Ekonomi Yogyakarta

Gus Hilmy Tinjau Bulog DIY, Stok Beras Berlebih, Usulkan Tambahan Gudang

INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah Istimewa Yogyakarta, Hilmy Muhammad, melakukan kunjungan langsung gudang Perum Bulog di Purwomartani, Kalasan, Sleman, Selasa (5/5).

Dalam kunjungan tersebut, senator yang akrab disapa Gus Hilmy itu memastikan kesiapan pasokan bahan pokok sekaligus menyerap aspirasi dari jajaran Bulog terkait kondisi di lapangan.

Ia mengatakan bahwa kondisi stok beras di DIY aman bahkan surplus, menurutnya DIY memiliki posisi strategis sebagai simpul distribusi pangan, meskipun wilayahnya relatif kecil.

“Kita ingin memastikan pasokan aman. Masyarakat tidak boleh kesulitan mengakses bahan pokok. Alhamdulillah, dari penjelasan Bulog, stok kita aman bahkan berlebih,” ujar Gus Hilmy pada keterangan, Rabu (6/5/2026).

Menurut Gus Hilmy, surplus stok beras di DIY tidak terlepas dari keberhasilan program penyerapan gabah petani yang dilakukan secara masif. Salah satu strategi yang dinilai efektif adalah sistem jemput bola, di mana Bulog langsung turun ke petani sebelum hasil panen diambil tengkulak.

“Bulog punya Tim Jemput Pangan yang langsung ke petani. Ini yang membuat stok kita surplus. Karena itu, kebutuhan gudang baru di DIY sudah sangat mendesak,” jelasnya.

Ia menambahkan, peningkatan kapasitas penyimpanan menjadi penting agar stok beras yang melimpah dapat dikelola dengan optimal dan tidak menimbulkan potensi kerugian.

Dorong Penambahan Gudang dan Modernisasi Mesin

Selain penambahan gudang, Gus Hilmy juga menyoroti perlunya modernisasi fasilitas dan mesin pengolahan di lingkungan Bulog. Menurutnya, pembaruan teknologi akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas beras yang dihasilkan.

“Gudang Bulog di DIY sudah dikelola dengan baik, rapi, bersih, dan minim hama. Tapi perlu modernisasi mesin agar bisa menghasilkan beras dengan kualitas lebih baik,” ungkapnya.

Gus Hilmy yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Fatwa MUI DIY itu mengapresiasi peran Bulog dalam menjaga cadangan beras nasional yang saat ini disebut mencapai surplus sekitar 5 juta ton.

Ia menilai, Perum Bulog tidak hanya berfungsi sebagai penjaga stok, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga stabilitas harga dan distribusi pangan melalui berbagai program.

“Bulog hadir langsung ke masyarakat melalui program seperti Rumah Pangan Kita dan Gerakan Pangan Murah. Ini penting untuk menjaga akses masyarakat terhadap bahan pokok,” kata Gus Hilmy.

Sementara itu, Pemimpin Kanwil Yogyakarta Perum Bulog, Dedi Aprilyadi, memastikan bahwa kondisi gudang dan pasokan saat ini dalam keadaan optimal.

“Kapasitas gudang kami mencukupi dan saat ini terisi optimal seiring tingginya penyerapan gabah petani. Ini menunjukkan kesiapan kami dalam menjaga cadangan pangan pemerintah,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Bulog DIY, memiliki jaringan gudang induk dan filial dengan total kapasitas lebih dari 285 ribu ton. Untuk tahun 2026, target pengadaan mencapai 196 ribu ton setara beras, dengan realisasi saat ini sekitar 146 ribu ton.

“Capaian ini menunjukkan progres yang sangat baik. Kami optimistis target pengadaan dapat tercapai,” tambahnya.

Dari sisi distribusi, penyaluran bantuan pangan tahun 2026 di DIY telah mencapai 3,28 juta kilogram dari total alokasi 9,8 juta kilogram atau sekitar 33,39 persen.

Dedi melanjutkan, bahwa pihaknya terus memperkuat strategi jemput bola dengan menyerap gabah petani seharga Rp6.500 per kilogram serta memperluas jaringan distribusi melalui Rumah Pangan Kita.

“Kami turun langsung ke lapangan. Petani tidak perlu menunggu. Penyerapan dilakukan secara aktif agar hasil panen terserap optimal,” tutup Dedi.(*)

Penulis : Elis

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *