INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Kawasan Malioboro, Yogyakarta, menjadi lokasi penyelenggaraan Suara Inklusi untuk Semua 2026, Rabu (12/8/2026). Kegiatan yang diinisiasi DIWA Foundation ini membawa pesan persatuan, kesetaraan, dan inklusivitas dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Rangkaian kegiatan dimulai sekitar pukul 14.00 WIB dari kawasan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Agenda utama berupa Parade Kebangsaan yang melibatkan organisasi masyarakat, komunitas, pelajar, mahasiswa, pemangku kebijakan, TNI/Polri, serta masyarakat umum.
Salah satu atraksi utama adalah pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 1.000 meter di Jalan Malioboro. Pembentangan bendera tersebut menjadi simbol persatuan sekaligus gambaran aspirasi dan harapan masyarakat untuk Indonesia.
Pembentangan bendera tersebut, melibatkan sekitar 1.000 penyandang disabilitas dalam upaya pencatatan Rekor MURI melalui pengucapan dan pembacaan teks Proklamasi secara bersama-sama dengan bahasa isyarat.
Founder DIWA Foundation, Diah Warih Anjari, mengatakan keterlibatan penyandang disabilitas bukan sekadar untuk mengejar rekor, tetapi menjadi simbol kesetaraan dalam kehidupan berbangsa.
“Ini bukan hanya sekadar pemecahan Rekor MURI. Ini melambangkan bahwa dengan kebersamaan dan keutuhan rakyat Indonesia dengan semangat proklamasi, yang merupakan titik awal perjalanan bangsa, akan membawa bangsa ini menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Diah. Selasa (11/8/2026).
Selain terlibat dalam prosesi utama, penyandang disabilitas juga mendapatkan ruang untuk menampilkan karya seni serta mengikuti kegiatan UMKM yang menjadi bagian dari rangkaian acara.
Setelah rangkaian seremonial dan jeda Magrib, panggung Suara Inklusi untuk Semua akan menampilkan kreativitas penyandang disabilitas melalui pertunjukan musik dan tari.
Penyanyi Putri Ariani dijadwalkan menjadi salah satu penampil sekaligus menutup rangkaian panggung.
DIWA Foundation juga menggandeng Putri Ariani untuk mengkampanyekan isu kesehatan mental. Kampanye tersebut rencananya akan dilanjutkan melalui roadshow ke sejumlah kampus di Indonesia.
Beberapa agenda utama yang dapat disaksikan masyarakat meliputi:
- Parade Kebangsaan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, organisasi kemasyarakatan, komunitas, pelajar, mahasiswa, TNI/Polri dan masyarakat umum.
- Pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 1.000 meter di Jalan Malioboro.
- Pengucapan dan pembacaan teks Proklamasi dengan bahasa isyarat yang melibatkan sekitar 1.000 penyandang disabilitas untuk pencatatan Rekor MURI.
- Pertunjukan seni dan kreativitas penyandang disabilitas setelah jeda Magrib.
- Penampilan Putri Ariani sebagai bagian dari rangkaian panggung.
- Pameran dan bazar UMKM, termasuk pelaku UMKM penyandang disabilitas.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap Yogyakarta dapat menjadi titik awal penyebaran pesan kesetaraan secara estafet ke berbagai wilayah Indonesia. Malioboro tidak hanya menjadi lokasi parade, tetapi juga diposisikan sebagai ruang untuk mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam satu pesan: bahwa keberagaman, kesetaraan, dan inklusivitas merupakan bagian penting dalam perjalanan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” ucap Diah.
Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan kegiatan tersebut, Suara Inklusi untuk Semua 2026 berlangsung mulai pukul 14.00 WIB di kawasan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer Yogyakarta.(*)
Penulis : Elis
