pajak yang hadir dalam Pekan Panutan PBB-P2 juga berkesempatan mendapatkan berbagai souvenir dan doorprize dari mitra pendukung kegiatan.
Hadiah yang disediakan cukup beragam, mulai dari perangkat elektronik seperti televisi, kulkas, dan mesin cuci hingga hadiah utama berupa sepeda motor.
Salah satu peserta, Wiwid, warga Wirobrajan, mengaku sengaja datang untuk memanfaatkan program diskon tersebut karena memberikan penghematan yang cukup besar.
“Pelayanannya sangat ramah dan bagus. Diskon 5 persen ini lumayan sekali. Total pembayaran saya sekitar Rp191 juta dan itu sudah termasuk potongan. Kalau dihitung, diskonnya hampir Rp10 juta,” ungkapnya.
Menurut Wiwid, kualitas pelayanan yang diberikan Pemkot Yogyakarta dalam program serupa juga terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Sekarang semakin bagus. Antriannya tidak terlalu panjang dan pelayanannya cepat. Kalau bisa diskonnya tahun depan dinaikkan jadi 10 persen,” ujarnya.(*)
Penulis : Elis
