INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Ajang berburu peluang usaha terbesar kembali hadir, info Franchise & Business Concept Expo (IFBC) 2026 gelar pameran yang ke-179 mengusung tema “Grow Beyond Boundaries” di Jogja Expo Center (JEC) pada 3-5 Juli 2026.
Memamerkan ratusan peluang bisnis, kemitraan, dan waralaba dari berbagai sektor industri. Mulai dari ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart, hingga bisnis kuliner kekinian seperti Burger Bangor, seluruhnya dapat dijumpai dalam satu pameran
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) bersama Neo Expo Promosindo, IFBC 2026 Yogyakarta, yang didukung oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Kementerian UMKM Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum RI, serta BRImo sebagai mitra layanan keuangan digital.
Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Temmy Satya Permana, menyambut baik, ia mengatakan pameran seperti ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan pelaku usaha, investor, pemerintah, dan masyarakat dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional.
“Kita memiliki kemampuan untuk memproduksi berbagai kebutuhan sehari-hari. Namun yang terjadi justru banyak produk impor yang menguasai pasar. Padahal barang-barang seperti baju, celana, hingga pakaian dalam sebenarnya bisa dibuat oleh pelaku usaha kita sendiri,” ujarnya.
Ia mengingatkan, bahwa Indonesia memiliki kemampuan memproduksi berbagai kebutuhan masyarakat, namun hingga kini banyak kategori produk masih dikuasai barang impor.
Temmy juga menilai, derasnya arus produk impor melalui platform perdagangan digital menjadi tantangan besar bagi pelaku UMKM nasional.
“UMKM saat ini tidak baik-baik saja. Belanja online berkembang luar biasa, sementara banyak produk dari luar negeri dijual dengan harga sangat murah, bahkan hanya Rp3.000 sampai Rp5.000. Kondisi ini tentu memberikan tekanan besar bagi produk lokal,” katanya.
Menurutnya, pemerintah telah melakukan berbagai langkah perlindungan melalui regulasi, salah satunya kewajiban pencantuman negara asal produk sehingga konsumen dapat mengetahui apakah barang yang dibeli merupakan produk lokal atau impor.
Namun, ia menegaskan keberhasilan produk lokal tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga pada kesadaran masyarakat untuk membeli produk buatan Indonesia.
“Kalau kita tidak membangun kebanggaan terhadap produk bangsa sendiri, negara kita hanya akan menjadi pasar bagi negara lain,” tegas Temmy. Ia berharap IFBC 2026 mampu mendorong semakin banyak masyarakat menjadi pelaku usaha, bukan sekadar konsumen.
Dewan Penasihat Asosiasi Franchise Indonesia, Jahja B. Soenarjo, mengatakan UMKM merupakan fondasi utama perekonomian Indonesia. Bahkan saat kondisi ekonomi menghadapi tekanan, sektor UMKM tetap menunjukkan daya tahan yang kuat.
“Jika bisa bersinergi akan bisa merambah industri global. Mengangkat waralaba UMKM di negeri sendiri dan internasional,” katanya.
Senada dengan itu, Ketua Asosiasi Franchise Indonesia Anang Sukandar menilai banyak produk lokal Indonesia yang memiliki kualitas dan daya saing tinggi. Bahkan sejumlah brand nasional pernah sukses menembus pasar global.
“Harapan dari gelaran ini, semakin banyak UMKM yang berani mengembangkan bisnis melalui pola kemitraan dan waralaba,” ungkapnya.
Selain menghadirkan ratusan peluang usaha, kegiatan ini juga menyelenggarakan berbagai seminar dan talkshow inspiratif selama tiga hari.
Beberapa materi yang dapat diikuti pengunjung di antaranya Tips Memilih Franchise yang Tepat untuk Bisnis Berkelanjutan, Strategi Membangun Penghasilan Tambahan, Pentingnya Hak Merek dalam Pengembangan dan Perlindungan Usaha, hingga UMKM Go Franchise: Level Up Your Business!
Tersedia pula seminar Wirausaha Purnabakti, Peluang Bagus Jangka Panjang Bisnis Minuman Rempah di Indonesia, Berani Jadi Entrepreneur Sejak Muda, serta talkshow Menumbuhkan Generasi Wirausaha Baru untuk Jogja yang Lebih Maju yang menghadirkan berbagai narasumber dari pemerintah, komunitas bisnis, asosiasi, hingga pelaku usaha nasional.
Melalui rangkaian seminar tersebut, pengunjung tidak hanya memperoleh informasi peluang usaha, tetapi juga wawasan praktis mengenai strategi membangun bisnis yang berkelanjutan di tengah persaingan pasar yang semakin dinamis.(*)
Penulis : Elis
