INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan Daerah Istimewa Yogyakarta (OJK DIY) mendorong pelajar Sekolah Rakyat membiasakan menabung sejak dini sebagai bagian dari upaya membangun generasi muda yang cerdas dan mandiri dalam mengelola keuangan.
Pesan tersebut disampaikan dalam Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan 2026 yang digelar bersama 230 siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 19 Bantul dan SRMA 20 Sleman di SRMA 19 Bantul, Yogyakarta.
Kepala OJK DIY, Eko Yunianto mengatakan, menabung bukan sekadar menyisihkan uang, tetapi menjadi langkah awal untuk membentuk kebiasaan pengelolaan keuangan yang sehat, disiplin, dan bertanggung jawab.
“Generasi muda merupakan penentu masa depan bangsa. Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecakapan finansial,” kata Eko. Rabu (26/8/2026).
Menurut Eko, berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 69,57 persen, sedangkan inklusi keuangan mencapai 93,61 persen.
Eko melanjutkan, kondisi tersebut menunjukkan masih terdapat kesenjangan antara akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan dengan pemahaman mengenai manfaat dan risikonya.
Karena itu, pihaknya terus memperkuat edukasi keuangan kepada generasi muda agar mereka mampu menggunakan layanan keuangan secara bijak dan tidak mudah tergiur investasi maupun pinjaman yang tidak jelas legalitasnya.

Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Noviar Rahmad turut menekankan pentingnya nilai Gemi, Nastiti, lan Ngati-ati dalam membangun kebiasaan menabung.
“Gemi ada dalam menabung, karena kita memilih menyisihkan uang sebelum habis untuk keinginan sesaat. Nastiti ada dalam menabung, karena kita belajar merencanakan untuk apa uang itu dikumpulkan. Ngati-ati ada dalam menabung, karena tabungan menjadi bantalan ketika keadaan darurat datang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SRMA 19 Bantul, Agus Ristanto mengapresiasi dukungan OJK DIY dalam meningkatkan literasi keuangan para siswa.
“Kebiasaan menabung dapat menjadi bekal bagi siswa untuk meraih cita-cita dan masa depan yang lebih baik,” kata Agus.
Selama Mei hingga 18 Agustus 2026, pelaku usaha jasa keuangan di DIY telah menggelar 381 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau 26.284 peserta. Kegiatan tersebut juga mendorong pembukaan 7.995 rekening baru dengan nominal mencapai Rp7,7 miliar.
Khusus segmen pelajar, mahasiswa, dan pemuda, terdapat 166 kegiatan edukasi dengan 14.540 peserta dan menghasilkan 5.277 pembukaan rekening baru senilai Rp1,2 miliar.
Dalam kegiatan Hari Indonesia Menabung 2026 tersebut, siswa juga mengikuti lomba Rangking 1, talk show pengelolaan keuangan, penampilan bakat, hingga simbolisasi pembukaan rekening tabungan.(*)
Penulis : Elis
