Pendidikan Yogyakarta

UGM dan Blue Alliance Kolaborasi Jaga 2,3 Juta Hektare Kawasan Laut di Sulawesi Tengah dan Maluku

INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Yayasan Blue Alliance Indonesia menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk memperkuat pengelolaan menjaga kawasan konservasi laut di Sulawesi Tengah dan Maluku. Kolaborasi ini mencakup kawasan sekitar 2,3 juta hektare.

National Manager Yayasan Blue Alliance Indonesia, Andreas Hero Ohoiulun, mengatakan kerja sama dengan UGM bertujuan memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga kawasan konservasi.

“Ini merupakan bagian dari menjaga konservasi, untuk memastikan berbagai pihak bisa berkontribusi lebih maksimal,” kata Hero, Kamis (25/9/2026).

Blue Alliance saat ini mendampingi kawasan konservasi Banggai Dalaka di Sulawesi Tengah seluas sekitar 800 ribu hektare. Sementara di Maluku, organisasi tersebut bekerja di enam kawasan konservasi dengan luas sekitar 1,5 juta hektare.

Hero mengatakan pengelolaan kawasan konservasi harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Fokus kami adalah memastikan pengelolaan kawasan konservasi bisa berjalan efektif dan memberikan manfaat, baik secara ekologi maupun ekonomi, terutama untuk meningkatkan kondisi masyarakat yang hidup di dalam kawasan konservasi,” ujarnya.

Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama, Dr. Danang Sri Hadmoko, mengatakan UGM memiliki keilmuan lintas disiplin yang dapat mendukung program konservasi.

UGM memiliki 18 fakultas, dua sekolah, dan 21 pusat studi. Menurut Danang, kekuatan tersebut dapat digunakan untuk menyusun program konservasi yang menggabungkan ilmu alam, teknik, pertanian, sosial humaniora, kesehatan, dan kelautan.

“Kami sudah berpikir bahwa kalau bisa sesegera mungkin kita buat work plan sedetail mungkin. Dari work plan ini kita bersama-sama mencari resources untuk potential funding, kemudian juga mitra lokal,” kata Danang.

Danang juga membuka peluang pengembangan blue carbon dan biodiversity credit untuk mendukung pembiayaan konservasi. Ia menilai kawasan Indonesia Timur memiliki posisi strategis dalam pengembangan program tersebut.

Kolaborasi UGM dan Blue Alliance selanjutnya akan diarahkan pada penyusunan rencana kerja dan proposal bersama. Program tersebut diharapkan memperkuat tata kelola kawasan konservasi sekaligus memastikan masyarakat pesisir memperoleh manfaat ekonomi dari kelestarian sumber daya laut.(*)

Penulis : Elis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *