INTENS PLUS – JAKARTA. Nama Mufli Budi Ananda tengah menjadi perbincangan publik setelah ditunjuk sebagai anggota Dewan Komisaris PT Krakatau Posco. Penunjukan sosok yang dikenal sebagai asisten pribadi Raffi Ahmad tersebut memicu beragam reaksi, terutama terkait rekam jejak profesional dan riwayat pendidikannya.
Perhatian masyarakat semakin besar setelah nama Mufli tercantum dalam jajaran Dewan Komisaris PT Krakatau Posco, perusahaan patungan antara PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan POSCO, perusahaan baja asal Korea Selatan. Sejak kabar tersebut mencuat, berbagai informasi mengenai latar belakang pendidikan dan perjalanan kariernya ramai dicari publik.
Selain dikenal sebagai orang kepercayaan Raffi Ahmad, Mufli selama ini lebih banyak berada di balik layar berbagai aktivitas bisnis maupun kegiatan pribadi sang selebritas. Kehadirannya kerap terlihat mendampingi Raffi Ahmad dalam agenda pekerjaan, perjalanan dinas, hingga aktivitas keluarga.
Riwayat Pendidikan Mufli Budi Ananda
Riwayat pendidikan Mufli Budi Ananda menjadi salah satu aspek yang paling banyak disorot setelah dirinya dipercaya mengisi posisi komisaris di perusahaan industri baja tersebut.
Berdasarkan data yang tersedia di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), Mufli diketahui pernah menempuh pendidikan Diploma III (D3) Teknik Listrik di Politeknik Bunda Kandung.
Setelah itu, ia juga tercatat pernah melanjutkan pendidikan pada Program Studi Teknik Industri di Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN).
Namun, informasi mengenai status kelulusannya di jenjang sarjana menjadi perhatian publik karena terdapat perbedaan informasi yang beredar. Oleh sebab itu, hingga ada keterangan resmi dari pihak terkait, riwayat akademiknya perlu dipahami secara hati-hati berdasarkan data yang dapat diverifikasi.
Sebelum menjabat sebagai komisaris, Mufli lebih dikenal sebagai salah satu orang kepercayaan Raffi Ahmad. Ia telah lama mendampingi suami Nagita Slavina tersebut dalam berbagai aktivitas profesional.
Dalam sejumlah kesempatan, Mufli terlihat ikut mendampingi Raffi Ahmad ketika menghadiri agenda bisnis, perjalanan ke luar negeri, kegiatan olahraga, hingga aktivitas bersama keluarga.
Meski tidak sering tampil sebagai figur publik, kedekatannya dengan Raffi Ahmad membuat namanya dikenal luas oleh masyarakat, terutama para pengikut aktivitas keluarga Raffi Ahmad.
Mufli juga disebut ikut membantu berbagai kebutuhan operasional dalam sejumlah lini usaha yang dijalankan Raffi Ahmad.
Kedekatan keduanya bahkan terlihat dalam momen pribadi. Saat Mufli melangsungkan pernikahan, Raffi Ahmad diketahui turut hadir dan menjadi saksi dalam prosesi akad nikah.
Mengenal PT Krakatau Posco
PT Krakatau Posco merupakan perusahaan patungan antara PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan POSCO dari Korea Selatan. Perusahaan yang beroperasi di kawasan industri Cilegon, Banten, tersebut mulai menjalankan operasional sejak 2013 dan menjadi salah satu produsen baja terintegrasi terbesar di Indonesia.
Dengan kapasitas produksi mencapai sekitar 3 juta ton baja per tahun, Krakatau Posco memproduksi berbagai jenis baja yang digunakan untuk industri otomotif, konstruksi, perkapalan, manufaktur, hingga infrastruktur nasional.
Sebagai perusahaan strategis di sektor industri baja, posisi komisaris memiliki peran penting dalam menjaga tata kelola perusahaan agar tetap berjalan sesuai prinsip good corporate governance (GCG).
Apa Tugas Komisaris?
Dalam struktur perusahaan, komisaris memiliki fungsi yang berbeda dengan direksi. Direksi bertanggung jawab menjalankan operasional perusahaan sehari-hari, sedangkan komisaris berperan melakukan pengawasan terhadap kebijakan dan jalannya perusahaan.
Secara umum, tugas komisaris meliputi:
- Mengawasi kinerja direksi.
- Memberikan nasihat strategis kepada manajemen.
- Memastikan penerapan tata kelola perusahaan yang baik.
- Mengawasi kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.
- Mengawasi pengelolaan risiko perusahaan.
- Menjaga kepentingan pemegang saham.
Artinya, seorang komisaris tidak terlibat langsung dalam proses produksi maupun operasional pabrik, tetapi menjalankan fungsi pengawasan dan memberikan arahan strategis kepada perusahaan.
Penunjukan Mufli Tuai Sorotan
Masuknya Mufli Budi Ananda ke jajaran Dewan Komisaris PT Krakatau Posco turut memunculkan diskusi mengenai proses pengisian jabatan strategis di perusahaan besar.
Sebagian publik mempertanyakan rekam jejak profesional serta kompetensi yang dimilikinya, sementara sebagian lainnya menilai bahwa jabatan komisaris tidak selalu mengharuskan latar belakang teknis yang sama dengan bidang usaha perusahaan.
Dalam praktik tata kelola perusahaan di Indonesia, pengangkatan komisaris merupakan kewenangan pemegang saham sesuai ketentuan yang berlaku. Selain pengalaman profesional, aspek kepemimpinan, integritas, kemampuan pengawasan, komunikasi, dan pemahaman tata kelola perusahaan juga menjadi faktor yang dapat dipertimbangkan.
Pada akhirnya, kontribusi Mufli sebagai anggota Dewan Komisaris akan dinilai melalui pelaksanaan fungsi pengawasan, pemberian masukan strategis kepada manajemen, serta dukungannya terhadap penerapan tata kelola perusahaan yang baik di PT Krakatau Posco.(*)
Penulis : FDA
