Lifestyle Yogyakarta

12 Tahun Prambanan Jazz Festival 2026, Hadirkan NIKI, MLTR, The Rose, hingga Wayang Bocor di Candi Prambanan

INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Memasuki penyelenggaraan tahun ke-12, Prambanan Jazz Festival 2026 kembali digelar dengan menghadirkan perpaduan musik, seni, budaya, dan warisan sejarah dalam satu panggung spektakuler di Pelataran Candi Prambanan, Yogyakarta. Festival yang berlangsung pada 3, 4, dan 5 Juli 2026 ini mengusung tema “Celebrate The Joy”, sebagai ajakan untuk merayakan sukacita melalui musik dan kebersamaan lintas generasi.

Selama lebih dari satu dekade, Festival ini telah berkembang menjadi salah satu festival musik paling bergengsi di Indonesia. Tak hanya dikenal karena menghadirkan musisi kelas dunia, festival ini juga berhasil memadukan keindahan situs warisan budaya dunia dengan pengalaman musikal yang khas dan sulit ditemukan di tempat lain.

Tahun ini, deretan musisi nasional dan internasional kembali memeriahkan panggung Prambanan Jazz Festival. Nama-nama besar seperti NIKI, Henry Moodie, Michael Learns To Rock (MLTR), Xdinary Heroes, The Rose, Joey Alexander, hingga sederet penampil lainnya siap menghibur ribuan penonton selama tiga hari penyelenggaraan.

Mengusung tema Celebrate The Joy, penyelenggara ingin menjadikan Prambanan Jazz Festival sebagai ruang bagi siapa pun untuk bertemu, berbagi kebahagiaan, sekaligus menikmati perpaduan musik dan budaya dalam suasana yang hangat.

CEO Prambanan Jazz Festival, Anas Syahrul Alimi, mengatakan bahwa tema tahun ini lahir dari semangat menjadikan festival sebagai sebuah rumah yang selalu dirindukan.

“Prambanan Jazz Festival kami tempatkan ibarat sebagai rumah untuk pulang. Karena itulah, mari kita rayakan kepulangan ini dengan sebesar-besarnya. Prambanan Jazz Festival juga bukan hanya sebuah festival musik, tetapi sebuah festival yang dapat dinikmati oleh semuanya. Itulah semangat yang kami usung melalui tema Celebrate The Joy,” ujar Anas. Kamis (2/7/2026).

Menurutnya, selama 12 tahun perjalanan festival, Prambanan Jazz bukan hanya menghadirkan konser musik, melainkan menjadi ruang perjumpaan bagi masyarakat dari berbagai latar belakang budaya, usia, maupun komunitas.

Sebagai bagian dari penguatan pengalaman artistik, Ia menggandeng seniman kontemporer Indonesia Eko Nugroho sebagai Commissioned Artist.

Melalui sentuhan khasnya, Eko menghadirkan identitas visual festival yang akan menyambut pengunjung sejak memasuki kawasan Candi Prambanan.

Visual tersebut merepresentasikan kebahagiaan, keberagaman, serta semangat pertemuan berbagai budaya yang selama ini menjadi jiwa Prambanan Jazz Festival.

Menurut Eko, Prambanan Jazz bukan sekadar festival musik, melainkan ruang untuk “pulang”, tempat setiap orang dapat merasakan kehangatan dan kebersamaan melalui karya seni.

Festival Curator Prambanan Jazz Festival 2026, Shadu Rasjidi, menjelaskan bahwa proses kurasi tidak hanya berorientasi pada popularitas musisi yang tampil.

Menurutnya, tantangan terbesar sebuah festival adalah bagaimana terus berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan karakter utamanya.

Karena itu, Prambanan Jazz Festival terus menjaga keseimbangan antara menghadirkan artis lintas genre yang digemari publik sekaligus memperkuat unsur jazz dalam setiap penyelenggaraannya.

Festival tersebut, mempertemukan musisi dari berbagai genre untuk mengeksplorasi musik jazz sesuai karakter musikal mereka masing-masing.

Tahun ini, sejumlah musisi yang terlibat antara lain Perunggu, The Panturas, Rio Febrian, Salma Salsabil, White Chorus, serta Jogja Hip Hop Foundation.

Lewat Playing Jazz, penonton akan menikmati interpretasi baru terhadap musik jazz yang dipadukan dengan warna musik alternatif, pop, rock, hingga hip hop.

Komitmen terhadap masa depan musik jazz juga diwujudkan melalui program I’m Jazz a Kids, dengan menghadirkan Kids Area by Tiny Tunes Ville, sebuah area khusus anak yang menyediakan berbagai kelas kreatif dan aktivitas edukatif.

Program ini menjadi wadah regenerasi bagi musisi jazz muda Indonesia. Para pemenang kompetisi tahun sebelumnya akan tampil bersama para musisi senior dalam tiga kelompok usia, yakni Senandung (7–9 tahun), Irama (10–12 tahun), dan Harmoni (13–15 tahun).

Program tersebut menjadi bukti bahwa Prambanan Jazz Festival tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membangun ekosistem musik jazz yang berkelanjutan.

Tak hanya musik, Prambanan Jazz Festival 2026 juga menghadirkan pertunjukan seni lintas disiplin bertajuk Wayang Bocor.

Pertunjukan ini merupakan kolaborasi antara Eko Nugroho, dalang Ki Catur Kuncoro, komposer Ari Wulu, koreografer Eko Supriyanto, dan maestro tari Didik Nini Thowok.

Wayang Bocor memadukan seni rupa, wayang, musik eksperimental, serta tari kontemporer menjadi satu pertunjukan artistik yang melengkapi pengalaman pengunjung selama festival berlangsung.

Prambanan Jazz Festival 2026 kembali mendapat dukungan dari BRI sebagai mitra utama penyelenggaraan.

Perwakilan BRI menyampaikan bahwa dukungan tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.

Festival ini dinilai sejalan dengan upaya BRI membangun keterlibatan yang bermakna bersama masyarakat melalui ruang-ruang kreatif yang positif dan produktif.

Sementara itu, TipTip sebagai mitra penjualan tiket memastikan kesiapan sistem pembelian tiket yang lebih nyaman, aman, dan mampu mengakomodasi tingginya antusiasme masyarakat.

Penyelenggaraan Prambanan Jazz Festival juga terus memperkuat kerja sama dengan PT Taman Wisata Candi guna memastikan festival berjalan selaras dengan prinsip konservasi kawasan Candi Prambanan.

Kolaborasi tersebut bertujuan menjaga keseimbangan antara pelestarian situs budaya, kenyamanan pengunjung, dan keberlangsungan festival.

Melalui sinergi tersebut, kawasan Candi Prambanan diharapkan terus berkembang sebagai Home of Joy, sekaligus rumah bagi penyelenggaraan Prambanan Jazz Festival di masa mendatang.

Selain menghadirkan hiburan berkualitas, Prambanan Jazz Festival 2026 juga memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan. Menggandeng Get Plastic dan Lokalogi sebagai mitra Event Waste Management (EWM).

Melalui kolaborasi ini, Panggung Langgam dioperasikan menggunakan bahan bakar setara solar hasil pengolahan sampah plastik. Sementara Lokalogi bertanggung jawab melakukan edukasi kepada pengunjung, pemilahan, penimbangan, hingga pendataan sampah selama festival berlangsung.

Dengan perpaduan konser musisi internasional, pertunjukan seni kontemporer, program regenerasi jazz, kepedulian terhadap lingkungan, serta dukungan terhadap ekonomi kreatif, Prambanan Jazz Festival 2026 kembali menunjukkan posisinya sebagai salah satu festival musik paling lengkap di Indonesia.(*)

Penulis : Elis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *