INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Festival Seni Ornamen 2026 bertajuk “Berguru Pada Ornamen” digelar pada 12-17 September 2026 di Equalitera Art Space Yogyakarta, Jalan Ringroad Barat, Ngrukeman, Tamantirto, Kasihan, Bantul.
Festival yang mendapat fasilitasi Dana Indonesiana dan dukungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia serta LPDP ini mengajak masyarakat mengenal kembali ornamen sebagai bagian dari identitas, sejarah, dan kekayaan budaya.
Perancang program sekaligus kurator Festival Seni Ornamen 2026, Rosanto Bima Pratama, mengatakan festival tersebut dirancang agar masyarakat dari berbagai latar belakang dapat mengenal ornamen. Program juga melibatkan seniman perempuan, penyandang disabilitas, hingga peserta dari berbagai kelompok usia.
“Tujuannya untuk mengenalkan kembali ornamen pada masyarakat,” kata Rosanto. Sabtu (12/9/2026).
Festival ini menghadirkan sekitar 80 karya yang dikurasi dari sejumlah daerah, termasuk Papua, Kalimantan, Nusa Tenggara Timur, Bali, Jawa, dan Yogyakarta. Dua karya di antaranya berasal dari seniman penyandang disabilitas.

Kurator Festival Seni Ornamen sekaligus pakar batik weton, Nurohmad, mengatakan festival berangkat dari kegelisahan terhadap jejak simbol dan narasi ornamen yang semakin hilang.
“Ornamen Nusantara memiliki simbol dan narasi kuat yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan alam, sesama manusia, dan Tuhan. Festival ini berupaya menelusuri kembali jejak tersebut sekaligus melihat bagaimana generasi masa kini menerjemahkan ornamen,” jelasnya.
Nurohmad menilai, ornamen tidak harus berhenti sebagai elemen dekoratif. Pada masa kini, ornamen bahkan dapat menjadi medium critical thinking untuk membaca berbagai persoalan sosial.
Festival Seni Ornamen 2026 dibuka pada Sabtu, 12 September 2026 pukul 15.30 WIB. Pembukaan menghadirkan Kolektif Rupakarna, Nirwasita Lab, dan Not Biru.
Rangkaian acara berlanjut dengan Lokakarya Ornamen bersama HMJ Kriya FSRD ISI Yogyakarta pada 13 September. Pada 14 September digelar Wicara Ornamen bersama Dr. Akhmad Nizam, S.Sn., M.Sn., pertunjukan Sanggar Seni RNB, dan Gallery Tour bersama Nurohmad.
Pada 15 September, agenda dilanjutkan dengan Wicara Ornamen bersama Agus Sriyono, S.Sn., pertunjukan Sanggar Swarna Swarni, serta Gallery Tour bersama Gandar Setiawan. Festival ditutup pada 17 September melalui Lokakarya Ornamen bersama Komunitas Liat Menggeliat.
Pameran dapat dikunjungi setiap hari pukul 10.00–19.00 WIB. Program Wicara dan Lokakarya tersedia secara gratis dengan registrasi, sedangkan Gallery Tour tidak memerlukan registrasi.(*)
Penulis : Elis
