Sorotan Yogyakarta

Pendiri AVMS Bongkar Dugaan Penyimpangan Keuangan Selama 7,5 Tahun, Nilai Kerugian Diperkirakan Rp800 Juta

INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Pendiri sekaligus pimpinan AVMS (Arby Vembria Modeling School), Arby Vembria, akhirnya mengungkap dugaan penyimpangan keuangan yang disebut telah membayangi perjalanan lembaga yang didirikannya selama sekitar 7,5 tahun. Didampingi Firma Hukum Candramawa, Arby menggelar konferensi pers untuk menjelaskan kronologi kasus yang menurutnya telah menyebabkan kerugian materiil maupun moril terhadap AVMS Indonesia.

Dalam keterangannya kepada awak media, Arby menyebut berdasarkan hasil perhitungan internal, total kerugian yang dialami mencapai sekitar Rp800 juta. Bahkan, nilai tersebut masih berpotensi bertambah hingga miliaran rupiah seiring proses hukum yang kini tengah ditempuh.

“Kejadian ini sudah berlangsung selama 7,5 tahun. Saya mengalami kerugian dan berbagai teror yang dilakukan pihak yang membawa lari uang saya,” ujar Arby. Rabu (1/7/2026).

Menurut Arby, langkah membuka persoalan tersebut kepada publik bukan dilakukan secara tiba-tiba. Selama bertahun-tahun, pihaknya memilih menyelesaikan persoalan melalui jalur kekeluargaan dan mediasi. Namun, berbagai upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

“Saya mengundang teman-teman media untuk menjelaskan kasus yang terpendam sekian lama ini. Selain itu, saya juga ingin bercerita kepada media bahwa saya ingin membentuk ekosistem pendidikan model yang baik,” katanya.

Arby menjelaskan, dugaan persoalan bermula dari adanya kesalahan dalam pengelolaan keuangan di lingkungan manajemen internal AVMS Indonesia. Akibatnya, lembaga yang selama ini fokus pada pendidikan modeling itu mengalami kerugian yang tidak sedikit.

Melalui akun Instagram pribadinya, @just.vembria, Arby juga telah menyampaikan berbagai informasi mengenai kondisi yang dialami AVMS, termasuk kerugian finansial maupun nonfinansial yang menurutnya terjadi selama perjalanan lembaga tersebut.

Ia menegaskan, keputusan menyampaikan persoalan tersebut kepada publik merupakan bentuk transparansi sekaligus upaya memperoleh kepastian hukum.

Menurut Arby, kerugian yang dialami bukan hanya menyangkut aspek finansial. Reputasi lembaga yang telah dibangun selama bertahun-tahun juga ikut terdampak, sehingga memengaruhi berbagai program pendidikan dan pengembangan talenta yang dijalankan AVMS.

Sebelum menempuh jalur hukum, manajemen AVMS Indonesia mengaku telah berulang kali melakukan mediasi dengan pihak yang diduga bertanggung jawab. Namun hingga akhir Mei 2026, tidak terdapat penyelesaian yang dapat dipertanggungjawabkan maupun itikad baik untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Atas dasar itu, AVMS akhirnya memutuskan membawa perkara tersebut ke ranah hukum.

“Kami berharap seluruh proses ini dapat berlangsung dengan objektif, transparan, serta sesuai hukum, sehingga dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak serta memberikan rasa keadilan bagi mereka yang selama ini merasa dirugikan,” tutur Arby.

Ia berharap proses hukum dapat mengungkap seluruh fakta yang ada sehingga persoalan tersebut memperoleh penyelesaian secara adil sesuai ketentuan perundang-undangan.

Dalam kesempatan itu, Arby juga menjelaskan latar belakang berdirinya AVMS Indonesia. Lembaga tersebut didirikan sebagai tempat pembinaan bagi masyarakat, khususnya generasi muda di Yogyakarta, yang ingin berkarier di dunia modeling secara profesional.

Tidak hanya mengajarkan teknik catwalk dan pose, ia juga memberikan pembekalan mengenai etika profesi, kepercayaan diri, public speaking, hingga kesiapan memasuki industri fashion.

Arby sendiri bukan sosok baru di industri modeling. Ia telah berkiprah sebagai model profesional selama belasan tahun dan pernah meniti karier internasional bersama agensi Upfront Model di Singapura sejak 2012. Pengalaman tersebut kemudian menjadi dasar bagi dirinya untuk membangun sekolah modeling yang berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia di industri kreatif.

Selain membahas proses hukum yang tengah berjalan, Arby turut menyampaikan kegelisahannya terhadap kondisi industri modeling di Indonesia.

Menurutnya, hingga saat ini dunia modeling masih belum memiliki sistem perlindungan yang memadai bagi para model, lembaga pendidikan modeling, maupun pelaku industri kreatif lainnya.

Karena itu, ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih melalui regulasi yang mampu menciptakan industri modeling yang sehat, profesional, dan memiliki kepastian hukum.

“Saya ingin membuat museum model Indonesia dan memuat karya para fashion desainer Indonesia seperti Robby Tumewu, Ramli, dan semua senior yang membangun industri model ini. Saya memimpikan adanya asosiasi model yang kelak akan ada peraturan pemerintah yang mendukung dan melindungi dunia model ini,” ungkap Arby.

Arby mengungkapkan rencana museum tersebut nantinya, dapat menjadi pusat dokumentasi sejarah perkembangan dunia modeling nasional sekaligus bentuk penghormatan kepada para tokoh yang telah berjasa membangun industri fashion Indonesia.

“Persoalan yang terjadi menjadi pelajaran penting bagi dunia pendidikan modeling dan industri bakat di Indonesia. Banyak yang beranggapan masih terdapat berbagai praktik yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah maupun para pemangku kepentingan,” beber Arby.

Arby juga menilai persoalan serupa diduga tidak hanya terjadi di satu lembaga, tetapi berpotensi ditemukan di berbagai institusi pendidikan modeling maupun sekolah bakat lainnya di Indonesia.

Melalui langkah hukum yang kini ditempuh, Arby berharap kasus tersebut tidak semata-mata berakhir pada penyelesaian sengketa, tetapi juga menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola industri modeling nasional.

“Saya berharap ke depan akan lahir ekosistem modeling yang lebih profesional, transparan, akuntabel, serta mampu memberikan perlindungan hukum bagi seluruh pelaku industri, mulai dari model, sekolah modeling, hingga tenaga profesional yang terlibat di dalamnya.

Semoga proses hukum yang kini berjalan, dapat memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak, sekaligus menjadi pembelajaran agar tata kelola lembaga pendidikan modeling di Indonesia semakin baik dan mampu menjaga kepercayaan masyarakat,” tutup Arby.(*)

Penulis : Elis

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *