Edukasi Jabodetabek

Srikandi Vol. 2 Buka Akses dan Ruang Baru bagi Pelaku Kreatif Perempuan

INTENS PLUS – JAKARTA. Lippo Nusantara Mall kembali menghadirkan ruang kolaboratif melalui gelaran Srikandi Vol. 2 bertajuk ‘Women Shaping Creative Ecosystem’, sebuah inisiatif yang mempertemukan pelaku industri kreatif perempuan, pelaku UMKM, serta ekosistem gaya hidup dalam satu wadah terpadu.

Kegiatan ini menjadi platform strategis untuk memperkuat jejaring, membuka akses, serta menciptakan peluang kolaborasi lintas sektor bagi perempuan yang bergerak di bidang ekonomi kreatif. Dengan mengusung tema “Women Shaping Creative Ecosystem”, acara ini menegaskan peran penting perempuan sebagai penggerak utama industri kreatif di Indonesia.

Sejumlah tokoh hadir sebagai narasumber dalam forum ini, di antaranya Intan Anggita Pratiwie, Friesia Sutjiati Widjaja, serta Megasandra Simanjuntak. Diskusi yang dihadirkan mencakup berbagai perspektif mulai dari fesyen berkelanjutan, industri florikultura, hingga pengembangan pendidikan kreatif.

Acara ini juga dihadiri Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, yang didampingi Direktur Fesyen Neli Yana.

Dalam sambutannya sebagai keynote speaker, Irene Umar menyampaikan bahwa perempuan memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk arah dan nilai ekonomi kreatif nasional. Ia mengungkapkan sekitar 60 persen sektor kreatif dipimpin oleh perempuan.

“Perempuan tidak hanya menghadirkan perspektif estetika, tetapi juga memainkan peran penting dalam membangun kolaborasi lintas sektor. Segala sesuatu yang kreatif pasti kan cantik-cantik. Yang punya mata untuk melihat yang bagus kaum perempuan, sedangkan kita juga membutuhkan kaum lelaki untuk memastikan yang indah juga fungsional. Itulah ekonomi kreatif,” ujarnya pada keterangan, Minggu (3/4/2026).

Ia menambahkan, dominasi perempuan terlihat jelas di subsektor fesyen, kriya, dan kuliner. Namun, kini perempuan juga mulai menunjukkan eksistensinya di sektor lain seperti gim, bahkan hingga tingkat internasional.

Lebih lanjut, Irene Umar juga mengatakan bahwa kesetaraan dalam industri kreatif tidak hanya soal partisipasi, tetapi juga kemampuan menciptakan dampak ekonomi nyata.

“Kreativitas harus mampu menciptakan nilai tambah dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, menilai kehadiran Srikandi Vol. 2 menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku industri kreatif, dan sektor swasta.

Ia menyoroti pentingnya menghadirkan ruang yang inklusif bagi perempuan agar memiliki akses yang sama dalam dunia kerja dan usaha. Salah satunya melalui program Care Ekonomi yang menjadi peta jalan untuk mendorong kesetaraan gender melalui pendekatan 3R: pengakuan, pengurangan, dan redistribusi beban pengasuhan.

“Dengan adanya kesempatan yang sama dan ruang seperti ini, kita bisa bergerak bersama. Kolaborasi dengan Kementerian Ekraf penting untuk memastikan perempuan memiliki akses, ruang kerja, dan kesempatan yang setara,” ujarnya.

“Peningkatan kapasitas (capacity building) tidak hanya ditujukan bagi perempuan, tetapi juga bagi ekosistem pendukung, termasuk tenaga pendamping atau helper,” imbuh Veronica.(*)

Penulis : FDA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *