INTENS PLUS – BINJAI. Warga Kota Binjai dan sejumlah daerah di Sumatera Utara harus bersiap menghadapi pemadaman listrik bergilir selama beberapa hari ke depan. Kebijakan tersebut diterapkan PT PLN (Persero) menyusul kerusakan belasan tower transmisi akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Sumatera Utara.
Pemadaman dilakukan sebagai bagian dari manajemen beban sistem kelistrikan selama proses perbaikan jaringan transmisi dan pembangunan tower darurat (Tower Emergency) berlangsung.
Manager Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Utara, Darma Saputra, menjelaskan bahwa pengaturan pasokan listrik dilakukan secara bergantian untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan.
“Pola pengaturan pasokan listrik dilakukan secara bergantian dan berpotensi terjadi satu hingga dua kali dalam sehari,” ujar Darma, Sabtu (6/6/2026).
Menurutnya, setiap periode pemadaman diperkirakan berlangsung selama tiga hingga empat jam. Durasi tersebut dapat berubah menyesuaikan kondisi sistem dan perkembangan pekerjaan pemulihan di lapangan.
Darma mengungkapkan, bahwa sejumlah daerah di Sumatera Utara berpotensi terdampak pengaturan pasokan listrik, termasuk Kota Binjai.
Selain Binjai, wilayah lain yang terdampak meliputi Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), dan Kabupaten Langkat.
Pengaturan pasokan listrik dilakukan untuk menjaga keandalan sistem setelah kerusakan infrastruktur transmisi yang cukup parah akibat cuaca ekstrem.
Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN UID Sumatera Utara, Efron Lumban Gaol, mengatakan pemadaman bergilir merupakan langkah yang harus dilakukan agar gangguan tidak meluas ke wilayah lain.
“Pengaturan pasokan listrik dilakukan secara terukur dan bergantian untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan. Kami terus memantau secara real-time dan mengupayakan agar dampak yang dirasakan pelanggan dapat diminimalkan,” katanya.
Menurut Efron, selama proses pemulihan berlangsung, sebagian pelanggan dapat mengalami penghentian sementara pasokan listrik satu hingga dua kali dalam sehari dengan durasi sekitar tiga jam pada setiap periode pengaturan.
Untuk mempercepat pemulihan sistem, PLN saat ini tengah membangun Tower Emergency pada jalur Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV yang mengalami kerusakan.
Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN Unit Induk Pusat Penyaluran dan Pengatur Beban Sumatera, Yenti Elfina, menyebut pembangunan tower darurat menjadi langkah strategis untuk mempercepat normalisasi pasokan listrik.
Menurutnya, berdasarkan perencanaan teknis yang telah disusun, pembangunan Tower Emergency ditargetkan selesai pada 14 Juni 2026.
Target tersebut dapat tercapai apabila kondisi cuaca dan akses pekerjaan di lapangan berjalan sesuai rencana.
“Seluruh personel bekerja secara maksimal selama 24 jam dengan mengedepankan keselamatan dan kualitas pekerjaan. Kami optimistis pendirian Tower Emergency dapat diselesaikan sesuai target sehingga proses normalisasi sistem kelistrikan dapat berjalan lebih cepat,” ujar Yenti.
Yenti juga memastikan, seluruh tim teknis lintas unit terus bekerja tanpa henti untuk memulihkan jalur transmisi yang terdampak.
Pemadaman bergilir yang berlangsung sejak beberapa hari terakhir mulai menimbulkan dampak bagi masyarakat.
Sejumlah warga mengeluhkan aktivitas rumah tangga yang terganggu akibat pasokan listrik yang tidak stabil. Selain mengganggu pekerjaan, pemadaman juga berdampak pada penggunaan pompa air, perangkat elektronik, hingga aktivitas belajar dan beristirahat.
Warga berharap proses perbaikan jaringan transmisi dapat segera diselesaikan sehingga pasokan listrik kembali normal.
Apalagi sebagian masyarakat masih harus menghadapi cuaca panas pada siang hari yang membuat ketergantungan terhadap listrik semakin tinggi.
Akibat Cuaca Ekstrem, 12 Tower PLN Rusak
Gangguan kelistrikan di Sumatera Utara bermula dari cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi pada Kamis (4/6/2026) sekitar pukul 20.03 WIB.
Peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan serius pada jaringan transmisi listrik PLN.
Pada jalur SUTET 275 kV Galang–Simangkuk, tower T18, T19, dan T20 dilaporkan roboh. Sementara tower T17 dan T21 mengalami kerusakan berupa kondisi bengkok.
Kerusakan juga terjadi pada jalur SUTT 150 kV Tebing Tinggi–Sei Rotan. Sebanyak enam tower yakni T77, T78, T79, T80, T81, dan T82 roboh, sedangkan tower T76 mengalami bengkok.
Secara keseluruhan, terdapat 12 tower transmisi yang mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem tersebut.
Akibat rusaknya jaringan transmisi utama tersebut, PLN terpaksa menerapkan manajemen beban dan pemadaman bergilir di sejumlah wilayah untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan Sumatera Utara.
PLN meminta masyarakat tetap bijak menggunakan listrik selama masa pemulihan berlangsung dan memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.(*)
Penulis : FDA
