INTENS PLUS – JAKARTA. Pencopotan logo Bank Mandiri dari dinding Wisma Mandiri yang menghadap Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, menjadi sorotan di media sosial. Momen tersebut ramai diperbincangkan di tengah polemik pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok.
Mengutip unggahan akun media sosial @kasitau.info, Selasa (25/8/2026), logo Bank Mandiri yang sebelumnya terpasang di bagian depan Gedung Wisma Mandiri terlihat sudah tidak ada.
Gedung berwarna abu kecokelatan tersebut tampak tanpa logo Bank Mandiri pada bagian yang menghadap Jalan MH Thamrin. Kondisi itu kemudian dikaitkan sejumlah warganet dengan polemik pemblokiran rekening milik Botok.
Rekening tersebut diketahui menjadi sorotan setelah diblokir atas permintaan aparat penegak hukum. Menurut Botok, rekening tersebut menyimpan dana sekitar Rp80,9 juta yang berasal dari uang pribadi dan hasil penggalangan donasi untuk mendukung operasional aksi.
Pencopotan logo Bank Mandiri dari Wisma Mandiri memunculkan beragam reaksi di media sosial. Sejumlah unggahan warganet mengaitkan peristiwa tersebut dengan munculnya seruan untuk memindahkan tabungan maupun rekening payroll dari Bank Mandiri ke bank lain.
Bahkan, terdapat warganet yang membagikan aksi memotong kartu ATM Bank Mandiri sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemblokiran rekening Botok.
Meski demikian, hingga kini belum ada keterangan resmi yang menyatakan bahwa pencopotan logo Bank Mandiri dari Wisma Mandiri berkaitan dengan aksi boikot ataupun polemik rekening Botok.
Karena itu, kaitan antara kedua peristiwa tersebut masih sebatas pembahasan dan spekulasi yang berkembang di media sosial.
Sebelumnya, Bank Mandiri telah memberikan penjelasan mengenai pemblokiran rekening milik Supriyono alias Botok.
Melalui akun X @bankmandiri, pihak bank menyampaikan permintaan maaf kepada nasabah atas ketidaknyamanan yang terjadi. Bank Mandiri menjelaskan bahwa pemblokiran rekening dilakukan sebagai tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum.
Bank Mandiri menegaskan tindakan tersebut telah dilakukan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.
“Pemblokiran tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum dan telah dilakukan sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku,” tulis Bank Mandiri, dikutip Senin (24/8/2026).
Bank Mandiri juga menegaskan komitmennya untuk menjalankan layanan perbankan dengan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG), kepatuhan, serta prinsip kehati-hatian.
“Bank Mandiri berkomitmen untuk terus mengedepankan prinsip GCG, kepatuhan, dan kehati-hatian dalam menjalankan layanan perbankan,” tulisnya.
Supriyono alias Botok sebelumnya menjelaskan bahwa rekening Bank Mandiri miliknya berisi dana sekitar Rp80,9 juta.
Dana tersebut, menurut Botok, berasal dari penggalangan donasi yang dilakukan di depan Gedung DPR RI pada Sabtu (22/8/2026). Uang tersebut disebut akan digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional aksi unjuk rasa.
AMPB bersama aktivis lintas daerah yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu (ARIB) memang berencana menggelar aksi di Jakarta.
Sejumlah tuntutan disuarakan dalam aksi tersebut. Di antaranya meminta DPR RI mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset serta memberlakukan hukuman mati bagi pelaku korupsi.
Terkait penjelasan Bank Mandiri bahwa rekeningnya diblokir atas permintaan aparat penegak hukum, Botok menyatakan keberatan.
Ia menilai dana yang berada di dalam rekening tersebut bukan berasal dari tindak pidana. Menurutnya, uang tersebut merupakan gabungan dana pribadi dan donasi masyarakat yang dikumpulkan untuk kebutuhan operasional aksi.
“Nominal uangnya cuma Rp80 juta. Itu uang pribadi saya dan donasi teman-teman saya,” ujar Botok.
Ia juga mempertanyakan alasan rekening tersebut diblokir.
“Uang koruptor ratusan miliar rupiah tidak diblokir, ini cuma uang Rp80 juta diblokir kan aneh,” katanya.
Botok menilai pemblokiran tersebut menunjukkan adanya kecurigaan yang berlebihan terhadap aktivitas mereka.
“Terlalu curiga yang berlebihan, masa negara takut sama kami?” ungkap Botok saat diwawancarai di Kaliampo, Desa Wangunrejo, Kecamatan Margorejo, menjelang keberangkatannya kembali ke Jakarta, Minggu (23/8/2026) malam.(*)
Penulis : FDA
